Pernikahan Adat Bugis Ala Rara dan Rere di Hotel JS Luwansa

By Gregoria Elsa on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Colors

Vendor That Make This Happened

Resepsi Pernikahan

Venue JS Luwansa

Event Styling & Decor Sanggar Tamalate

Lighting Uplight Pro

Photography Bob Soerjodipoero

Make Up Artist Adi Adrian

Wedding Organizer Artea Organizer

Sebelumnya, Rara dan Rere pernah berpacaran selama 5 tahun namun sempat putus 2 tahun lalu. Dan pada awal tahun 2016, mereka berdua bertemu lagi. Awalnya, Rara dan Rere hanya ingin memperbaiki hubungan yang terputus dan menjadi teman, tetapi seiring berjalannya waktu akhirnya mereka menyadari bahwa mereka masih saling menyayangi.

“Awalnya kami sedang ngobrol santai lalu tiba-tiba Rere mengajak saya nikah, saya kaget dan tidak percaya tapi Rere menjelaskan kalau dia serius ingin melamar saya. Akhirnya setelah beberapa waktu, Rere mendatangi orang tua saya dan menjelaskan niatnya untuk melamar saya,” kisah Rara.

Rara dan Rere mempersiapkan pernikahan dalam waktu 3 bulan. Tantangan terbesar dalam melakukan persiapan ini disebabkan waktu yang singkat. Semua persiapan harus dikerjakan serba cepat oleh Rara seperti mencari vendor undangan dan souvenir. Rara juga harus melakukan pesrsiapan ekstra karena Wakil Presiden RI juga akan menghadiri acara pernikahannya.

Rare dan Rere menjalani acara adat Bugis Makassar yang disebut Mappacci. Malam Mappacci adalah ritual memberikan daun pacci/daun pacar ke tangan calon mempelai wanita. Ritual ini bermakna untuk membersihkan dan mensucikan kedua pengantin dari hal-hal yang buruk. Setelah akad nikah, diadakan acara Mappasikarawa, yaitu acara dimana pengantin pria pertama kali bisa bertemu dengan pengantin wanita di suatu ruangan, dan pengantin pria melakukan sentuhan pertama kepada pengantin wanita. Hal ini bermakna bahwa pengantin pria memegang peran penting dalam rumah tangga.

Prosesi akad nikah Rara dan Rere berbeda dari biasanya, karena saat itu wali nikah dan Rere saling menempelkan ibu jari. “Itu adalah bagian dari adat Bugis Makassar yang melambangkan persatuan antara mempelai pria dan mempelai wanita yang diwakili oleh wali nikah, yaitu Bapakku,” jelas Rara.

Pada acara pernikahannya, Rara menggunakan riasaan adat Bugis dan harus dipaes. Maka dari itu, make up artist mengharuskan Rara untuk mencukur habis bulu-bulu halus di wajah dan anak rambut di kening. “Ternyata anak rambut saya sangat banyak maka harus di waxing. dan itu rasanya tidak bisa dideskripsikan. Saking sakitnya saya hanya ketawa sampai nangis hehehehe,” ujar Rara. Saat hari-H ketika ia dipaes, Rara merasa terharu karena inilah tanda bahwa ia akan melepaskan masa lajang. “Pada saat pemasangan paes saya cuma bisa tersenyum lebar, saya melakukannya dengan senang hati,” ungkapnya sambil tersenyum.

Mengenai hal apa yang menjadi highlight dari acara pernikahannya, Rara menjawab “Kami hanya berencana untuk menggelar acara yang sederhana, tetapi di luar ekspektasi kami, acara ini menjadi lebih bagus! Itu semua berkat vendor-vendor kami yang sangat membantu dalam jalannya acara.”

 

Top 3 vendor pilihan Rara dan Rere adalah:

1. Artea Organizer

“Mereka sangat membantu kami dalam banyak hal seperti mencari lokasi pernikahan, mencari vendor undangan dan souvenir, dan membuat janji kepada vendor-vendor lainnya. Dan pada saat hari-H mereka sangat membantu membuat acara berjalan tepat waktu dan ada PIC pada setiap keluarga inti dari kedua belah keluarga dan mereka sangat memperhatikan keluarga kami.

2. Bob Soerjodipoero

“Mereka telah membantu dalam mengabadikan foto pernikahan kamu dan mereka berhasil mengambil semua foto-foto dengan hasil yang sangat memuaskan!”

3. Sanggar Tamalate

“Mereka telah banyak membantu dalam mewujudkan pernikahan adat Bugis Makassar walaupun kami melaksanakan acaranya di Jakarta.”

Untuk para brides to be yang sedang mempersiapkan pernikahannya, Rara membagi tips berikut:

Jangan dibawa stres, jangan dibawa capek, selalu menyempatkan waktu untuk relax dan always happy!

×