Pernikahan Adat Jawa Jihan dan Tatok di Semarang

Style Guide

Venue Hotel

The Vendors Who Made This Happen

Resepsi

Berkenalan dari teman ke teman, Jihan dan Tatok berkenalan dari salah satu mutual friend mereka pada tahun 2005. Namun, karena sama-sama tarik ulur dan enggan untuk berkenalan lebih dekat. Alhasil, mereka baru sama-sama jujur dan memutuskan untuk berpacaran di akhir tahun 2006.

“Kita emang pacaran 10 tahun, tahun 7,5 tahun dari hubungan kita adalah hubungan LDR.”

Awalnya, Jihan dan Tatok hanya menjalani hubungan LDR Jakarta dan Semarang, namun beberapa waktu kemudian keduanya dipisahkan kembali dengan jarak yaitu antara Jakarta, Indonesia dengan Tampa, Florida.

“Jakarta-Semarang sih masih dekat. Tapi Jakarta-Tampa? Beda cerita! Di Jakarta baru mulai aktivitas, di Tampa udah malam, waktunya istirahat, begitu juga sebaliknya. Makanya, bertahun-tahun menjalani hubungan LDR, di saat keduanya memutuskan untuk hidup bersama dengan menikah, semua orang berkomentar, “Ya ampun! Akhirnya ya!”.Karena sudah lama bersama dan sama-sama sudah yakin dengan masing-masing bahwa akan hidup bersama, tak perlu proposal romantis dari Tatok untuk akhirnya melamar sang kekasih. Pasalnya, waktu mereka selesai nonton bioskop dan makan di dekat rumah, tiba-tiba Tatok membuka obrolan, “Kamu udah siap kan ya seumur hidup bareng-bareng aku terus?”

Karena Jihan merasa Tatok hanya berbasa-basi dan bercanda, makanya ia enggan menjawab pertanyaan Tatok tersebut. Namun, karena Tatok sebenarnya juga sudah mengetahui jawaban Jihan, Tatok melanjutkan, “Ya udah, pas aku pulang berikutnya, kita lamaran ya!”.

“Di situ aku baru sadar kalau lagi dilamar dan aku bilang, ‘loh, itu tadi aku lagi dilamar?’. Dia jawab dengan senyuman aja.”

Empat bulan setelah proposal yang sangat penuh makna dan juga romantis meski tanpa cincin dan juga kejutan tersebut, mereka berhasil mengadakan pesta pernikahan impian mereka. Karena waktu persiapan cukup singkat, Jihan merasa memiliki kesulitan tersendiri untuk berkomunikasi dengan vendor mengingat bahwa ia kerja di Jakarta sedangkan kebanyakan vendor berdomisili di Semarang. Sampai-sampai, di bulan pertama persiapan, ia selalu mengirim foto setiap ada konsep atau referensi inspirasinya.

Jihan merupakan wanita berdarah Jawa dan momen dipaes merupakan momen yang sangat ia tunggu-tunggu. Meski ia sempat merasa khawatir karena takut merasa paesnya terlalu besar untuk ukuran wajah dan juga badannya yang mungil, namun ternyata Paesnya sangat sesuai dengan postur tubuhnya.

Untuk dekorasi, Jihan dan Tatok sepakat untuk mengadakan pernikahan yang sederhana, simple namun sakral dengan nuansa warna hijau, ungu dan biru dengan konsep taman dan juga sajian musik Jawa.

Yang paling menarik bagi Jihan dan Tatok adalah SDE atau “Same Day Edit” yang dipersiapkan oleh videografer untuk diputarkan di tengah-tengah acara, “Ternyata di video itu berasa sekali sakralnya momen akad nikah dan berhasil membuatku terharu!”

Tips untuk brides to be:

1. Jauhi sugesti untuk kata-kata drama dan bridezilla

“Ini adalah hal yang penting, kalau di awal sudah ada sugesti bahwa persiapan pernikahan akan terjadi banyak drama atau bridezilla adalah hal yang wajar untuk calon pengantin, bisa dipastikan persiapan pernikahanmu akan banyak drama yang bisa menghilangkan aura calon pengantinmu karena emosi yang meluap dari hal kecil yang tidak sesuai dengan keinginan. Terima masukan dari orang tua dan keluarga secara santai. Tak perlu langsung bad mood dengan alasan lagi bridezilla, hal tersebut bisa membuat orang sekitar juga tidak nyaman. You don’t have to be a bridezilla!”

2. Percayakan para vendor untuk mengembangkan idenya

“Menurutku calon pengantin hanya perlu menentukan konsep acara keseluruhan dan mempercayakan vendornya untuk berkreasi. Kalau kita terlalu rewel, bawel, banyak mau dan bahkan terlalu mendetail akan hal yang kurang perlu, vendor jadi terbatas untuk mengembangkan idenya. Terkadang, mereka bisa merasa tidak nyaman duluan dan akan mempengaruhi cara mereka meng-handle acara kita. Jadi, kalau kita mempercayakan kepada vendor, mereka jadi punya komitmen untuk membuat acara semaksimal mungkin yang tidak akan mengecewakan.”

Top 3 vendor:

1. @Modiste_liesty

“Ini penjahitku dari zaman aku SMA. Untuk kebaya apapun, aku selalu percayakan kepada Mba Tri. Jadi, untuk pernikahan, tanpa basa-basi dan lihat sana-sini, aku langsung pilih Mba Tri.”

2. @Cariyosal  x @krdrnck x @okkipriambodo

“Timnya kooperatif, cepat dan sigap. Mereka berhasil mengabadikan setiap momen dengan sempurna. Jadi pas melihat hasil fotonya bisa terlihat sakral.”

3. Diah Kharisma Dekorasi

“Satu bulan sebelum acara, percaya nggak percaya, aku memutuskan untuk memilih vendor ini. Tapi ternyata, hasilnya sangat memuaskan. Semua detail yang aku inginkan, mulai dari hewan burung hidup, sangkar, nuansa bunga, panggung gamelan, sampai suasana ruang resepsi, semuanya diwujudkan oleh Mas Nanang.”