Pernikahan adat Sunda dengan Sentuhan Hijau

By Friska R. on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Resepsi Pernikahan

Venue PUSDAI Bandung

Event Styling & Decor Shui Decor

Photography Owlsome Project

Videography The Broom Pictures

Bride's Attire Lavous Kebaya

Make Up Artist Ima Habsyi (Henna)

Invitation Ideasi Kreasi

Wedding Organizer Kinanti Wedding Planner

Perjalanan Yuni dan Naufal menuju ke pelaminan bukanlah tanpa cobaan. Pasangan ini menjalani hubungan mereka secara long distance, selalu mencuri waktu di tengah-tengah kesibukan mereka menempuh pendidikan untuk bertemu. Sejak awal Yuni dan Naufal sama-sama berjanji untuk terus berusaha memperjuangkan hubungan mereka sesulit apapun keadaannya nanti. Terpisahkan oleh jarak dan waktu membuat keduanya belajar berkompromi dengan satu sama lain. “Kalau Naufal ga bisa ke Bandung karena ada jadwal jaga di rumah sakit ya sudah saya yang samperin ke Tangerang buat ketemu dia,” ungkap Yuni. Namun tidak jarang tekanan menjalani hubungan jarak jauh mempengaruhi hubungan Naufal dan Yuni. Ada kalanya kesibukan membuat mereka tidak dapat bertemu, yang kemudian menjadi pemicu pertengkaran keduanya. Tetapi di saat sulit seperti itu Yuni dan Naufal selalu mengingat tujuan akhir hubungan mereka, setelah itu mereka berusaha meredam ego masing-masing dan menghadapi situasi yang ada secara dewasa.

Sehari sebelum berjalan di pelaminan, Yuni menjalani acara siraman yang sebelumnya didahului dengan pengajian. Tradisi siraman ini menurut adat Sunda bertujuan untuk membersihkan calon pengantin lahir dan batin. Acara siraman diawali dengan Ngecagkeun Aisan dimana Yuni digendong secara simbolis oleh ibunya, tali gendongan itu kemudian dilepaskan oleh ayah Yuni sebagai simbol lepasnya tanggung jawab orang tua. Selanjutnya calon pengantin melakukan sungkem sambil memohon izin untuk menikah kepada orang tua lalu mencuci kaki kedua orang tua sebagai bentuk bakti, tahapan ini disebut Ngaras. Baru kemudian dimulai penyiraman calon mempelai oleh orang tua mereka dan sesepuh keluarga yang berjumlah ganjil. Siraman diikuti dengan Ngerik dimana sejumput rambut calon mempelai dipotong kemudian ditanam di suatu tempat sebagai lambang memperindah diri calon pengantin lahir dan batin.

Selain prosesi siraman yang dilakukan sebelum hari pernikahan, pasangan ini juga menjalani beberapa prosesi adat Sunda yang dilakukan setelah akad nikah. Rangkaian prosesi adat Sunda dimulai dengan Saweran yang melambangkan rezeki dan kebahagiaan bagi kedua mempelai dan keluarganya. Kemudian diadakan Meleum Harupat sebagai bentuk nasihat kepada pengantin untuk senantiasa bersama dalam memecahkan persoalan rumah tangga. Nincak Endog yang diadakan setelahnya menggambarkan bentuk pengabdian istri kepada suami. Prosesi Huap Lingkung melambangkan suapan terakhir dari orang tua untuk anaknya sebelum dia menikah dan mencari nafkah sendiri. Terakhir, prosesi Pabetot Bakakak adalah simbol bahwa rezeki yang didapat oleh pasangan pengantin harus dibagi dan dinikmati bersama.

Setelah akad pernikahan, Yuni dan Naufal menggelar resepsi mereka di gedung yang sama. Resepsi pernikahan mereka ini mengusung tema garden party. Sesuai dengan tema yang dipakai, dekorasi tempat didominasi dengan pohon, ranting dan dedaunan yang menciptakan nuansa taman yang hijau. Suasana hijau di pernikahan Naufal dan Yuni diperindah oleh rangkaian bunga dengan perpaduan warna putih, peach, baby pink dan ungu. Tetapi satu detail yang paling penting bagi Yuni adalah monogram inisial Y & N yang merupakan inisial namanya dan Naufal. Yuni mengaku dia sangat menginginkan adanya monogram sebagai signature pernikahannya dan dia sangat bersyukur Shui Décor dapat mewujudkan keinginannya tersebut. Sebagai seseorang yang detail oriented dan telah menyusun setiap detail kecil pernikahannya, Yuni mengaku sangat puas dengan hasil dekorasi pernikahannya.

Bagi pasangan ini, hal yang paling memorable dari pernikahan mereka yaitu pada akhir pernikahan semua pihak puas dan bahagia. Yuni bercerita kalau pada proses persiapan dia sempat merasa kesulitan untuk menyatukan keinginan kedua keluarga, terutama keinginannya dan ibundanya. Terkadang Yuni dan mamanya menjadi berseteru karena keduanya memiliki keinginan yang berbeda untuk pernikahan ini. Ditambah lagi mereka tinggal di kota yang berbeda sehingga komunikasi diantara keduanya pun semakin sulit. Pihak Wedding Organizer sendiri pun dirasa Yuni beberapa kali mengalami kesulitan untuk koordinasi karena keluarganya yang jauh dan sulit menemukan waktu luang. Terlebih lagi Naufal juga bekerja di Tangerang dan jarang kembali. Namun dengan bantuan mama Naufal dan Wedding Organizer yang handal segala halangan berhasil diselesaikan. “Alhamdulillah everything finally comes together and my dream wedding just came true,” ujar Yuni.

Meskipun merasa puas dengan pernikahannya, Yuni dan Naufal mengaku ada beberapa hal yang ingin mereka rubah jika memiliki kesempatan untuk mengulang pernikahan mereka. Yuni menyatakan kalau dia ingin merubah warna baju resepsi yang dia rasa warnanya kurang menonjol dan buket bunga yang menurutnya terlalu besar ukurannya. Naufal sendiri memilih untuk mengubah hasil foto pernikahannya karena di beberapa foto wajah Naufal yang tegang terlihat seperti cemberut dan banyak foto yang terganggu oleh photobomb.

Top 3 vendors yang dipilih oleh Naufal dan Yuni adalah:

1. Shui Decor

“Tim Shui Décor bisa menerjamahkan taste klien dengan sangat baik, mereka sangat concern dengan apa yang kita minta dan pay attention to every detail.”

2. Owlsome Project

“Mereka bisa membuat sesuatu yang sederhana menjadi sangat cantik dan elegan. They do capture the moments. Timnya juga super ramah dan sangat professional.”

3. Kiranafary

“Kiranafary enhance your true beauty tanpa merubah kamu seutuhnya. Makeup mereka membuat kamu tampak berbeda tanpa terlihat seperti orang lain. Hasil makeupnya super flawless, tahan lama, tahan keringat, tahan air, tahan badai. Orangnya juga ramah banget, banyak mengajak ngobrol dan bisa buat kamu sedikit lebih rileks.”

Bagi para calon pengantin yang sedang menyiapkan pernikahannya, Yuni membagi tiga tips berikut:

  1. Pikirkan konsep pernikahan kamu jauh-jauh hari dan banyak research dari berbagai sumber. Sehingga kamu tahu harus mendatangi vendor yang mana, dan tahu apa yang mau kamu minta.
  2. Komunikasi dengan semua pihak, pasangan kamu, keluargamu, dan calon mertuamu. Miskomunikasi itu sangat rawan terjadi selama masa persiapan pernikahan apalagi dengan segala tekanan dan banyaknya pihak yang terlibat. Jangan sampai jadi salah paham dan ribut hanya untuk hajat sehari ya!
  3. Jangan jadi bridezilla! Terutama calon mempelai wanita, saya mengerti pasti kamu ingin semuanya sempurna di hari bahagia kamu. But remember, wedding itu cuma sehari, the most important thing is the marriage itself. Pasti akan ada satu dua hal yang tidak sesuai keinginan kamu, tapi ya sudah let it go jangan terlalu dipikirin dan jadi stress sendiri. Enjoy the process bersama pasangan kamu.
×