Pernikahan Adat Jawa Solo Klasik ala Titi dan Lukman

By Leni Marlin on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Menara 165

Event Styling & Decor Rumah Kampung Decor

Photography Antijitters Photo

Bride's Attire Merras

Make Up Artist Ibu Heru Mangkunegaran Solo

Seserahan Rose Arbor Seserahan

Catering Akasya

Resepsi

Jodoh selalu datang dengan cara yang unik dan tak terduga. Awalnya, Titiani dan Lukman pertama kali bertemu justru saat Titiani hendak dijodohkan dengan seseorang yang tak lain adalah teman Lukman. “Lukman itu sepupu sahabatku. Rencananya, aku mau dijodohin sama temannya Lukman. Saat itu, Lukman masih punya pacar,” cerita Titiani. Namun, yang terjadi kemudian adalah mereka berdua justru berpacaran selama 1,5 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah.

Persiapan Pernikahan

He prepared a really sweet proposal on my birthday,” tutur Titiani. Ia pun bercerita, setelah birthday dinner, Lukman mengajak Titiani ke private movie theatre untuk menonton. Di tengah-tengah film, Lukman ternyata menyisipkan video yang berisi ucapan selamat ulang tahun dari teman-teman Titiani dan artis favoritnya.

“Di akhir video, Lukman melamar aku. Ternyata, di sana teman-teman terdekatku udah ngumpul. Aku nggak bisa berhenti menangis saking terharunya. Padahal Lukman pernah bilang nggak ada sweet proposal lagi karena dia udah ngomong langsung ke orangtuaku,” ujar Titiani.

Setelah itu, Titiani dan Lukman mulai mempersiapkan pernikahan. Kurang lebih 10 bulan mereka berusaha menyelesaikan segala hal yang diperlukan. Tantangan terbesar menurut Titiani adalah membawa perias langsung dari Solo. “ Baju resepsiku juga dijahit di Solo karena aku ingin benar-benar sesuai pakem adat Solo. Jadi, aku sempat beberapa kali bolak-balik Solo untuk fitting dan lain-lain.”

Perias yang dipilih Titiani di momen spesialnya itu adalah perias di Keraton Mangkunegaran Solo. “Jujur, aku sempat khawatir saat dipaes karena selama proses itu aku sama sekali nggak boleh lihat cermin. Selama dipaes, aku berdoa aja dalam hati supaya hasilnya bagus dan manglingi.”

Dilengkapi Dekorasi Cantik

Titiani bersyukur, rangkaian acara yang telah disiapkan berjalan dengan lancar. Baik acara siraman dan midodareni pada H-1 maupun prosesi panggih setelah akad. Titiani dan Lukman memang menggunakan adat Solo lengkap untuk pernikahan mereka ini.

Untuk dekorasi, Titiani sebenarnya menginginkan pernikahan dengan venue outdoor dilengkapi nuansa taman dan bunga-bunga yang cantik. “Karena berbagai pertimbangan, orangtuaku dan Lukman nggak setuju. Jadi, aku mencoba membawa suasana tamannya saja.”

Dibantu Mbak Niar dari Rumah Kampung Decor sembari browsing di Pinterest, Titiani mematangkan konsep dekorasi yang diinginkannya, mulai dari palette warna hingga layout. “Pas hari-H, aku sempat amazed karena hasilnya benar-benar beyond my expectation. Apalagi ditambah lighting, dekorasinya menjadi hidup. Dinding gedung yang sudah ditutupi kain hitam pun mendukung suasana seperti malam hari di outdoor,” jelas Titiani.

Berikut top 3 vendor pilihan Titiani yang mendukung kesuksesan acara tersebut:

1. Pasoetri

“Kerjanya rapi, detail. Mereka juga cepat tanggap,” puji Titiani. Tim Pasoetri, terutama Uti dan Reni, menurut Titiani sangat membantu perencanaan pernikahan mereka mulai A-Z. “Pokoknya beres semua deh.”

2. Antijitters

“Dari awal liat feed Instagram Antijitters, aku langsung jatuh cinta pada hasil fotonya yang cantik. Meutia dan tim pinter banget menangkap momen-momen penting kami”. Selain itu, Titiani juga sangat terkesan dengan cara komunikasi mereka yang sopan kepada orang yang lebih tua.

3. Akasya Catering

Awalnya Akasya bukan rekanan di wedding venue yang dipilih Titiani dan Lukman. Dua bulan kemudian, mereka mendapat kabar jika Akasya adalah rekanan sehingga bisa digunakan. “Karena saat lamaran udah pakai Akasya dan hasilnya terjamin, kami langsung menghubungi mereka. Alhamdulillah mereka bisa di tanggal yang kami tentukan. Kami puas banget dengan Akasya. Dekorasinya elegan. Semua makanannya enak banget sampai menjadi trending topic di grup Whatsapp orangtua kami,” ujar Titiani tertawa.

Bagi Titiani, selain menjadi titik awal memulai kehidupan berumah tangga, hari itu juga semakin spesial karena bertepatan dengan ulang tahun sang Ibunda. “Sebelumnya aku udah koordinasi dengan WO, band, dan teman-teman Ibu untuk menyiapkan surprise. Setelah salam-salaman selesai, band mainin lagu Mama dari Boyz II Men. Adikku dan teman-teman Ibu membawa kue ke pelaminan. Ibu langsung nangis terharu,“ tutur Titiani.

Untuk para brides to be, Titiani memberi tips, “Dibawa seneng aja. Jangan terlalu stres. Kalau ada selisih paham, usahakan mencari jalan tengahnya. Kalau kalian pasangan yang sama-sama bekerja, aku saranin banget pakai WO. Mereka akan sangat membantu persiapan pernikahan kalian di tengah kesibukan pekerjaan masing-masing. Menjelang hari-H, perbanyak doa dan ibadah agar dimudahkan dan dilancarkan semua prosesnya.”