pernikahan wedding jawa bali

Pernikahan Adat Jawa dan Bali ala Aya dan Thaison

Style Guide

Venue Hotel

The Vendors Who Made This Happen

Siraman & Midodareni
Akad Nikah
Wedding Reception

Suku Jawa dan Bali adalah dua suku yang terkenal dengan adat dan budaya yang kuat. Coba bayangkan apabila kedua adat tersebut menyatu dalam sebuah pernikahan? Hasilnya menjadi sebuah harrmoni budaya yang sangat indah. Seperti pernikahan Aya dan Thaison berikut ini.

Aya dan Thaison bertemu di bangku kuliah. Ketika itu Thaison baru saja pindah dari Bali dan mereka sempat sekelas. Lama berteman dan merasa cocok satu sama lain akhirnya mereka memutuskan untuk pacaran. Pada tahun ke-6 hubungan mereka, Thaison melamar Aya kepada orangtuanya. Saya sedang di UK menyelesaikan studi Master. Tanpa diberitahu, ternyata suatu hari Thaison makan malam dengan orangtua saya dan meminta ijin untuk meminang saya. Malamnya baru dia cerita dan saya terharu biru,” cerita Aya.

Pernikahan pun digelar dengan nuansa adat Jawa dan Bali yang kental. Prosesi adat Jawa yang lengkap mereka jalani mulai dari siraman, midodareni sampat adat panggih dengan semua tata krama Keraton Mangkunegara. Satu hal yang berbeda, pada saat siraman, Aya tidak mengenakan atasan ronce melati yang selama ini dipakai oleh pengantin Jawa pada umumnya. Aya berujar bahwa pada masa keraton tidak ada tambahan seperti itu.

Setelah selesai Siraman, Aya dibalut oleh jarik atau kain batik Sogan, begitu pula dengan Thaison. “Saya lahir dan dibesarkan dengan prinsip filosofi Jawa yang kuat, begitu pun dengan Thaison dengan latar belakang Balinya. Kami ingin mengapresiasikan budaya kami masing-masing. Konsep undangan kami menggambarkan keseharian di ranah tanah Jawa & Bali. Merayakan dua suku dengan tekanan visual yang halus. Ilustrasi oleh saya, grafis oleh Thaison,” jelas Aya.

Bagi Aya, prosesi siraman dan akad sangat berkesan di hati. Prosesi tersebut sangat indah dan Aya senang karena bisa mengungkapkan rasa cinta budaya yang ia rasakan dengan prosesi tersebut. Aya juga merasa waktu serasa berhenti pada saat prosesi akad. “Momen sakral antara saya, Thaison dan bapak saya yang akan melepas saya pergi bersama lelaki lain selain Bapak saya,” lanjut Aya.

Tidak ketinggalan, Aya memberikan tips untuk para brides-to-be yang akan mempersiapkan pernikahannya :

  • Harus tahu apa yang kalian mau secara utuh, agar cepat dan efisien menentukan pilihan.
  • Berserah diri kepada Tuhan kalau tidak sempurna.
  • Tidak usah berbelit-belit ikut campur semuanya, manten harus tenang pikirannya agar keadaan jiwa mantap ketika hari pernikahan tiba.  

Top 3 vendor pilihan Aya :

1. Iluminen & Ellelui

“Kedua vendor tersebut melihat dengan tepat setiap ekspresi, momen dan  pergerakan adat di setiap photo dan video. Profesional sekali.”

2. Daun Daun Dekor

“Tante Mience dan tim sangat mengerti saya hanya mau dekor tradisonal dan tanpa saya bicara Tante Mience sudah selangkah lebih maju.”

3. Sanggar Tari Donolobo

“Paes Bu Tari sangat rapi dan sesuai pakem Adat Jawa. Sigap, dan semua sanggul saya dari awal bagus dan matang sekali eksekusinya. Plus ternyata Bu Tari dulu belajar dari Keraton dalam jadi paesnya sangat presisi.”

One thought on “Pernikahan Adat Jawa dan Bali ala Aya dan Thaison

  1. Adat balinya apa yah? Kok ga dijelaskan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *