Pernikahan Adat Sunda dengan Tema Classic Garden

Style Guide

Venue Hall

The Vendors Who Made This Happen

Akad Nikah & Resepsi

Masa-masa di bangku SMA memang paling indah dan mempunyai kisah unik tersendiri untuk selalu dikenang. Ayu dan Wisnu membuktikan bahwa kisah cinta putih abu-abu bukan hanya sekedar cinta monyet, namun kesetiaan dan cinta tulus yang akhirnya berujung kepada pernikahan. “Kalau diingat masa-masa SMA, hingga akhirnya kita menikah, aku suka senyum-senyum sendiri. Karena aku tidak pernah menyangka, bahwa cinta monyet semasa putih abu-abu sekarang bisa menjadi my life time partner,” ucap Ayu kepada tim The Bride Dept.

Setelah prosesi lamaran yang bertemakan  Dreamy Magical of Lace & Batik dan juga diliput oleh The Bride Dept, mereka menggelar pernikahan dengan tema Enchanting Classic Garden with Touch of Sundanese Wedding. “Kita memilih konsep ini untuk mendapatkan kesan authentic di pernikahan kami. Karena itu sejak tahapan pre-wedding kita menggunakan konsep tradisional yaitu menggunakan adat Jawa dan Sunda. We combine our culture in the same time and it works! Selain itu kita pilih konsep tersebut karena aku memang suka hal – hal yang classic dan timeless sehingga jika dilihat sampai kapan pun, acara tersebut akan tetap terlihat bagus dan elegant,ujar Ayu.

Ayu dan Wisnu menginginkan kombinasi garden dengan sentuhan classic sehingga ornamen-ornamen seperti kayu dan juga chandeliers menjadi dominan dalam unsur dekorasinya. Pelaminan dibuat bergaya modern dan tetap ada sentuhan budaya Sunda di dalamnya. “Ayu memilih dominasi warna biru muda, lavender, putih, dan ditambah sentuhan peach supaya lebih terlihat kontras antara pengantin dengan pelaminan. “Untuk detail-detail dalam dekorasi, kita mempercayakan semua kepada Mas Sulis dan Mas Yarry dari Suryo Decor, karena kami sudah tidak meragukan  lagi hasil tangan mereka. Bahkan kita baru menentukan segala detail design sampai warna bunga saat dua minggu sebelum acara, hahaha. Karena sudah sangat percaya dengan mereka. Saat kita melihat dekorasi keseluruhan, hasilnya sangat memuaskan,” cerita Ayu.

Ada enam prosesi tradisional khas Sunda yang Ayu dan Wisnu jalani. Diantaranya Sungkeman, Huap Lingkup, Meuleum Harupat, Nincak Endog, Pecah Kendi, dan Sawer. Bagi Ayu, prosesi yang paling menyenangkan adalah prosesi Sawer dimana semua orang sangat berantusias untuk menangkap lemparan kantong yang berisi uang dan permen di dalamnya. Sedangkan pada acara resepsi dibuka dengan prosesi Mapag Lengser. Prosesi ini ditampilkan oleh penari pria tua, yang dinamakan Lengser. Jadi Lengser-lah yang membuka jalan pengantin untuk menuju pelaminan.

Ayu sendiri tampil sangat cantik dan menawan dengan kebaya hasil rancangan Myrna Myura. “Untuk akad, supaya terlihat lebih soft, aku memilih untuk menggunakan warna soft champainge. Untuk resepsi, aku mengenakan kebaya berwarna dark gray dengan sentuhan emblishment silver dan navy. Aku merasa sangat puas akan hasilnya, terutama kebaya resepsi yang banyak sekali dipuji semua orang. Mba Myrna was such a sweet, humble, and accommodating designer with a very good taste!,” kata Ayu.

Sedangkan untuk bridal shoes, Ayu memakai sepatu hasil karya Marista Santividya yang didesain khusus untuknya. Menurut Ayu, jika seorang pengantin ingin lebih efisien, mereka bisa membuat sepatu yang bisa dipakai untuk akad maupun resepsi. Namun tentunya harus disesuaikan dengan warna attire saat akad dan resepsi. “jika masih bisa nyambung, kenapa enggak! Kamu jadi bisa lebih memaksimalkan sepatu wedding kamu dengan hasil yang lebih “WAH” dan aku memesan sepatu dengan bahan kulit dan design yang tidak terlalu terkesan “sepatu wedding” agar masih bisa aku gunakan untuk acara lain,” kata Ayu.

“With the ups and downs, semuanya memberikan kesan tersendiri untuk kita berdua. Momen ijab kabul pada akad nikah menurut kita adalah hal yang paling berkesan. Karena disitu sakralnya pernikahan benar-benar kerasa banget. Perpindahan tanggung jawab dari papaku ke Wisnu benar-benar bikin perasaan campur aduk. Mulai dari deg-degan, terharu, sedih, sampai bahagia. Sejujurnya aku merasa agak takut pagi hari sehabis pernikahan aku akan bangun dan merasa “Udah nih? Gini aja?”. Tetapi justru sebaliknya,  aku merasa sangat bersyukur karena hal itu nggak terjadi sama aku karena aku benar-benar enjoy and live every moment,” cerita Ayu.

Tidak ketinggalan Ayu memberikan tips untuk para brides to be,

  • Pilih vendor yang reliable, profesional, dan mampu memberikan quick response.
  • Buat timeline dan milestone di setiap aktifitas, terutama yang berkaitan dengan vendor. Selalu follow up untuk memastikan apa yang diinginkan sudah dikerjakan oleh para vendor.
  • Penyebaran undangan yang paling menyita perhatian kita berdua. Kita tidak menyangka kalau ternyata mengumpulkan contact teman-teman itu susah sekali dan walaupun kami sudah membuat list, tetap saja banyak yang terlewat.
  • Nikmati tiap menit saat kalian sedang sibuk dan pusing ngurusin acara pernikahan kalian karena semua ini tidak akan pernah terulang
  • Untuk pestanya sendiri, aku menyarankan untuk menikmati saja setiap detiknya karena kita pasti akan kangen masa-masa tersebut. Kita juga harus ingat bahwa there are so much more after the wedding, jadi jangan terfokus pada hari H saja
  • Jangan stres! At the end you will be happy cause you’re already married with the person you love
  • Buatlah wedding moodboard kamu. Menggunakan warna-warna yang selaras akan menambah cantik suasana pernikahanmu. Kalaupun ingin menabrak warna, pilihlah yang masih cocok agar tidak membuat sakit mata tamu yang hadir. Jika suasana pernikahanmu nyaman, tamu-tamu pasti betah berlama-lama.

4 vendor favorit Ayu :

1. Suryo Decor

 

“Aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan dekorasi dari Suryo Decor. Aku memang ingin dekorasi yang memiliki unsur tradisional namun tetap terasa ambience modernnya. Semua itu ada pada Suryo Decor. Mas Sulis dan Mas Yarry dapat membaca dan merealisasikan apa yang kami harapkan dan bayangkan. Terutama pada personal beliau yang sangat baik.”

2. Irwan Riady

 

“Magical hands by maestro memang tidak pernah salah. Beruntung sekali bisa di makeup sama Mas Irwan yang super humble. He’s very detail dan profesional banget. What can I say more? Let his magic hands do the work and you’ll be mesmerized.”

 

3. Myrna Myura

 

“Aku enggak nyangka kebaya untuk resepsi dan akad bisa jadi sebagus itu, surprise my expectation for sure. Kebaya buatan Mba Myrna sangat beyond expectation dan breathtaking. Detailnya benar-benar bagus dan cantik. Terutama untuk kebaya resepsi, aku suka sekali warnanya, karena masih jarang pengantin yang menggunakan warna dark gray seperti itu, benar-benar sesuai dengan yang aku mau.”

 

4. Sono Kembang

 

“Rasa makanannya sudah tidak diragukan lagi. Selain itu tim dari Sonokembang sangat memperhatikan presentasi makanan dengan baik. Plus table decoration yang sangat maksimal dan menunjang cantiknya dekorasi. Banyak yang memuji makanan pada hari itu, bahkan setelah acara selesai banyak yang menanyakan tentang catering-nya. Pokoknya puas sekali dengan Sonokembang.”

 

One thought on “Pernikahan Adat Sunda dengan Tema Classic Garden

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *