Pernikahan Adat Sunda ala Annelis dan Andi

By Ikke Dwi A on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Wedding Reception

Venue Bale Asri Pusdai

Event Styling & Decor 7 Wedding Concept

Photography Beeas Photography

Videography Beeas Photography

Make Up Artist Ayung Berinda

Jewellery & Accessories Ayung Berinda

Groom's Attire Ayung Berinda

Catering Mina Catering

Wedding Organizer 7 Wedding Concept

Wedding Entertainment Wijaya Musik

Souvenir Luminous

Invitation Sam Arista

Pemandu Adat Purwalingga Kancana

Kesamaan passion dapat menjadi faktor kedekatan dua orang yang berasal dari lingkaran pertemanan yang berbeda, seperti halnya Annelis dan Andi. Meskipun sama-sama berkuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran, lingkaran pertemanan yang berbeda membuat keduanya tidak saling mengenal. Awal perkenalan mereka terjadi di dunia maya, tempat mereka saling mengomentari tulisan. Selang beberapa waktu, mereka mengetahui bahwa tidak hanya memiliki kesamaan passion dalam menulis, tetapi mereka juga memiliki selera musik yang sama. “Setiap kali SORE atau Efek Rumah Kaca manggung di Bandung, kita pasti nonton bareng. Karena mulai dekat, saya mulai sering menemani dia bertanding futsal. Andi ternyata mengambil kesempatan itu untuk menyatakan perasaannya hehehe,” kenang Annelis.

Pasangan yang berpacaran selama 6,5 tahun ini ternyata bukanlah pasangan yang romantis, sehingga tidak ada proposal romantis dari Andi. “Andi memang pernah bilang bahwa dia udah mulai nabung untuk hidup berdua, tetapi sehabis itu ngga ada kelanjutan obrolan apa-apa,” tambah Annelis. Meskipun tidak ada proposal romantis, Andi dan ayah Annelis memiliki gentlemen’s agreement yang awalnya tidak diketahui oleh Annelis. “Ketika saya keluar dari toilet rumah saya dan menuju ruang tamu, saya lihat Andi berjabat tangan dengan ayah saya dan ayah saya bilang, ‘Ini gentlemen’s agreement ya, Ndi!’. Saya bengong, karena saya ngga tau mereka membicarakan apa hahaha.”

Annelis dan Andi menghabiskan waktu sembilan bulan untuk mempersiapkan pernikahan mereka. Lokasi pernikahan di Bandung mengharuskan mereka untuk mempersiapkan pernikahan dari jarak jauh, karena keduanya bekerja di Jakarta. Untungnya, persiapan mereka sangat dimudahkan dengan internet. “Sebelum janjian untuk ketemu dengan vendor di Bandung, saya rajin lurking akun-akun Instagram vendor. Saya juga rajin lurking akun Instagram The Bride Dept, lho!” cerita Annelis. Annelis juga bercerita mengenai kesulitannya dalam mempersiapkan pernikahan dari jarak jauh, terutama terkait waktu. “Kebanyakan vendor bisa meeting saat weekdays, sedangkan kami pulang ke Bandung hanya saat weekend. Untungnya, Andi selalu bantu membuatkan to-do list setiap weekend. Walaupun weekend kami jadinya terasa lebih padat daripada weekdays, tetapi keberadaan to-do list itu membantu banget.”

Pernikahan adat Sunda Annelis dan Andi didasari karena kesamaan latar belakang keduanya yang berdarah Sunda. Dalam wawancaranya dengan tim The Bride Dept, Annelis menjelaskan rangkaian pernikahan adat Sunda yang ia dan Andi jalankan. “Dua hari sebelum menikah, kami mengadakan siraman. Siraman dibuka dengan prosesi ngecagkeun aisan (menyelempangkan samping gendongan) antara saya dan orang tua. Prosesi ini kurang lebih melambangkan jasa orang tua yang tidak terbatas. Kain ini kemudian dilepas saat memasuki area sungkeman sebagai simbol bahwa orang tua telah melepas saya kepada Andi.”

Seusai ngecagkeun aisan, prosesi selanjutnya adalah bakar palika. ‘Palika’ memiliki arti pelita/penerangan. Dalam prosesi ini, kedua orang tua Annelis memasukkan air dari kendi ke dalam cawan yang Annelis pegang. Makna dari prosesi ini adalah penggambaran bimbingan orang tua yang seperti pelita dan beratnya beban orang tua dalam membesarkan anak.

Selanjutnya, Annelis melakukan sungkem dan menyatakan terima kasih serta memohon maaf pada orangtuanya dengan bahasa Sunda dalam prosesi ngaras. Biasanya, pengantin wanita dibimbing oleh pemandu adat dalam menjalankan prosesi ini, namun tidak demikian halnya dengan Annelis. “Saya sengaja ingin menyatakannya sendiri tanpa dibimbing oleh pemandu adat agar lebih mengena,” ungkap Annelis. Annelis mengakui bahwa prosesi ini sangat mengharukan hingga ia tidak sanggup menahan tangis yang akhirnya juga membuat keluarga besarnya ikut menangis.

Dengan selesainya prosesi ngaras, Annelis berganti baju untuk menjalani siraman. Dalam siraman, Annelis harus melewati tujuh buah samping yang dijadikan alas untuk mencapai bilik siraman. Annelis kemudian disiram dengan air kembang tujuh rupa oleh orang tuanya dan tujuh pinisepuh.

Pada hari H, Annelis dan Andi melakukan sungkem kepada orang tua dan pinisepuh yang dilanjutkan dengan saweran. Uang yang terdapat dalam saweran melambangkan kemakmuran, sedangkan permen melambangkan pahit-manis hidup yang harus dinikmati. Menurut Annelis, seharusnya ia dan Andi juga mengadakan pabetot bakakak, nincak endog, dan meuleum harupat, namun karena keterbatasan waktu, ketiga prosesi tersebut tidak dilangsungkan.

Pernikahan adat Sunda Annelis dan Andi ini memang unik, karena mereka memadukan unsur tradisional dengan warna-warna vibrant yang mendominasi busana pengantin dan keluarga pengantin. Annelis mengaku bahwa ia cukup nekat dalam menentukan warna-warna busana dan dekorasi. “Dengan dekorasi yang didominasi warna putih dan emas, saya memutuskan untuk memilih warna-warna yang bold. Saya dan Andi mengenakan baju berwarna cobalt blue agar tetap terlihat standout, orang tua kami mengenakan baju berwarna magenta, keluarga saya mengenakan baju berwarna kuning, sedangkan keluarga Andi mengenakan baju berwarna tangerine. Saya sama sekali ngga nyangka bahwa warna seragam keluarga bisa menyatu dengan nuansa ballroom. Warna baju saya, Andi, dan orang tua kami juga tampak standout di pelaminan. Untungnya, payet kami senada dengan kain, jadi tidak terlihat berlebihan.”

Bagi Annelis yang mengaku cukup simpel dalam berpakaian, Ayung Berinda adalah vendor yang mampu mengakomodir keinginannya dengan sempurna. “Saya mau kebaya tanpa ornamen yang ramai dan Ayung bisa bikin seperti yang saya mau. Warna birunya persis seperti yang saya bayangkan, bahkan payetnya juga kebiru-biruan dan terlihat standout dari kejauhan. Saya happy banget!”

Momen paling berkesan bagi Annelis adalah saat melihat ayah Andi yang menangis haru dan memegang tangan Andi sembari memandang Andi penuh bahagia sebelum prosesi kirab. Ayah Andi yang terserang stroke empat tahun lalu mengalami kesulitan berkomunikasi, sehingga melihat kebahagiaan ayah Andi yang tersirat membuat Annelis sangat terharu. Annelis juga sangat bersyukur karena ayah Andi tampak bersemangat menyalami tamu sepanjang acara.

Ada juga momen lucu yang Annelis alami, yaitu saat Annelis menyadari ada headpiece berwarna silver di bagian belakang rambutnya. “Saya baru sadar ketika keluar dari ruang rias dan akan masuk mobil. Saya ngga nyaman dengan headpiece itu. Andi akhirnya memanggil Ayung, makeup artist saya, dan Ayung dengan sigap melepas hairpiece di dalam mobil. Hebatnya, rambut saya tetap terlihat rapi!”

Sebelum menutup wawancaranya dengan tim The Bride Dept, Annelis berbagi beberapa tips penting dalam mempersiapkan pernikahan. Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan referensi. “Memilih vendor yang sesuai selera kita butuh kejelian yang tinggi. Kalau sudah ketemu vendor yang sesuai dengan selera, selanjutnya tinggal kita komunikasikan konsep dan detail yang kita inginkan,” jelas Annelis. Annelis juga menekankan pentingnya berpegang pada budget. “Memang harus disiplin sih, karena kalau mengikuti mau terus-terusan, ngga akan ada habisnya. Padahal vendor yang kualitasnya bagus bukan cuma yang udah terkenal, kok.”

Kalau kamu mengalami pertengkaran-pertengkaran kecil dengan pasangan atau keluarga dalam persiapan pernikahan, hal itu wajar saja terjadi menurut Annelis. “Yang penting harus tetap ingat bahwa ujung-ujungnya ini dikerjakan untuk kebahagiaan bersama. Semuanya pasti ingin yang terbaik kan? Buatku dan Andi, mempersiapkan pernikahan itu seperti latihan berumah tangga. Isn’t marriage a lifetime negotiation?

Poin terakhir yang Annelis sampaikan adalah pentingnya menjaga hubungan baik dengan semua pihak, mulai dari keluarga hingga vendor. “Jangan menjadikan status ‘bridezilla’ sebagai alasan untuk berbuat seenaknya. Keberadaan support system itu penting, jadi hubungan baiknya harus dijaga. Nah, pada hari H nanti, ingatlah untuk selalu tersenyum dan ramah terhadap semua orang.”

Top 3 vendors pilihan Annelis:

Ayung Berinda

“Saya sangat puas dengan hasil riasan Ayung yang membuat saya terlihat flawless dan bold tanpa membuat saya terlihat seperti orang lain. Ayung mampu menginterpretasikan keinginan saya dengan baik dan tidak memaksakan kehendaknya. Keluarga saya juga sangat terkesan. I definitely get more than I expected with a reasonable price!

7 Wedding Concept

“Meskipun saya mengambil paket all-in dari 7 Wedding Concept, saya tidak diharuskan untuk memilih vendor rekanan saja, tetapi saya dibebaskan memilih vendor non-rekanan juga. Teh Osyi sangat memperhatikan keinginan kliennya, alhasil dekorasinya cantik banget! They also have a reasonable price for an excellent price!

Beeas Photography

“Sebagai lead photographer, Kang Eddy sangat kreatif dalam mengambil angle dan sangat jeli menangkap momen. Komunikasinya juga enak banget. Beeas Photo juga memberikan banyak kejutan, seperti bawa properti tambahan yang tidak kami duga saat sesi pre-wedding. Mereka vendor yang sangat profesional dan menyenangkan untuk diajak kerja sama.”

Check Out The Vendor

Comments

Dita

Kayaknya baru pertama ini dengar vendor photograpghy-nya. Bagus2 gambarnya 😀 Trus bajunya juga cantik bangettt.

Reply

mautauaje

ini yg susah terjadi kalo bikin acara di JABOTABEK, yaitu milih vendor TANPA rekanan. hahaha…
beruntunglah Bandung ga ikutan Latah.

Reply

syabiel

Mba, kalo boleh tau ambil paket all in yg apa di 7 wedding concept u/ dapet decor yg persis kayak gitu. Nuhun. Oya salam kenal ya, saya jg fikom unpad 07 😉

Reply
Ikke Dwi A

Ikke Dwi A

Hii Syabiel, aku juga fikom unpad 2012 ^^

Dari Mbak Annelis ini yang aku suka emang kebaya pas resepsinya, cantikk

Reply

putri

Permisi numpang promo ya kak

Halo Calon Pengantin
Cari gedung pernikahan di bandung ?
kami HIS Wedding & Organizer menghadirkan KOLOGDAM GRAND BALLROOM dengan new concept design FULL CARPET
kami juga menghadirkan inovasi all in package agar lebih praktis bagi calon pengantin
All in Package inclusion :
1. Venue
2. Catering 1000 Paxx
3. Decoration
4. Photography
5. Entertainment
6. Rias & Busana
7. Upacara Adat Sunda
8. Siraman
and SPECTACULAR BONUSES
1. FREE WEDDDING CAR
2. FREE SOURVENIR 500 PCS
3. FREE INVITATION 500 PCS
4. FREE SPA PRA NIKAH
5. FREE HONEYMOON BALI 3D2N
6. FREE KAMAR HOTEL (3 KAMAR)
7. FREE PHOTOBOOTH
Dan kami juga bekerjasama dengan banyak vendor ternama di bandung yang bebas kalian pilih
Promo ini hanya berlaku di bulan September 2017
Penasaran? ask me direcly 0813 2895 3212 (Putri)

Reply
×