Pernikahan Adat Jawa Jogja ala Kania dan Restama

Style Guide

Venue Hall

The Vendors Who Made This Happen

Pengajian & Midodareni
Akad Nikah
Resepsi Pernikahan

Perkenalan Kania dan Restama bermula dari Kania yang berkunjung ke restoran milik Restama yang baru dibuka di Kota Bogor. Kebetulan, saat itu Kania diundang untuk datang oleh salah satu teman Kania yang merupakan Public Relation dari restoran itu. Namun perkenalan itu tidak berlanjut karena memang mereka berdua masih fokus dengan dunia mereka masing-masing. Lucunya, sebenarnya Restama sudah mulai memperhatikan Kania sejak SMA kira-kira 13 tahun yang lalu saat Kania dan teman-temannya datang ke Hotel Salak Bogor untuk menonton konser band Maliq & D’Essential, namun saat itu Restama hanya sebatas memperhatikan Kania saja, tidak sampai berkenalan.

Di tahun 2015, saat Kania sedang menyiapkan pesta kejutan untuk hari ulang tahun adiknya yang bernama Inka, tiba-tiba restoran tempat Kania dan teman-temannya merencanakan acara tiup lilin tepat di tengah malam tutup lebih awal dari biasanya. Karena panik, Kania kemudian merencanakan backup plan dengan menghubungi dua orang yaitu Restama dan rekannya untuk menjalankan rencana kejutannya di restoran milik Restama. Berhubung rekan Restama yang membalas, akhirnya ia membantu pesta kejutan untuk Inka dan seluruh acara berjalan dengan lancar.

Lucunya lagi, Restama baru menyadari kalau Kania mengirim pesan kepadanya setelah seminggu berlalu. Saat Restama akhirnya membalas pesannya, Kania sedang berlibur di Bali bersama sahabat dan sepupunya. Merasa bersalah karena terlambat merespon pesan Kania, Restama menawarkan diri untuk mentraktir Kania di restoran miliknya sekaligus mengajaknya mencoba menu baru. Tanpa curiga, Kania mengiyakan dan mengajak temannya, yang kebetulan juga teman sekolah Restama, untuk ikut bersamanya. Berkat pertemuan itu, Kania dan Restama menemukan satu kesamaan unik, yaitu sama-sama menyukai air mineral Nestle Pure Life. Kesamaan unik itu pula yang akhirnya membuat hubungan keduanya semakin dekat dan mulai sering chatting lewat WhatsApp dan mulai sering ketemuan.

Dua bulan setelah itu tepatnya tanggal 16 Juni 2016, Restama memberanikan diri untuk menyatakan perasaanya kepada Kania yang mendapat sambutan positif dari Kania. Malam minggu pertama setelah itu, tanpa diduga Restama memberanikan diri untuk langsung melamar Kania. Saat itu mereka sedang berada di rest area Sentul dan Kania sedang excited menceritakan tentang teman-temannya kepada Restama untuk mengajaknya lebih mengenal mereka. Di akhir cerita, Restama langsung pop-up the question:

Restama      : “Ya sudah tahun depan ya.”

Kania             : “Apaan?”

Restama      : “Ya aku beresin thesis dulu, tahun depan kita nikah.”

Kalimat terakhir Restama langsung membuat Kania speechless. Melihat keseriusan Restama, Kania pun meyakinkan dirinya untuk mengetahui apakah Restama benar-benar orang yang terbaik untuknya.

Di bulan Juli 2016 tepatnya di Hari Raya Idul Fitri, Restama memberanikan diri mengajak Kania ke rumahnya dan memperkenalkan Kania kepada keluarganya. Kehangatan keluarga Restama yang merupakan anak tunggal di keluarganya, meluluhkan hati Kania yang akhirnya setuju untuk memperkenalkan Restama kepada kedua orang tua dan adiknya. Di bulan Oktober tahun yang sama, Kania memberanikan diri untuk menceritakan kepada keluarganya bahwa ia yakin Restama adalah yang terbaik untuknya, dan menyampaikan bahwa Restama juga sudah melamarnya. Proses pendekatan yang begitu cepat dan kecocokan yang terjalin diantara mereka membuat Kania yakin bahwa Restama adalah yang terbaik untuknya. Kania dan Restama hanya membutuhkan waktu lima bulan mulai dari perkenalan, berpacaran, sampai akhirnya Restama resmi melamar Kania di depan orang tua dan keluarga mereka berdua. Mereka pun langsung menentukan tanggal pernikahan yang jatuh di tanggal 16 Juli 2016. Kenapa 16? Karena kebetulan tanggal lahir Kania dan Restama jatuh di tanggal 16; Kania 16 Agustus dan Restama 16 Mei. Sebelum acara pernikahan, kedua keluarga menyelenggarakan acara lamaran tanggal 12 Maret 2016.

Bagi Kania, Restama adalah orang yang sangat simple namun sangat bertanggung jawab, dan mampu menghadapi sifat Kania yang cenderung perfeksionis. Selain itu Restama juga mampu mendukung Kania untuk bisa lebih bersikap spontan. Namun yang paling membuat Kania merasa nyaman dengan Restama adalah ia mampu menyesuaikan diri untuk hidup lebih teratur termasuk dalam mengatur pola makan, demi menyesuaikan diri dengan Kania yang telah lebih dulu menjalankan pola hidup sehat sejak lima tahun terakhir.

Sedangkan bagi Restama, Kania mampu mengajarkannya untuk hidup lebih teratur. Setelah dekat dengan Kania, Restama mengaku kalau jam tidurnya menjadi lebih teratur dan lebih semangat dalam menjalankan aktifitas. Kania juga menurut Restama adalah sosok yang pintar sehingga nyaman untuknya membahas hal apapun dan bertukar pikiran. Sebagai sosok yang sangat dekat dengan sang Ayah, Kania belajar bahwa kebahagiaan akan menjadi lebih indah apabila dapat dirasakan bersama orang yang kita sayangi. Hal ini yang membuat Kania menjadi sosok yang supel dan mudah bergaul, dan terbiasa untuk memikirkan orang-orang di sekitarnya. Dengan Kania, Restama merasa memiliki tujuan hidup yang sama yaitu membantu banyak orang disekitar mereka.

Keseluruhan susunan acara pernikahan Kania dan Restama menggunakan adat Jogja karena kedua orang tua Restama berasal dari Jogja, begitu juga Mama Kania. 100% konsep acara yang akan diselenggarakan ditentukan oleh Kania, kecuali untuk konsep musik. Untuk yang satu ini, semua dipercayakan kepada Restama. Menjadi pengantin dengan adat Jogja telah menjadi impian Kania sejak kecil dengan seluruh rangkaian acara termasuk proses Pingitan, Siraman, Midodareni, Akad Nikah, Resepsi dan Ngunduh Mantu. Dengan gelar Raden yang dimiliki, Restama juga merasa bahagia memiliki calon istri yang juga memiliki cita-cita yang sama.

 Selama melakukan persiapan acara, Kania dan Restama mereka menjadi lebih pandai dalam berkomunikasi, baik berdua maupun dengan orang tua mereka. “Rasa memiliki mertua dimulai sejak kami mempersiapkan pernikahan. Leganya, kami sepakat untuk selalu menjaga kekompakan dalam menjembatani komunikasi dengan orang tua dan mertua,” cerita Kania.

Tidak hanya dengan orang tua, Kania juga semakin dekat dengan vendor-vendor yang membantu persiapan acara pernikahannya sampai Tante Datie, vendor yang juga teman Mama Kania sejak SMP, menemani Kania dan Restama belanja batik ke Jogja. Tim WO yaitu Mba Roro dari Adhyakti juga sangat membantu Kania dalam mempersiapkan hari besarnya. Tidak ketinggalan juga sang Personal Assistant Nisa yang sangat profesional.

Dari seluruh proses acara yang dijalankan, yang paling berkesan bagi Kania adalah acara Sungkeman. Kania pun memutuskan untuk menulis sendiri semua yang ingin disampaikan kepada keluarganya saat acara sungkeman. Perlu waktu lama untuk Kania memberanikan diri menuliskan apa yang ingin diutarakannya, padahal sebenarnya ia hobi menulis. Lucunya, setiap ia mau mulai menulis, ia sudah keburu menangis. Namun akhirnya semua teks selesai seminggu sebelum acara dan langsung dikirim kepada Nisa (sang PA) dan tim WO. Nisa sontak menangis saat membacanya dan saat acara sungkeman berlangsung semua tamu sampai sang MC pun turut merasa terharu.

Kania sempat bimbang dalam memilih vendor dekorasi untuk acara resepsi pernikahannya. Dari beberapa vendor yang mengirimkan penawaran harga, vendor Gaia Nata mengirimkan penawaran yang paling sesuai dengan budget yang ada. Tante Ina dari Gaia Nata yang pertama bertemu dengan Kania dan kebetulan mirip sekali dengan Almarhum kakak kandung Mama Kania, mulai dari cara berpikir, cara bicara sampai dengan selera. Saat itu juga Kania langsung merasa cocok dengan Tante Ina.

Dekorasi acara resepsi mengangkat budaya Jawa. Saat memasuki ruangan resepsi tamu akan langsung melihat dekorasi khas adat Jawa dan disambut dengan lukisan Kania dan Restama di dalam piring, membuat tamu yang hadir merasa disambut langsung oleh sang pengantin. Untuk membuat suasana lebih berkesan Jawa, Kania juga menambahkan patung Loro Blonyo, Angkringan, lengkap dengan Jamu Gendhong dan koleksi gamelan lengkap. Uniknya, tamu yang hadir juga bisa mengajak anak-anak bermain di playground yang penuh dengan mainan khas Jawa dan mainan umum lainnya. Untuk pelaminan Kania tidak lupa menggunakan gebyok lengkap dengan bentuk rumah Joglo.

Untuk musik, Kania dan Restama memasukkan unsur musik kesukaan mereka yaitu Jazz. Berkat bantuan dari guru musiknya Idang Rasjidi, Restama berhasil menampilkan musik jazz lengkap yang bagus banget. Detail penataan suara juga dibantu oleh sahabat Kania yang sudah berpengalaman menangani acara nasional. Sebagai concert freak, Kania tidak lupa menyampaikan pesan kepada sahabatnya itu, “Pokoknya nanti semua tamu masih tetap bisa mengobrol dengan background kualitas music seperti konser nasional ya,” ujarnya.

Restama juga tidak lupa memberikan satu kejutan yaitu mengganti nomor asli mobil kesayangannya saat akan digunakan sebagai mobil pengantin. Ide plat nomor itu muncul sebagai kejutan tanpa ada alasan khusus, dan nomor itu pun Restama pesan di pasar dengan biaya yang juga tidak terlalu mahal.

Dalam mempersiapkan acara pernikahannya, vendor apa saja yang dipilih oleh Kania sebagai top 3 vendornya? Yuk simak penjelasannya Kania berikut.

1. Peony Wedding Invitation

Peony mewujudkan mewujudkan keinginan Kania. Design undangan pernikahan Kania dan Restama dibuat dalam bentuk notebook yang dapat digunakan lagi setelah acara selesai. Banyak sekali penerima undangan yang sangat kagum dan merasa dihargai saat menerima undangan tersebut.

2. Adhyakti Wedding Organizer

Bagi Kania yang semuanya serba terencana, memilih WO menjadi hal yang sangat menantang. Fortunately, Adhyakti datang dan membuat Kania jatuh hati. Seluruh tim Adhyakti termasuk Mbak Roro dan Nisa telah membuat pernikahan berjalan beyond expectation. “Vendor turns into bestfriends is the most perfect way to elaborate what Adhyakti means to me,” cerita Kania.

3. Le Motion Photography

Le Motion selalu ada mulai dari acara Lamaran, Pengajian, Siraman, Midodareni, Akad Nikah, Panggih, Resepsi, sampai Ngunduh Mantu. Theo selalu santai dengan piawai mengambil momen video sesuai keinginan Kania, Andri yang sangat mengerti karakter Kania yang sangat detail, dan Rizki yang sabar banget dan selalu mengingatkan tamu diatas pelaminan untuk mendapatkan gaya terbaik, plus tidak bosan-bosan mengingatkan Kania dan Restama untuk tetap tersenyum.

Seluruh proses persiapan acara merupakan pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan bagi Kania dan Restama, namun yang paling penting bagi mereka adalah komunikasi yang terjalin sangat baik, apresiasi yang luar biasa bagi seluruh pihak yang membantu, dan rasa bersyukur yang tak henti-hentinya mereka panjatkan karena seluruh rangkaian acara berjalan dengan sangat lancar.

1. Komunikasi

Waku yang dingkat untuk saling mengenal tidak menjadi halangan karena keduanya memiliki cara komunikasi yang efektif. Sebaik-baiknya pasangan adalah yang dapat mengkomunikasikan keinginan satu sama lan.

 2. Apresiasi

Momen paling indah adalah saat kirab yang merupakan proses berbaris dengan keluarga besar menuju pelaminan, yang membuat aura Kania dan Restama terlihat sangat bahagia. Para sahabat yang ikut berdandan adat Jawa pun ikut melakukan kirab. Kebahagiaan mereka bertambah melihat seluruh gedung sudah penuh dengan tamu undangan. Kania dan Restama memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas dukungan yang diberikan oleh semua pihak, termasuk keluarga, sahabat dan seluruh tamu undangan.

 3. Bersyukur

Tidak sekedar mewah dan mahal, resepsi diselenggarakan untuk tidak henti-hentinya bersyukur atas rezeki yang dilimpahkan dari Allah SWT. Bersyukur bertemu jodoh tanpa halangan langsung menuju pelaminan, bersyukur mempunyai banyak sahabat yang membantu memudahkan penyelenggaraan pernikahan, bersyukur atas keluarga besar yang turut membantu seluruh proses acara yang berlangsung.

Tidak ketinggalan Kania juga memberikan tips bagi para bride-to-be yang sedang mempersiapkan acara pernikahan. Yuk kita simak tips dari Kania berikut.

1. Konsep

Banyak pengantin hanya terpatok dengan tema yang diinginkan, namun tanpa konsep. Sebaiknya, dalam menyelenggarakan sebuah acara pernikahan, komunikasikan konsep yang diinginkan secara detail. Bagi Kania, konsep yang paling utama dalam pernikahannya adalah kenyamanan bagi tamu undangan dengan tema Jogja. Jadi tidak melulu batik atau rumah Joglo saja yang dipikirkan. Kania bahkan menyiapkan playground untuk anak-anak para sahabat bermain serta service valet parking dipernikahannya. Hal ini sangat menunjang mengingat pernikahannya berlangsung di Bogor.

2. List of vendor

Batasi daftar vendor menjadi 3 saja saat melakukan survei. Terlalu banyak survey hanya akan menambah bingung dan menciptakan konflik berlarut-larut. Saat memilih vendor, Kania lebih melihat karakter orang yang akan terlibat langsung. Rekomendasi dari sahabat yang dipercaya juga sangat penting dan dapat mempermudah proses memilih vendor. Intinya, pilih vendor yang dapat berkomunikasi dan memvisualkan keinginan kita dengan baik.

3. Beautify

Tidak selamanya yang paling mahal dan paling terkenal meriupakan yang terbaik. Semua dikembalikan kepada pengantin itu sendiri dalam menyampaikan konsep. Buatlah rapat dengan seluruh vendor dan panitia 1 bulan sebelum acara. Biarkan mereka mendengar secara keseluruhan konsep yang diinginkan dan bagaimana mereka memvisualisasikannya. Jangan juga terlalu mengatur vendor. Kepercayaan adalah kunci yang terpenting. Percaya bahwa vendor yang terpilih adalah orang-orang dengan darah seni hebat dalam mewujudkan impian pengantin. Biarkan para seniman itu berkreasi. “Believe me, it will beautify your wedding dream,” tutup Kania singkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *