Pernikahan adat Sunda dan Tapanuli ala Cilla dan Yamani

By Renya Nuringtyas on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Pengajian dan Siraman

Venue Balai Sarwono

Photography Owlsome Project

Bride's Attire Sanggar Liza

Make Up Artist Irma

Akad Nikah and Resepsi

Venue Thamrin Nine Ballroom

Event Styling & Decor Agung Decoration

Videography The Broom Pictures

Bride's Attire Tante Titi (Family)

Catering Akasya Catering

Kisah cinta Cilla dan Yamani mungkin merupakan salah satu kisah ‘cinta pada pandangan pertama.’ Diawali dari saling senyum dan curi-curi pandang saat masih sama-sama kuliah di kampus yang sama, akhirnya di tahun 2011 mereka secara kebetulan ada di kelas yang sama dan memberanikan diri untuk saling berkenalan. Kisah mereka berlanjut ke acara lamaran bertema dusty blue yang telah dilangsungkan pada bulan Januari yang lalu, yang juga sempat diliput oleh The Bride Dept. Bulan Mei 2016 ini, akhirnya Cilla dan Yamani melangsungkan acara pernikahan. Mau tau cerita lengkapnya? The Bride Dept menghadirkan cerita lengkapnya untuk kamu berikut ini.

Dalam mempersiapkan acara pernikahan ini, bagi Cilla tantangan terberatnya adalah menahan keinginannya sendiri karena Cilla menyadari bahwa acara pernikahan ini bukan acara sendiri, melainkan juga acara orang tua. Untuk bisa mengatasi tantangan ini, Cilla menyempatkan diri meluangkan waktu untuk ‘me time’ seperti perawatan ke salon atau luluran, “Di situ pikiran kita bisa lebih relax dan berpikir lebih jernih soal persiapan kita, seperti mana yang perlu dikurangi atau lebih difokuskan,” ujar Cilla.

Acara resepsi pernikahan Cilla dan Yamani menggunakan perpaduan adat Sunda dan Tapanuli. Kenapa? Karena kedua orang tua Cilla berasal dari Sunda dan kedua orang tua Yamani berasal dari Tapanuli. Dari awal, Cilla punya impian untuk menggunakan Siger Sunda saat akad nikah, dan akhirnya impian itupun bisadiwujudkan karena Cilla mengenakan Siger saat akad nikah, “Siger Sunda sangat cantik aku jadi berasa seperti tuan putri, tidak ingin dilepas rasanya,” ujarnya.

Karena akad nikah Cilla dan Yamani menggunakan adat Sunda, Cilla dan Yamani menjalankan prosesi Saweran lengkap yang termasuk Meuleum, Harupat, Nincak Endog, Ngalangkahan Barera, Huap, Lingkung, Saweran dan Ngalapaskeun Manuk Japati. Untuk prosesi tarik-tarikan ayam, Cilla dapat potongan yang lebih besar, “konon katanya yang dapat lebih besar bisa membawa rezeki yang lebih besar, aamiin..,” tambah Cilla.

Untuk acara resepsi, Cilla dan Yamani mengangkat adat Tapanuli yang dibuka oleh penampilan Pencak Silat dan tarian Sabe-sabe. Menariknya, Cilla dan Yamani melakukan prosesi tarian Tor-tor pengantin tanpa diiringi penari lainnya, “all eyes on us!,” ujar Cilla semangat. Untuk menampilkan tarian ini, Cilla dan Yamani hanya latihan selama satu hari saja, dan itu dilakukan lima hari sebelum hari-H. Saat ditawari untuk latihan lebih sering, mereka menolak karena mereka tidak mau bertemu ketemu terlalu sering sebelum hari H. Tapi walaupun mereka hanya latihan satu hari, tarian Cilla dan Yamani mendapat sambutan yang meriah lho dari para tamu undangan, “the moment was priceless, rangkaian prosesi adat dari akad nikah hingga resepsi meninggalkan memori yang sangat berarti dan menyenangkan. Benar-benar menggambarkan kebahagiaan kami sebagai pengantin,” ujar Cilla.

Untuk dekorasi, Cilla dan Yamani mempercayakan pada Agung Decoration. Pada awalnya Cilla dan Yamani berencana untuk menggunakan pelaminan nasional bernuansa soft gold dengan paduan ulos merah untuk tetap memunculkan suasana adat Tapanuli, yang juga sudah disanggupi oleh Mas Ahmad dari pihak Agung Decoration. Saat technical meeting terakhir, Cilla request kepada pihak Agung Decoration untuk membuat foto corner dengan hiasan bernuansa Tapanuli. Pihak dekor menyanggupi sambil memberi contoh gambar yang memikat Mama dari Yamani, dan akhirnya memutuskan untuk merubah konsep pelaminan.

Awalnya Cilla dan Yamani khawatir mengingat waktu yang sudah semakin dekat, tapi pihak Agung Decoration meyakinkan kalau semua itu memungkinkan dan bahkan menjanjikan konsep yang baru ini akan jauh lebih bagus dari konsep sebelumnya. Karena pihak dekorasi menjelaskan dengan sangat meyakinkan, ditambah Mama Cilla juga setuju mengenai perubahan itu, akhirnya Cilla dan Yamani menyetujui. Karena ruangan Thamrin Nine tidak terlalu besar, area VIP dirancang terbuka sehingga memberikan kesan luas di dalam ruangan. Untuk detail-detail kecil dalam dekorasi, Cilla mempercayakan semua kepada pihak Agung Decoration karena pihak dekorasi jauh lebih berpengalaman dalam hal tersebut. Saat Cilla melihat dekorasi keseluruhan, hasilnya sangat memuaskan mulai dari suasana yang mewah dengan peletakan dekorasi pohon-pohon, warna pergola, banyaknya bunga di pelaminan dan dekorasi lainnya, “puas banget deh pokoknya kami sekeluarga, sedih banget rasanya saat melihat pelaminan dibongkar setelah selesai acara,” tambah Cilla. Selain itu, untuk menghemat biaya dekorasi dan karena dekorasinya sudah sangat cantik, akad nikah Cilla dan Yamani dilangsungkan di depan pelaminan, cukup dengan menambahkan kursi di dalam ruangan.

Karena resepsi pernikahan Cilla dan Yamani menggunakan adat Tapanuli, Cilla harus mengenakan Bulang. Walaupun ringan, Bulang harus dikenakan dan diikat sekencang mungkin agar tidak jatuh ke depan. Awalnya Cilla tidak merasakan kesusahan saat memakai Bulang, dan menariknya lagi, ada dua rantai yang mengelilingi kedua mata Cilla, “katanya arti dari rantai itu agar tidak melirik laki-laki lain lagi,” jelasnya. Pusing mulai dirasakan Cilla saat proses foto bersama sebelum resepsi dimulai, dan walaupun sudah makan saat sedang didandani, Cilla merasa semakin sakit kepada dan mual luar biasa.

Ternyata, sakit kepala berasal dari ikatan Bulang yang terlalu kencang, terlebih lagi Cilla punya riwayat pingsan. Akhirnya Cilla berbisik ke Yamani dan meminta untuk minum teh hangat dan obat sebelum memasuki ruangan resepsi. Saat itu juga salah seorang dari pihak Sanggar yang bernama Mbak Wi, datang dan memberi tahu kalau orang yang awalnya membantu memasangkan Bulang di kepala Cilla sudah pulang, otomatis Cilla langsung lemas khawatir Cilla tidak bisa mengikuti acara sampai selesai. Tapi ternyata Mbak Wi sangat helpful dan bisa membantu memasang ulang Bulang. Setelah Bulang dipasangkan ulang di kepala Cilla, dibantu dengan teh hangat dan obat-obatan, akhirnya Cilla bisa tetap menjalani prosesi resepsi hingga selesai. Memakai Bulang memberikan kesan tersendiri bagi Cilla, “jadi kesimpulannya tidak mudah untuk memakai Bulang dan aku bahagia sekali bisa mengenakannya dengan baik sampai selesai,” ujar Cilla.

Untuk bridesmaids, Cilla tetap mengacu pada adat Tapanuli dan memutuskan bridesmaid untuk mengenakan baju kurung dan songket untuk tetap bernuansa Tapanuli. Tapi agar tidak bosan, dan berdasarkan ide dari salah satu sahabatnya yang kebetulan memiliki usaha jahit bernama @samara_atelier. Akhirnya seragam bridesmaids dibuat dengan model drapery yang sedang musim saat ini. Awalnya Cilla sempat khawatir kalau teman-temannya akan kesulitan mencari penjahit yang bisa membuat baju model drapery, tapi ternyata saat resepsi, Cilla melihat seragam yang dikenakan teman-temannya persis dengan apa yang Cilla harapkan, dan semua temannya menjahit seragamnya di @samara_atelier.

Untuk bridesmaid, Cilla membaginya dalam dua kategori warna yaitu abu-abu dan magenta, dan semua bridesmaids merupakan sahabat-sahabat Cilla sejak dari bangku SMA hingga kuliah, dan juga teman-teman kantor Cilla, “senang banget saat melihat mereka jadi pagar ayu saat aku jalan ke pelaminan,” ujar Cilla. Saking puasnya melihat seragam bridesmaid, Cilla juga menyisakan bahan yang sama untuk dijahit dengan yang sama dengan teman-temannya lho.

Saat kami bertanya mengenai tiga vendor yang paling memuaskan menurut Cilla dan Yamani, ini jawaban mereka:

1. Fitri Liza

“Make up-nya sukaa banget, banyak yang memuji manglingi. Mba Fitri ramah dan helpful sekali.”

2. Agung Decoration

“Puas banget dengan dekorasinya, Thamrin Nine disulap menjadi semakin elegan. Mas Ahmad sangat enak diajak berdiskusi dan cepat dalam merespon.”

3. Owlsome Project

“Mas Vega & team ramah banget dan hasil fotonya bagus banget. Seperti menceritakan sebuah perjalanan. Puas deh pokoknya.”

Dari rangkaian acara pernikahan ini, yang paling berkesan bagi Cilla adalah momen saat Cilla dipasangkan melati disekitar kepala Cilla saat akad nikah, “Disitu rasanya luar biasa sekali, wangi melati-nya sangat harum dan itu membuatku sadar kalau this is it, I’m getting married. That feeling was magical,” ujarnya.

Selain itu, momen lain yang juga berkesan adalah saat Yamani menjemput Cilla ke atas melalui tangga yang ada di tengah ruangan Thamrin Nine untuk menuju pelaminan sambil diiringi lagu kesukaan Cilla, I Finally Found Someone dari Barbra Streisand. Berjalan menuju pelaminan sambil diiringi senyuman dari bridesmaids juga menjadi momen yang paling berkesan bagi Cilla, “speechless,” tegasnya. Dan momen terakhir yang paling berkesan bagi Cilla adalah saat Cilla dan Yamani menari Tor-tor, dan saat prosesi foto berdua, tiba-tiba Yamani menggendong Cilla, “Kapan lagi digendong dengan pakaian pengantin lengkap,” ujar Cilla.

Untuk brides to be, Cilla punya pesan khusus dalam mempersiapkan acara pernikahan, yuk simak tipsnya langsung dari Cilla berikut ini:

“Jangan sampai lupa meluangkan waktu untuk quality time dengan pasangan karena sibuk mempersiapkan pernikahan. Aku dan Yamani sama-sama kerja kantoran dan hanya memiliki akhir pekan untuk urusan pernikahan ini. Ada kalanya mood kita berdua lagi kurang bagus dan mengganggu proses persiapan itu sendiri. Oleh karena itu, quality time sangat dibutuhkan. Untuk pestanya sendiri, aku menyarankan untu menikmati saja setiap detiknya karena kita pasti akan kangen masa-masa tersebut. Kita juga harus ingat bahwa there are so much more after the wedding, jadi jangan terfokus pada hari H saja. Siapkan mental juga ya untuk menjadi istri dan menantu!”

×