Pernikahan Adat Palembang Modern a la Rienna dan Varyan

Style Guide

Venue Hotel

The Vendors Who Made This Happen

Masih ingat ulasan The Bride Dept mengenai acara lamaran cantik Rienna dan Varyan yang bertema Green Rustic bulan Februari yang lalu? Nah, baru-baru ini Rienna dan Varyan menggelar acara pernikahan mereka yang dikemas dengan elegan dengan mengangkat budaya Palembang, dan The Bride Dept berkesempatan untuk mengulas acara tersebut. Mau tahu cerita lengkapnya? Yuk langsung aja simak ulasannya berikut ini.

Acara pernikahan Rienna dan Varyan diselenggarakan di The Ritz Carlton Jakarta dengan mengangkat budaya Palembang. Sejak dulu, Rienna memang sudah memiliki impian suatu hari ia dapat menyelenggarakan acara pernikahan dengan berlatar belakang budaya Palembang, Sumatera Selatan. Impian Rienna pun terwujud karena acara pernikahannya dengan Varyan diselenggarakan dengan mengangkat budaya Palembang yang lengkap. Diawali dengan prosesi suap-suapan dan cacap-cacapan, Reinna juga tampil cantik dengan menggunaan headpiece khas Palembang yang disebut Aesan Gede, serta aksesoris khas Palembang lainnya yang menawan.

Untuk dekorasi, Rienna menyerahkan semua pemilihan desain dan perencanaan kepada orang tuanya yang sejak awal memang ingin sekali menggunakan pelaminan dan dekorasi Palembang untuk acara pernikahan Rienna, anak perempuan mereka satu-satunya. Rienna meminta bantuan kepada vendor Watie Iskandar yang juga merupakan pilihan orang tua Rienna karena kebetulan kedua orang tua Rienna sudah lama mengenal pemiliknya yaitu Tante Watie. Untuk acara Akad Nikah, Rienna hanya meminta satu hal yaitu pemilihan warna bunga yang soft dan clean sehingga dapat membangun suasana akad nikah menjadi lebih sakral dan memberikan kesan yang lebih lembut dan nyaman. Untuk itu, khusus untuk acara akad nikah Rienna meminta dekorasi bunga berwarna pink, putih dan coral. Tidak hanya itu, dekorasi akad nikah juga mencakup pelaminan kecil yang dirancang untuk digunakan sebagai tempat acara salaman dengan para tamu undangan dan keluarga setelah akad. Ada satu lagi unsur dekorasi yang menurut Rienna paling cantik dan sangat berkesan untuknya, yaitu untaian bunga yang menjuntai diletakkan persis di atas tempat mereka melangsungkan ijab Kabul, “it feels so dreamy,’ ujarnya.

Untuk acara resepsi, Rienna mengakui bahwa tone warna pada detail dekorasi acara sebenarnya tidak terlalu menggambarkan keinginan dan karakter dirinya. Menurutnya, dekorasi acara resepsi menggunakan terlalu banyak elemen warna bunga sehingga terkesan ‘bertabrakkan’ antara satu dengan lainnya. Namun menurutnya vendor sudah mengikuti keinginan sang ibunda yang menginginkan dekorasi yang meriah untuk acara resepsi. Tante Watie memilih warna bunga yang cukup heboh dan meriah, padahal di awal Rienna sudah meminta untuk menggunakan warna bunga sesuai palet warna pilihannya. Tapi apapun itu, dan meskipun Rienna merasa kurang sreg dengan dekorasi acara resepsi pernikahannya dengan Varyan, ia tetap bersyukur karena banyak sekali aspek lain dari acara pernikahannya yang berjalan sesuai harapan bahkan beyond expectation. “No wedding is perfect, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan,” ujarnya singkat.

Dalam memilih pakaian, Rienna memilih kebaya Melayu untuk acara akad nikah dan kebaya modern untuk acara resepsi, yang sengaja dipilihnya untuk memberikan kesan modern, meskipun keseluruhan acara menggunakan adat dan budaya Palembang. Tapi banyak yang tidak tahu bahwa ada cerita lucu lho saat Rienna memesan kebaya akad nikah di salah satu vendor pembuat kebaya. Tepat di H-3 minggu sebelum acara, kebaya akad nikah Rienna gagal total dan sangat tidak sesuai dengan ekspektasi. Rienna mengaku sempat stress sekali karena saat itu sudah tidak ada waktu itu merombak ulang, dan ia juga berpikir mana ada vendor yang menyanggupi untuk membuat baju pernikahan H-3 minggu sebelum acara. Tapi akhirnya ia bertemu dengan Mba Fitri Alamsjah yang menyanggupi untuk membuat kebaya akad nikah untuk Rienna hanya dalam waktu 3 minggu sebelum acara, dan dengan hasil yang luar bisa memuaskan. “Aku ngga perlu menjelaskan detail panjang lebar waktu itu, tetapi Mba Fitri bisa langsung menangkap keinginan aku hanya dengan satu kali pertemuan,” cerita Rienna semangat.

Sedangkan untuk kebaya resepsi, Rienna memutuskan untuk memilih Studio Boh karena ia sudah jatuh cinta dengan desain Mbak Penny dan Studio Boh. Ia sangat bersyukur akhirnya ia bisa mengenakan kebaya buatan Mbak Penny di acara resepsi pernikahannya. Untuk desain model kebayanya seperti apa, ia menyerahkan seluruhnya kepada Mbak Penny dan hasilnya tidak perlu diragukan lagi. Semua tamu undangan memuji kebaya resepsi yang dikenakannya.

Untuk Aesan Gede atau headpiece khas Palembang, Rienna memilih untuk menggunakan ukuran yang lebih kecil untuk acara akad nikah, dan ukuran yang lebih besar dan mewah untuk acara resepsi. Menurutnya, Aesan Gede terasa sangat berat di kepala. Namun ia selalu berdzikir selama acara dan terus berusaha untuk menikmati rasa sakitnya, karena di benaknya ia terus berpikir bahwa Insya Allah ia hanya akan memakainya sekali seumur hidupnya.

Saat ditanya mengenai momen paling unik dan berkesan dari keseluruhan acara penikahannya, menurut Rienna adalah prosesi adat suap-suapan dan cacap-cacapan setelah akad nikah, yang memang bagian dari adat istiadat Sumatera Selatan. Pada prosesi ini, para orang tua yang dituakan menyuapi makanan dan menepuk kepala pengantin dengan air, yang menandakan bahwa mereka merestui dan juga mendoakan perjalanan kedua pengantin sebagai pasangan suami istri. Momen lain yang juga sangat berkesan adalah saat ia menari pagar pengantin. Ia mengaku sangat deg-degan namun bersyukur karena semua prosesi dapat berjalan dengan lancar. Tarian Pagar Pengantin merupakan tarian terakhir yang menjadi simbol perpisahan dengan teman-teman sang mempelai wanita, karena sang wanita telah berkeluarga dan mulai sekarang ia tidak diperbolehkan lagi untuk menari tanpa izin suami.

Top 3 vendor pilihan Rienna:

  • Studio Boh

“Mba Penny berhasil membuat my dream dress untuk resepsi pernikahan aku. Selain itu Mba Penny juga sangat easy to work with. Saat persiapan hari H Mba Penny tidak hanya membantu aku dalam urusan attire, tapi juga dalam hal lain. Seperti menenangkan aku saat merasa panik bahkan dia ikut mengantarkan aku sampai kirab selesai. She is truly a kind-hearted woman. Saat itu aku merasa Mba Penny tidak hanya sebagai seorang designer, but also a friend.”

  • Reynard Karman Photography

“Aku sangat suka semua foto yang dihasilkan Mas Reynard. Dia bisa menangkap momen-momen candid yang berharga dan hasilnya sangat memuaskan. Mulai dari tone warna, angle yang di ambil, and the fact that he never asks us to pose. Tapi dia justru mengambil semua momen kita dan menjadikan itu foto yang bagus. In my opinion, that’s what a good photographer is.“

  • Fitri Alamsjah

“Mba Fitri bisa membuat baju akad nikah yang aku inginkan hanya dalam waktu kurang dari 3 minggu dan hasilnya makes me so happy. Mba Fitri seperti bisa membaca pikiran aku tanpa aku harus request terlalu banyak dan terlalu mendetail.”

Rienna juga memberikan tips untuk para brides-to-be yang sedang mempersiapkan acara pernikahannya:

“Aku ngga punya tips untuk para brides-to-be selain ‘let it be’. Jangan terlalu stress mempersiapkan pernikahan. Boleh berencana matang-matang, namun serahkan semuanya pada Tuhan. Good luck and have fun!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *