Pernikahan Adat Jawa Ria dan Bogy

By Valeska on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Balai Komando Pasukan Khusus

Event Styling & Decor Tiara Dekorasi Abadi

Photography Little Story

Videography Fotologue

Bride's Attire Sanggar Liza

Make Up Artist Ambar Paes

Jewellery & Accessories Ambar Paes

Groom's Attire Sanggar Liza

Catering Dwi Tunggal Citra

Wedding Entertainment Sundari Soekotjo

Wedding Organizer Rose Petal WO

Wedding Reception

Venue Sasono Utomo

Event Styling & Decor Tiara Dekorasi Abadi

Photography King Foto

Videography King Foto

Bride's Attire Sanggar Liza

Make Up Artist Ambar Paes

Jewellery & Accessories Ambar Paes

Groom's Attire Sanggar Liza

Catering Akasya

Wedding Entertainment Payung Teduh

Wedding Organizer Rose Petal WO

Pernahkan kamu mendengar istilah ‘hitungan weton’? Hitungan weton adalah perhitungan nilai-nilai tertentu yang ditentukan dari nama-nama hari dan biasa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang menganut adat istiadat Jawa. Dari hitungan weton, dapat ditentukan hal-hal apa saja yang boleh dilakukan, cara melakukannya, dan kapan melakukannya. Tidak hanya itu, hitungan weton juga dapat menentukan hari pernikahan. Ya, kisah pernikahan hari ini datang dari Ria dan Bogy yang menggunakan hitungan weton untuk menentukan tanggal pernikahan mereka. Menurut Ria, keluarganya memang menginginkan Ria menikah dengan menggunakan adat Jawa. “Yang melakukan perhitungan weton untuk menentukan tanggal pernikahan pun mbah saya sendiri,” tambah Ria.

Seperti pernikahan adat Jawa pada umumnya, Ria juga mengadakan prosesi siraman dan midodareni. Ria mengakui bahwa prosesi midodareni yang ia adakan tidak besar-besaran. “Ayah saya memberikan wejangan kepada Bogy secara langsung. Secara terpisah, ayah saya juga menasihati saya untuk terus berzikir dan berdoa sebelum akad nikah keesokan harinya,” tutur Ria. Unsur adat Jawa yang sangat kuat dalam pernikahannya ternyata memberikan kesan tersendiri bagi Ria, terutama pada saat prosesi akad nikah. “Akad nikah itu momen yang paling berkesan! Saya sangat suka riasan saya, prosesi panggih yang kami lakukan, musik keroncong dan campur sari yang menjadi hiburan bagi para tamu undangan, dan saya bersama Bogy bisa berbaur dengan tamu undangan.”

The Bride Dept sangat menyukai kebaya yang Ria kenakan pada saat prosesi siraman, karena warnanya yang soft dan potongannya yang sangat cantik! Ria mengatakan bahwa ide kebaya tersebut sebetulnya datang dari Ibu Woro Indah yang menjahitkan kebaya untuk prosesi siramannya. “Pada dasarnya, aku ngga mau kebaya yang terlalu pas di badan dan aku juga ngga mau kebaya yang modelnya pasaran. Nah, saat itu Ibu Woro Indah lagi tergila-gila dengan model kebaya Melayu. Kami gabungkan ide dan hasilnya adalah kebaya siramanku.”

Selain kebaya siraman, dekorasi akad nikah dan resepsi pernikahan Ria dan Bogy juga sangat cantik. Kepada Tiara Dekorasi Abadi yang menjadi vendor dekorasi pilihannya, Ria meminta beberapa hal spesifik untuk akad nikahnya, antara lain gebyok putih sebagai pelaminan dan bunga yang berwarna biru. “Ibu saya dan ibunya Bogy kan mengenakan baju berwarna biru, jadi saya mau ada bunga yang senada dengan baju ibu saya dan ibunya Bogy. Saya juga meminta bunga-bunga juntai, karena saya ingin menikah di bawah bunga-bunga tersebut,” papar Ria. Untuk resepsi pernikahannya sendiri, Ria meminta jalur pelaminan yang mengunakan vinyl bermotif kayu, bukan karpet merah seperti kebanyakan pengantin. Ria juga meminta pelaminan yang didominasi warna emas dan bunga berwarna ungu dan pink. Selain itu, area VIP juga dihiasi dengan lampu-lampu yang menjuntai.

Pernikahan Ria dan Bogy telah dipersiapkan sejak bulan Februari 2015. Mengingat kedua orang tua Ria yang menetap di luar kota, Ria mengakui bahwa komunikasi dengan orang tuanya sempat menjadi hambatan. “Saya tinggal di Jakarta, sedangkan orang tua saya tidak. Awalnya agak susah menyesuaikan keinginan hehehe,” ungkap Ria jujur. Untungnya, Bogy selalu memberikan dukungan kepada Ria dalam persiapan pernikahan ini, terutama dukungan secara mental. “Kalau dalam menentukan konsep acara dan memilih vendor sih peran Bogy ngga banyak ya, tapi Bogy memberikan saya kebebasan untuk menentukan apa yang saya mau. Saya bersyukur banget untuk itu. Bogy juga selalu menenangkan kalau saya udah mulai pusing atau panik, so he really really helps!

Jika melihat kembali kisah cintanya dengan Bogy, Ria dengan mantap mengatakan bahwa Bogy amat sangat tidak romantis. “Saya tuh diajak pacaran sama dia sekaligus dilamar. Katanya begini, ‘Ri, aku cari calon istri. Kamu mau ngga jadi calon istriku? Kalau mau, kita lanjut. Kalau ngga, ya ngga usah.’ Ngga romantis banget, kan?” kenang Ria. Rupanya Bogy tiba-tiba saja memutuskan ingin memiliki calon istri dan teringat Ria yang satu fakultas dengan dirinya dulu. Bogy mencoba mencari kontak Ria melalui teman kuliahnya. Setelah mulai saling kontak, Bogy pun memberanikan diri untuk mengajak Ria jalan. “Tapi pas pertama kali jalan bareng juga kami ngga banyak mengobrol, karena selama kuliah ngga saling kenal. Lucu sih memang kalau diingat-ingat cerita aku dan Bogy, tapi sejujurnya sejak masih kuliah dulu aku punya feeling bahwa Bogy akan jadi seseorang yang penting dalam hidupku,” kata Ria lagi. Well, just like people say, when you know, you just know. Setuju, brides? 😉

Top 3 vendors pilihan Ria:

Ambar Paes

“Mbak Ambar luar biasa banget! Selain hasil paes dan sanggul yang sempurna, hasil riasan Mbak Ambar juga bagus bangeeet! Banyak yang bilang aku terlihat manglingi hehehehhe. Mbak Ambar juga baik hati sekali dan amat sangat membantu aku dan keluarga pada hari H.”

Rose Petal WO

“Tim ini sangat sangat membantu, baik saat persiapan pernikahan maupun pada saat hari H, tapi paling terasa bantuannya sangat hari H. Alhamdulillah, dengan dibantu Rose Petal WO, pusingku minimal sekali.”

Little Story Photo

“Diza dan Abang Ulus amat sangat membantu aku dan Bogy selama hari H. Mereka profesional sekali dan ngga pelit. Jatah photo booth yang mestinya hanya 3 jam rela mereka perpanjang supaya aku dan Bogy bisa foto-foto di photo booth saat akhir acara.”

Tips untuk brides-to-be dari Ria:

Setiap pasangan pasti menginginkan acara pernikahan yang sempurna, bahkan tidak sedikit yang memaksakan budget atau menghabiskan banyak waktu mencari vendor terbaik. Saran saya, sebelum mulai menghubungi para vendor, sebaiknya setiap pasangan menetapkan budget terlebih dahulu. Setelah itu, supaya tidak menghabiskan banyak waktu mencari vendor yang lebih baik terus-terusan, alangkah baiknya jika setiap pasangan meyakini bahwa vendor yang tersedia untuk mereka sudah yang paling baik.

Agar tidak menghabiskan banyak waktu dalam proses persiapan sekaligus untuk menghindari perselisihan dengan keluarga, ada baiknya untuk mendiskusikan konsep pernikahan dengan keluarga terlebih dahulu, terutama dengan kedua orang tua kedua calon pasangan pengantin.

Setelah menentukan venue dan membayar uang muka, ada baiknya mengunjungi percetakan undangan terlebih dahulu, terutama jika waktu persiapan pernikahannya tidak banyak seperti saya. Tidak usah terlalu muluk dalam menentukan desain undangan yang unik, baiknya lihat-lihat dulu di Pasar Tebet karena pilihan desain undangan di sana banyak.

Terakhir, get help! Mengurus persiapan pernikahan bisa jadi gampang-gampang susah. Carilah bantuan dari saudara, teman, atau tenaga profesional seperti WO. Jika sudah mengurus pernikahan sendiri sejak awal, ada baiknya melakukan serah terima tugas kepada WO 2 bulan sebelum hari H. Dengan serah terima tugas, kamu tidak lagi pusing ditanyai ini itu. Mencari bantuan sejak awal ini penting, karena bagaimanapun juga kamu tidak bisa turun tangan secara langsung pada hari H.