Pernikahan Adat Sunda dengan Nuansa Garden

Style Guide

Venue Hall

The Vendors Who Made This Happen

Masih ingat lamaran cantik yang bertemakan flowery garden ala Irani dan Ajung beberapa waktu yang lalu? Kali ini The Bride Dept akan mengulas pernikahan mereka yang tetap setia mengangkat tema garden dengan balutan nuansa adat Sunda yang sangat cantik.

Persiapan pernikahan Irani dan Ajung memakan waktu cukup lama yakni sekitar satu tahun lamanya. Irani memang sengaja mengatur waktu yang cukup lama agar dirinya yang sedang sekolah kedokteran di luar Jakarta tidak dilanda kesibukan yang berlebihan dalam mempersiapkan pernikahan. Semuanya bisa dikerjakan secara pelan-pelan dan matang. Walaupun memang karena lokasinya yang tidak berada di Jakarta cukup membuat dirinya kesulitan bertemu dengan vendor. Beruntung, wedding organizer serta ibunya selalu siap membantu mengurus segala keperluan di Jakarta.

Sejak awal Irani memang menginginkan pernikahan tradisional karena ia beranggapan bahwa tradisi budaya Indonesia sangatlah cantik dan unik. “Aku dari awal juga selalu ingin memakai adat Sunda karena kebetulan aku orang Sunda. Riasan adat Sunda menurut aku cantik sekali terutama Siger Sunda. Makanya aku memutuskan untuk memakai siger pada saat akad dan resepsi. Cita-cita aku juga untuk menikah dengan tema garden biar para tamu merasa seperti adem suasananya. Ditambah bunga-bunga berwarna pastel jadi semakin cantik. Pokoknya saat ketemu vendor dekorasi, yang pertama aku bilang adalah aku ingin tema Sunda dan garden. Selain itu dari mulai makeup dan attire juga aku enggak mau aneh-aneh, aku mau kebaya berwarna pastel supaya sesuai dengan tema garden dengan bunga pastel. Di bagian dekor juga banyak sekali ornamen Sunda seperti payung-payung dan bagian pelaminan terdiri dari bambu-bambu serta cermin untuk menambahkan kesan sunda,” jelas Irani.

Berbagai prosesi adat dijalankan oleh Irani dan Ajung diantaranya Bakakak, Huap Lingkup dan Meuleum Harupat. Pada saat akad nikah, Irani merasakan kesedihan dan rasa bahagia yang bercampur jadi satu. “Momen yang paling berkesan adalah ketika sebelum akad nikah, aku meminta izin kepada ayah dan ibu untuk dinikahkan dengan Ajung. Rasanya terharu banget karena kebetulan aku anak pertama dan satu-satunya. Usiaku 22 saat menikah, terbilang masih muda dan aku masih manja sama orangtua, jadi momen itu rasanya sedih banget. Lalu saat prosesi sungkeman, bener-bener berasa feels-nya dilepas orang tua untuk menjadi tanggung jawab suamiku. Momen berkesan lainnya adalah pada saat saweran, seru banget lihat excitement para tamu undangan dari segala kalangan usia yang semangat banget untuk dapetin sawer-nya,” cerita Irani.

Sebagai penutup, Irani tidak lupa memberikan tips untuk para brides to be, “Untuk memilih vendor kalian harus yakin dan jangan lupa untuk selalu minta pendapat orangtua. Saat aku memilih vendor, aku dan orangtuaku benar-benar yakin, karena itu jadinya akan membuat kita lebih percaya pada vendor sehingga mereka lebih enak dalam bekerja di bidang masing-masing. Alhamdulillah, aku sangat puas dengan semua vendor yang aku pilih. Intinya jangan terlalu dipikirkan, percayakan pada vendor yang sudah kalian pilih karena mereka ahlinya dan lebih berpengalaman. Jangan lua untuk tetap jaga kesehatan dan selalu bahagia. Karena itu sangat berpengaruh dengan mood orang-orang di sekitar. Rasanya adem banget kalau orang-orang juga tidak stres saat mendampingi brides to be dalam menjalani persiapan, semua tergantung dari kita pokoknya,” ujar Irani

Top 3 vendor pilihan Irani :

  1. Artea Organizer
    “Menurutku dengan keberadaanku yang tidak ada di Jakarta, Artea sangat amat membantu aku. Aku baru stand by di Jakarta 30 hari sebelum pernikahanku jadi sebelum itu aku benar-benar menyerahkan ke Artea. Mba Renate dan Mba Ria sangat detail dalam mengerjakan sesuatu jadi kalau sekiranya tidak akan bagus dan tidak nyambung akan dikonfirmasi ke aku dan berbagi pengalaman mereka ke aku yang bagus yang seperti apa. Mereka juga selalu follow up setiap vendor dengan baik banget dan komunikasi dengan mereka juga lancar banget jadi aku tidak stres mikirin gimana kelanjutan vendor.
  2. Marlene Hariman
    “Dari dulu sekali cita-cita aku kalau nikah mau dirias sama Mba Marlene karena makeup-nya bagus banget sesuai dengan kesukaanku yaitu pastel dan tidak mengubah muka, namun membuat jadi lebih segar. Ternyata benar, selain orangnya ramah aku juga benar-benar dibuat jadi ratu sehari sama Mba Marlene. Dari awal pokoknya aku tidak ada pilihan lain untuk makeup selain sama Mba Marlene. Suka sekali!
  3. Dasa Catering
    “Awalnya ragu karena catering ini masih terbilang baru, tapi saat aku nyobain di acara lamaran aku, tidak ada satu orang pun yang bilang tidak enak. Aku juga mencoba sendiri dan enak banget. Lalu aku pakai di acara siraman pengajian dan berlanjut ke acara pernikahan. Mba Dewi dari Dasa selalu memberi arahan yang baik dan pas untuk jumlah tamuku, dan kalau memang tidak perlu dia akan bilang dengan jujur. Jadi aku pasrah dan mempercayakan banget. Hampir 80% tamu laporan ke aku bahwa makanan di pernikahanku enak semua!”

One thought on “Pernikahan Adat Sunda dengan Nuansa Garden

  1. Ka irani cute bgt sih dekornya, ka irani sm ka ajungnya jg:(( jd mau jg hikhik pdhl br 19th wkwkwkkw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *