Pernikahan Adat Melayu Deli Nina dan Zakie

By Friska R. on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Nina dan Zakie menikah pada 10 Januari 2015 di Dua Mutiara Grand Ballroom, JW Marriot Mega Kuningan Jakarta. Pesta pernikahan ini mengusung adat Melayu Deli secara keseluruhan. Keduanya pertama kali bertemu ketika kuliah di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tahun 2007. Zakie merupakan kakak tingkat dari Nina. Awalnya mereka hanya suka-suka biasa saja, tidak lebih. Hanya chatting saja menggunakan MSN selama 4 bulan.

Hingga akhirnya mereka mendengar bahwa Nouvelle Vague akan menggelar Live in Concert di Singapura. Zakie pun meminta Nina untung datang bersamanya ke konser tersebut. Mereka telah berkencan sejak 14 Mei 2007. Setelah lama menjalani masa pacaran, Zakie lulus kuliah pada tahun 2010 dan harus melanjutkan kuliah S2 di Melbourne, Australia. Sedangkan Nina masih menjalani ujian akhirnya untuk meraih gelar S1. Nina mendapatkan gelar sarjananya pada Januari 2011. Kemudian ia memiliki keinginan untuk menyusul Zakie ke Melbourne. Pada Oktober 2013 mereka pun kembali ke Jakarta bersama. Tiba-tiba pada bulan Maret 2014, Nina tidak menyangka bahwa akan ada pertemuan keluarga. Di dalam pertemuan tersebut, mereka merencanakan bahwa acara lamaran akan diadakan pada 13 September 2014. Sedangkan akad nikah dan resepsi digelar pada 10 Januari 2015, genap setelah mereka berpacaran selama 8 tahun.

Selama persiapan pernikahan pada tahap awal, Nina tidak memiliki gambaran jelas untuk mencari di mana vendor yang bisa mewujudkan pernikahan impiannya. Hingga akhirnya teman mama Nina menyarankan untuk menghubungi Alm. Pak Haidir dari Amelia Istana Budaya Melayu. Pihak Amelia Istana Budaya Melayu ternyata sudah mempersiapkan seluruh perlengkapan, mulai dari pelaminan hingga detail lainnya pada dekorasi.

Alasan Nina dan Zakie memilih adat Melayu Deli karena seluruh pihak sangat suka dengan adat in, cukup unik dan meriah. Memang adat ini kebetulan tidak jauh berbeda dari adat mama Nina sendiri, yaitu Palembang. Sebenarnya adat ini berasal dari mama Zaki. Walaupun seminggu setelah resepsi sempat digelar kembali adat dari papa Zakie, yaitu Upacara Mangupah (Adat Mandailing) yang dilaksanakan di rumah. Kemudian pada saat akad nikah, mereka mengadakan acara tepung tawar dan makan hadap-hadapan setalah prosesi sungkeman. Tepung tawar ini dilangsungkan oleh orang-orang Melayu agar pengantin diberkahi. Sedangkan acara makan hadap-hadapan merupakan kegiatan menyantap makanan yang telah dihidangkan bersama pihak kedua keluarga pengantin.

Beberapa top vendor pilihan Nina dan Zakie dalam pernikahan mereka antara lain Amelia Istana Melayu, Rolas Decor, dan Petty Kaligis. Untuk Amelia Istana Melayu, alasannya karena vendor ini benar-benar mempersiapkan seluruh detail acara pernikahan Nina dan Zakie mulai A hingga Z. Selain itu, beberapa orag yang ada di vendor ini juga memiliki selera humor yang tinggi. Sehingga Nina dan Zakie tetap santai dan tidak stres. Pelaminan untuk acara resepsi juga telah dikombinasikan dengan rumah-rumahan Melayu yang khas. Sedangkan background karya dari Suryo Decor juga sangat cantik.

×