Pernikahan Adat Sunda Uthi Naufal di The Glass House by Tirtha Bali

Pernikahan Adat Sunda di The Glass House by Tirtha, Bali

Style Guide

Venue Hall

The Vendors Who Made This Happen

Banyak brides to be yang memiliki mimpi untuk bisa mengabadikan momen terindah dalam hidupnya di Pulau Bali. Budaya Bali yang kental, konsep modern serta keindahan alam menjadi alasannya. Apalagi jika ketiga unsur tersebut dipadukan dengan konsep tradisional dari adat suku leluhur sang pengantin. Pasti akan sangat cantik dan berkesan.

Melangsungkan pernikahan berlatar rimbunan pohon hijau dengan venue berkonsep modern dipadu dekorasi nuansa khas bali tentu akan menjadi pengalaman yang tak akan terlupakan bagi pengantin. Beberapa waktu yang lalu, The Bride Dept dan Tirtha Bridal bekerja sama untuk membantu wujudkan impian para pengantin dengan mengadakan #MyFreeTraditionalWedding yang berhadiah pernikahan gratis di The Glass House by Tirtha di Bali. Sejumlah vendor favorit para brides to be seperti Airy Designs, Why Moments, The Distillery Asia, The Clementines, Twogather dan Satu Studios juga turut serta mendukung acara ini.

Uthi dan Naufal adalah pasangan pengantin yang beruntung karena mereka menjadi pemenangnya. Bagi Uthi, hal ini seperti mimpi yang jadi kenyataan. Menikah di Bali adalah impiannya sejak lama. Uthi sendiri bertemu Naufal 11 tahun yang lalu di Sekolah Menengah Pertama. Mereka satu sekolah namun beda angkatan. Saat itu mereka sudah saling suka namun hanya sekedar cinta a la remaja. Hubungan terus berlanjut hingga berujung ke pelaminan. “Aku follow Instagram The Bride Dept sudah lama, dan waktu itu aku lihat The Bride Dept sedang mengadakan kompetisi pernikahan gratis di Bali. Pada saat aku melihat ada kompetisi dari The Bride Dept, sebenarnya aku sedang mempersiapkan pernikahanku di Jakarta. Namun, aku tetap mengikuti kompetisi ini karena melangsungkan  pernikahan di Bali itu sudah menjadi mimpi aku. Alhamdulillah aku bisa diberikan kesempatan oleh The Bride Dept dan Tirtha Bali untuk menjadi pemenang,” cerita Uthi.

Sesuai dengan latar belakang kedua pengantin, pernikahan digelar dengan menggunakan adat Sunda. Nuansa Sunda berpadu dengan keindahan alam Bali dan konsep modern dari The Glass House by Thirtha. Uthi mengenakan mahkota Sunda Puteri dan dekorasi yang sarat dengan unsur tradisional. “Aku dan Mba Dhea dari Airy Design mencari informasi mengenai kain-kain khas Sunda yang motifnya bisa kami gunakan di acara ini. Akhirnya pilihan jatuh pada motif batik tulis garut merak ngibing yang menjadi motif serbet pada acara makan malam,” ujar Uthi.

Uthi membebaskan para tamu undangan untuk urusan wardrobe. Undangan dipersilahkan untuk memakai dress, jas ataupun kain tradisional. Acara pun dibuat santai dengan pemilihan lagu-lagu dari Cappuccinote Band yang memuat suasana intimate semakin terasa.

Bagi Uthi, pernikahannya di The Glass House by Tirtha merupakan momen yang sangat berkesan. Meskipun beberapa tamu undangan ada yang tidak datang karena adanya travel warning akibat situasi di Gunung Agung, namun hal tersebut tidak menyurutkan kebahagian Uthi dan Naufal. “Benar-benar bahagia selama acara. Karena persiapan dilakukan dari Jakarta, komunikasi antar vendor harus menjadi perhatian utama. Alhamdulillah acara berjalan lancar. Aku sangat bahagia dan menikmati semua momen yang ada.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *