Pernikahan Adat Jawa dengan Sentuhan Minang ala Riris dan Andre yang Cantik dan Elegant

By Renya Nuringtyas on under The Wedding

Pernikahan Adat Jawa dengan Sentuhan Minang ala Riris dan Andre yang Cantik dan Elegant

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Setelah berpacaran selama satu tahun Sembilan bulan, Riris dan Andre akhirnya melangsungkan acara pernikahan mereka dengan memadukan adat Minang dan Yogyakarta. Sebelum berpacaran, Riris dan Andre sebenarnya sudah berteman selama tiga tahun tanpa Riris mengetahui kalau Andre sebenarnya diam-diam menaruh hati padanya, sampai suatu hari Andre menyatakan perasaannya kepada Riris dan mereka pun mulai berpacaran.

Setelah berpacaran Riris dan Andre sempet menjalankan hubungan mereka secara LDR karena Andre harus menjalankan Job Training di China dan Riris pun harus mengambil short course di Jepang. Setelah keduanya kembali ke Indonesia, tepat di hari ulang tahun Riris, Andre mengajaknya makan malam di sebuah restoran outdoor dengan suasana romantis, dihiasi bunga dan beratap bintang-bintang. Di malam itu Andre memberikan Riris cincin dan bertanya “Would you marry me? Maukah kamu menjadi Ibu dari anak-anakku?” yang langsung dijawab “Yes I will” oleh Riris. “Tanpa ragu aku langsung menjawab ya dan tiga bulan setelah itu kami pun melaksanakan acara pertunangan sebelum akhirnya kami menikah,” ujarnya.

Prosesi Akad Nikah dan acara Resepsi dilangsungkan pada tanggal 10 Februari 2019. Tapi sesuai dengan adat Jawa, sehari sebelumnya tepatnya di tanggal 9 Februari 2019 Riris menjalani prosesi Dulang Ngupasan. Dulang Ngupasan memiliki arti suapan terakhir dari kedua orang tua sebelum akhirnya sang anak menikah dan memiliki tanggung jawab sendiri.  Di malam yang sama, mereka juga menjalani prosesi adat Jawa lainnya yang dinamakan Malam Midodareni, yang memiliki makna bahwa konon katanya di malam itu bidadari datang ke Bumi dan mengunjungi mempelai wanita untuk mempercantiknya sebagai calon pengantin.

Saat itu keluarga calon mempelai pria juga datang ke kediaman calon mempelai wanita dengan membawa Seserahan. Namun, Andre tidak diizinkan untuk bertemu dengan Riris, dimana Riris hanya diizinkan untuk duduk di dalam kamar sambil menerima Seserahan yang diberikan oleh perwakilan dari keluarga calon mempelai pria untuknya

Di acara ini, Andre sebagai calon mempelai pria juga tidak diizinkan untuk memasuki kediaman keluarga Riris dan hanya boleh menunggu di beranda rumah, dimana ia akan menghadap calon Ayah mertua untuk menyatakan bahwa ia siap untuk menikahi putrinya esok hari. Setelah itu Ayah Riris akan memberikan nasihat kepada Andre dalam menjalani kehidupan rumah tangga berupa Catur Weda (4 Petunjuk) yang berisikan tuntunan baginya untuk menjadi seorang suami dan ayah, dimana setelahnya calon mempelai pria diminta untuk meminum segelas air putih yang disuguhkan oleh Ibunda Riris.

Keesokan harinya Akad Nikah dilangsungkan pada pagi hari di kediaman keluarga Riris, dengan menggunakan adat Minang, karena Ayah Riris dan Andre memiliki darah Minang. “Senang sekali karena kebaya yang aku pakai aku desain sendiri, dan ternyata mendesain kebaya sendiri lebih rumit dibandingkan dengan mendesain kebaya untuk klien,” cerita Riris. Untuk kebaya orang tua, Riris mengangkat tema warna gold dengan songket berwarna merah. Sedangkan untuk bridesmaids ia memilih busana berwarna pink muda.

Acara Resepsi dilangsungkan di malam harinya, di hari yang sama dengan Akad Nikah, namun bertempat di Jogja Expo Center. Untuk acara ini Riris menggunakan adat Yogyakarta karena sang Ibu merupakan keturunan asli Yogyakarta. Untuk mempermudah proses persiapan, Riris dan seluruh keluarga berdandan di Hotel Grand Dafam yang berlokasi tepat di depan Jogja Expo Center. Busana yang dikenakan oleh kedua mempelai adalah busana pengantin Jogja Paes Ageng, dan busana orang tua pria dari kedua mempelai menggunakan Surjan, Keris, Jarik dan Blankon, sedangan untuk para ibu menggunakan kebaya berwarna merah dengan kombinasi gold dan kain jarik.

Untuk keluarga besar, busana wanita menggunakan kebaya dengan perpaduan warna merah dan crème yang dipadukan dengan Jarik, sedangkan pria menggunakan Surjan berwarna gold lengkap dengan Jarik, Keris dan Blankon. Sedangkan untuk para Bridesmaids dan Groomsmen, Riris menyiapkan seragam berwarna gold dan merah.

 

Karena keluarga Riris memiliki hobi berkuda, sebelum memasuki ruangan Resepsi, Riris dan Andre diantar dari hotel menuju ke gedung resepsi menggunakan kereta kencana yang ditarik oleh dua ekor kuda putih. Sebelum acara Resepsi dimulai, mereka menjalankan Prosesi Panggih yang diikuti oleh Kirab menuju pelaminan dengan dipimpin oleh edan-edanan yang bermakna ‘menolak bala.’ Setelah tiba di pelaminan mereka menjalankan Proses Tampa Daya, Dahar Klimah dan Sungkeman kepada kedua orang tua.

Riris dan Andre mengaku bahagia karena acara Resepsi berjalan dengan lancar dengan dihadiri oleh lebih dari 4000 tamu. “Selama acara berlangsung rasanya sangat bahagia, tidak ada rasa lelah sama sekali walaupun harus berdiri berjam-jam di atas pelaminan,” kenang Riris. Para tamu undangan yang yang sedang mengantre untuk bersalaman pun bisa menyaksikan live performance mengenai cara membatik dan beberapa tarian tradisional Jawa. “Sejak awal kami ingin acara pernikahan kami juga dapat memberikan pandangan mengenai budaya Jawa kepada para tamu,” tambahnya.

Bagi Riris dan Andre, momen yang paling berkesan dari rangkaian acara pernikahan mereka adalah momen Sungkeman, karena di momen itu mereka meminta restu dari kedua orang tua agar rumah tangga mereka selalu bahagia. “Di momen itu kami juga mengucapkan terima kasih karena telah membesarkan kami dan selalu memberikan yang terbaik untuk kami. Di momen ini air mata aku dan Andre beserta orang tua sudah tidak bisa dibendung,” ujar Riris haru.

Sedangkan tantangan terbesar yang mereka rasakan dalam mempersiapkan acara pernikahan ini adalah komunikasi yang harus selalu mereka jaga karena kesibukan masing-masing, sehingga persiapan dapat berjalan dengan baik.

Top 3 vendor pilihan Riris:

1. Kartini Griya Rias Pengantin

“Ibu Listiani Sintawati merupakan MUA, Paes sekaligus pemangku adat acara pernikahan kami. Beliau dan Tim yang memandu kami dalam semua prosesi acara sangat komunikatif dari sebelum Hari H. Bahkan, saat kami bingung mengenai ketentuan adat yang belum kami ketahui, beliau dan tim selalu memberi arahan.”

2. Klasik Wedding Organizer

“Ibu Wening dan Tim selalu memantau dan memastikan semua berjalan dengan rapi. Terkadang, karena kami memiliki kegiatan masing-masing, ada hal yang terlupa. Tapi tim klasik WO sudah meng-handle semua tanpa perlu kami ingatkan, bahkan jika ada yang belum kami masukkan ke dalam list, mereka selalu mengingatkan.”

3. Al Buruuj Catering Yogyakarta

“Mulai dari awal prosesi adat sampai resepsi, semua catering di-handle oleh Al Buruuj. Rasa makanannya enak. Bukan hanya keluarga aku saja yang beropini seperti itu, tetapi tamu undangan banyak yang bilang makanannya enak banget. Pada saat resepsi berlangsung pun semua meja rapi dan tidak ada piring kotor. Karena tim Al Buuruj sudah menyiapkan Tim yang sangat berkomitmen.”

Riris juga memberikan tips buat kamu yang sedang mempersiapkan acara pernikahan:

“Jangan terlalu tegang dan panik. Nikmati semua prosesnya, walaupun banyak menyita pikiran tapi tetap tenang dan santai. Pasti seru banget, karena proses mempersiapkan pernikahan adalah hal yang akan dikenang seumur hidup. Selalu berdoa dan rajin berkomunikasi dengan pasangan, keluarga dan semua yang terlibat di hari pernikahanmu.”

×