Pernikahan Adat Sunda yang Berkesan ala Putri dan Harriman

By Gregoria Elsa on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Ritz Carlton Mega Kuningan

Event Styling & Decor Gaia Nata Slaras

Photography Soe and Su

Videography Fotologue

Bride's Attire Widhi Budimulya

Groom's Attire Rama Dauhan

Make Up Artist Adi Adrian

Wedding Organizer Artea Organizer

Resepsi Pernikahan

Bride's Attire Biyan

Hair Do Sanggar Ekayana

Pertemuan Putri dan Harriman berawal karena keduanya sama-sama kuliah di Melbourne. Semula mereka hanya berteman biasa selama setahun, namun karena mereka berdua merasa cocok satu sama lain, mereka pun akhirnya mulai membina hubungan pacaran. Putri dan Harriman berpacaran sejak akhir tahun 2006.

Dengan jangka waktu pacaran yang lama, omongan mengenai pernikahan memang sudah ada dan pertemuan keluarga juga sudah dilakukan. Hal ini membuat Putri merasa tidak akan mendapat sweet proposal dari Harriman. “Tapi tiba-tiba, aku dapat kiriman kue dan pas aku buka, ada tempat cincin dan kartunya. Aku kaget banget gak nyangka bakal ada sweet proposal,” kisah Putri.

 

Putri dan Harriman mempersiapkan pernikahan dalam waktu 4 bulan. Sebenarnya, mereka sudah lama melakukan persiapan tetapi karena tiba-tiba ada perubahan venue, konsep dan tanggal, akhirnya Putri dan Harriman harus mencari venue baru sebagai pengganti. Bagi Putri, tantangan terbesar dalam melakukan persiapan ini yaitu pada saat mencari venue baru. “Lumayan panik juga soalnya banyak venue yang sudah penuh, jadi harus keliling-keliling ke beberapa tempat,” ujarnya.

Acara pernikahan Putri dan Harriman ini bertemakan istana di tengah hutan, jadi Putri memasang banyak dekorasi pohon dan daun-daun di ballroom agar sesuai dengan tema. “Untuk musiknya, kami memilih mini orchestra dengan music upbeat jazz dari Nikita Dompas sebagai musik pengiring dalam pernikahan kami,” ungkap Putri. Hal ini dikarenakan Putri ingin membuat suasana yang gembira di acara pernikahannya.

Putri dan Harriman menjalani prosesi adat Sunda setelah akad nikah. “Dari dulu aku memang sudah kepingin banget kalau nikah harus pakai adat Sunda karena aku suka sekali siger dan rampak gendang,” jelas Putri. Prosesi adat Sunda dilangsungkan ketika acara resepsi. Ibunda Putri memilih sanggar Ekayana untuk prosesi entrance adat Sunda yang lengkap dengan gagahan, penari merak dan rampak gendang. 

Untuk kebaya akad nikah, Putri menyerahkannya kepada Widhi Budhimulya. Nuansa biru muda dipilih Putri karena ia suka sekali warna biru. Sementara untuk kebaya resepsi, Putri mempercayakannya kepada Biyan, karena Putri suka sekali manik-manik dari Biyan. Warna hijau muda dipilih Putri untuk kebaya saat resepsi. “Awalnya aku mau pakai warna biru juga tapi ketika ditunjukkan beberapa option bahan ada warna hijau muda yang bagusss banget, jadi langsung ganti warna deh,” tuturnya.

Mengenai hal apa yang paling berkesan dalam acara pernikahannya, Putri menjawab “Saat akad nikah! Alhamdulillah ijab Kabul berjalan lancar dan kita berdua sangat happy ketika diberitahu beberapa orang bahwa Ayah kita yang sudah almarhum ternyata “datang” untuk menyaksikan ijab Kabul. Nothing’s happier than having our father in our wedding day.”

Top 3 vendor pilihan Putri dan Harriman adalah:

 1. Artea Organizer

“Kita happy banget sama Ria dan Renate dan team Artea lainnya. Semuanya baik sekali, sabar dan pengertian banget, dari awal persiapan nikah sampai hari H. Gak kebayang kalau gak ada Artea pasti acara kita gak selancar itu. Sangat-sangat recommended!”

2. Soe&Su

“Hasil fotonya bagus banget dan semua super baik. Padahal aku dan Harriman susah banget kalau dapet foto bagus, tapi sama Soe&Su, fotonya bagus-bagus dan semuanya sabar banget foto berulang-ulang haha. Puas banget dan sangat recommended!”

3. Fotologue

“Hasil videonya bagus banget sampai gak bosan ditonton berulang-ulang. Teamnya juga baik banget dan sabar ngulang-ngulang shoot supaya gak kaku. Cepat sekali kirim videonya dan hasilnya beyond my expectation. Juga sangat recommended!”

Untuk para brides-to-be yang sedang mempersiapkan pernikahannya, Putri membagi tips berikut:

  1. Tentukan jumlah undangan dan membuat undangan dari jauh-jauh hari karena ternyata ini adalah yang paling susah dan lama
  2. Pilih vendor yang personalitynya baik. Karena dengan memiliki vendor yang baik dan sabar, pastinya membuat proses persiapan pernikahan dan hari H menjadi lebih menyenangkan dan juga creating positive ambience dan happy mood
  3. Keep on positive dan banyak berdoa ya!