Pernikahan Adat Tolaki ala Yunita dan Lung

By Rebebekka on under The Wedding

Style Guide

Style

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah & Wedding Reception

Venue Grand Clarion Kendari

Event Styling & Decor Gallery Pengantin

Photography Polar Photograph

Bride's Attire Myrna Myura

Make Up Artist Muhdia Rafika

Jewellery & Accessories Rinaldy A Yunardi

Seserahan Nina Seserahan

Others Merveille Shoes

“Awalnya kami berdua sama – sama menjauh karena kami sadar bahwa kami terlalu banyak perbedaan untuk bisa bersatu, namun setelah 5 tahun berpisah dan bertemu kembali kami merasa yakin kalau hubungan kami ini bisa diperjuangkan” ungkap Yunita tentang kisah hubungannya dengan Lung. Awalnya Yunita diperkenalkan oleh Lung justru dengan orang yang mendekatinya. Lucunya, mantan Yunita ternyata adalah teman Lung dan mantan Lung merupakan teman dari Yunita juga. Setelah berkomitmen untuk memperjuangkan hubungan mereka di hadapan keluarga, Lung melamar Yunita pada tanggal 23 November 2014 di Bali. “Kami berdua jarang bertemu karena menjalani hubungan jarak jauh, aku di Kendari sedangkan Lung di Jakarta. Kemudian tiba – tiba Lung mengirimkan  tiket ke Bali untuk berlibur dengan teman – temannya disana. Pagi – pagi buta Lung mengajak aku melihat sunrise, sesampainya di pantai belakang hotel aku mengambil tongsis untuk selfie, namun saat akan mengambil foto ternyata di kamera sudah terlihat dia memegang kotak cincin and he proposed me!” kenang Yunita bahagia.

Yunita mengaku bahwa sesungguhnya mereka berencana menggelar pernikahan di tahun 2016 atau 2017. Namun salah satu teman dekat Lung tiba – tiba membatalkan pernikahannya. Teman Lung tersebut telah membayar uang muka untuk gedung dan semua vendor yang terlibat. “Persiapannya serba mendadak, entah kenapa Lung langsung mengajukan kepada orangtuanya untuk mengambil alih pernikahan temannya tersebut dan orangtuanya pun setuju. Sehingga tanggal pernikahan temannya di tanggal 9 Januari 2016 menjadi tanggal resepsi kami di Jakarta. Oleh karena itu kamu memilih tanggal yang terdekat untuk akad nikah dan resepsi di Kendari yaitu pada tanggal 28 November 2015 yang lalu,” jelas Yunita.

Tantangan terbesar bagi Yunita adalah dengan terbatasnya vendor – vendor yang ada di Kendari sehingga Yunita mencoba bekerja sama dengan vendor yang ada di Jakarta dan luar Kendari. Hal ini menyebabkan Yunita agak repot ketika harus bolak balik Jakarta – Kendari setiap bulannya. Tidak hanya berhubungan dengan vendor namun segala persiapan pernikahan Yunita kerjakan sendiri mulai dari menyusun rundown acara, memikirkan tema hingga kepada detail – detailnya.  

Rangkaian prosesi adat dalam pernikahan Yunita dan Lung dimulai dengan prosesi pelamaran secara adat Tolaki. Yunita dan Lung diwakili oleh Pabitara yaitu juru bicara dalam adat Tolaki. Pabitara Lung sebagai pihak pengantin pria membawa seserahan adat berupa garam, gula, kopi, teh, gula merah, gayung, baskom dan sarung. Jumlah sarung yang dibawa oleh pihak pengantin pria menunjukkan seberapa besar tinggi nilai sang perempuan oleh pengantin pria. Pilihan jumlah sarung antara lain 16, 40 dan 80. Beruntung Yunita mendapatkan 80 sarung dari Lung dan keluarganya. Prosesi berikutnya adalah Malam Pacar atau Metirangga yang mirip dengan Mappaci dalam adat Bugis. Prosesi tersebut diawali dengan Barasanji atau pengajian dimana Yunita dibacakan shalawat dan tangannya terbuka lalu oleh orang yang dituakan Yunita diberi daun pacar di seluruh jari dan telapak tangannya. “Malam Pacar ini bisa dibilang malam yang paling sedih karena disinilah saya memohon izin kepada orangtua saya agar diberikan restu untuk menikah,” kata Yunita. Acara berlanjut kepada persiapan akad secara adat yang prosesnya mirip dengan prosei pelamaran namun ditambah dengan Lung yang membawa seserahan berupa barang – barang kesukaan Yunita. Prosesi ini melibatkan pemangku adat, pemerintah dan banyak keluarga.

Setelah melewati prosesi pernikahan adat Tolaki yang cukup panjang, tibalah Lung melakukan Ijab Qabul dihadapan banyak orang. Yunita tidak mendampingi karena harus bersembunyi di kamar. “Akad dilakukan di atas sajadah atau tikar yang diarahkan ke Kiblat. Kemudian, wali nikah yaitu papaku sendiri membimbing Lung membaca ayat-ayat suci Al-quran. Lalu, pengantin pria diminta membacakan hapalan surah-surah pendek. Puncaknya, papa dan Lung mengambil posisi setengah berjongkok dan mempertemukan serta menekan kedua ibu jari kanan mereka. Setelahnya, kedua tangan ditutupi sapu tangan. Lalu papa mengucapkan ijab disambut dengan qabul dari Lung. Uniknya, ucapan ijab qabulnya sangat panjang panjang tidak seperti pada umumnya karena semua gelar pendidikan dan keagamaan orang tua serta pengantin wanita akan disebut lengkap dengan penyebutan seluruh mas kawin satu persatu kemudian ditutup ucapan karena Allah SWT. Semua itu harus dihapal luar kepala, tidak boleh dibaca di kertas dan harus dengan satu tarikan nafas,” jelas Yunita.

Yunita bercerita bahwa awalnya ia sempat berselisih paham dengan mamanya ketika Yunita bersikukuh tidak ingin di-paes atau dadas dalam adat Tolaki, sedangkan mamanya meminta agar nuansa adat tetap terasa pada riasan wajah Yunita. Selama berhari – hari Yunita selalu memikirkan apakah ia harus memakai dadas atau tidak karena ia khawatir wajahnya akan terlihat aneh. Di sisi lain Yunita tidak ingin mengecewakan mamanya yang ingin sekali melihat anaknya menikah dengan riasan adat Tolaki tersebut. Sampai akhirnya malam sebelum akad nikah, Yunita baru menghubungi vendor yang mengerjakan hair do dan dadas tersebut. Hingga subuh Yunita tidak bisa tidur memikirkan bagaimana hasilnya saat dia akan di-dadas. Ternyata hasilnya sangat cantik ya brides! “Walaupun sempet ada konflik antara aku dan mama, namun pada saat hari akad berlangsung aku melihat betapa senangnya mama ketika melihat aku mengkuti keinginannya untuk di-dadas dan memakai aksesoris adat miliknya,” ungkap Yunita.

Yunita memilih Fairy Tale sebagai tema dan konsep pernikahannya di Kendari sesuai dengan impian masa kecilnya. Dekorasi didesain secara mendetail untuk mewujudkan nuansa wonderland seperti Gazebo di tengah venue, kursi taman, statue berbentuk love dari kartu ace, kereta kencana, dancers dengan ball gown, hingga table sushi yang memunculkan salah satu karakter Alice in wonderland di tengah mejanya! Namun satu hal yang paling mendukung tema resepsi adalah wedding dress yang dikenakan Yunita. Yunita menjadi persis seperti Cinderella in the wonderland. “Inspirasinya murni dari gaun biru Cinderella. Wedding dress ini adalah hasil buatan Myrna Myura. Aku sudah jatuh cinta dengan Myrna saat membuat dress pernikahan kedua kakakku. Terlihat design dan hasilnya makin bagus dari tahun ke tahun. Dan untuk pernikahanku, Myrna Myura membuatnya benar – benar sesuai dengan harapanku bahkan diluar ekspektasi,” kata Yunita.

Bagi Yunita semua kejadian dalam pernikahannya sungguh berkesan walaupun awalnya Yunita sempat sedih karena kakak perempuannya tidak bisa hadir karena harus mengikuti diklat prajabatan yang wajib dihadiri dan adik laki – lakinya ketinggalan pesawat sehingga gagal mengikuti acara akad nikah. Ketika akad nikah, Yunita merasakan ketegangan yang luar biasa saat menonton siaran ijab qabul melalui video yang disediakan di kamar tempat Yunita menunggu. Saat ketika Alung dapat mengucapkan ijab qabul secara lancar dengan kecepatan tinggi dan satu tarikan napas dan kemudian disambut dengan tepukan tangan serta sorak sorai tamu undangan merupakan highlight dari pernikahan Yunita.

Sebelum menutup pembicaraan, Yunita tidak lupa memberikan tips kepada brides to be dalam mempersiapkan pernikahan. Pertama, kenali kelebihan dan kekurangan vendor sehingga bisa mengatur ekspektasi. Kedua, Koordinasi adalah kunci. Pastikan semua pihak yang terlibat tahu posisi dan jaringan komunikasi. Tentukan siapa yang bisa dihubungi dan bisa mengambil keputusan untuk situasi emergency. Ketiga, fokus pada inti acara. Jangan sampai momen tersebut kurang mendapat perhatian karena fokus pada komponen pendukung.

Top 3 vendor pilihan Yunita

1. Myrna Myura

“Tadinya hanya mau pesan dress resepsi saja. Namun karena melihat hasilnya luar biasa, jadi memutuskan untuk pesan mulai dari baju lamaran, akad sampai resepsi semuanya. Talentanya membuat dress impian saya sejak kecil bisa melebihi harapan saya.”

2. Polar Photography

“Mereka rela kerja rodi dari lamaran sampai resepsi yang dikebut dalam dua hari”

3. Muhdia Rafika

“Make up yang flawless dan menonjolkan kelebihan wajah serta etos kerja profesional”
“Selain 3 top vendor yang telah membantu mewujudkan wedding impianku, aku juga berterima kasih kepada kedua kakakku Citra Handayani dan Nina Indriyani yang telah banyak membantu mempersiapkan segalanya serta memberi banyak masukan. Tidak lupa untuk Kak Ramal dan Kak Totonk atas waktu dan dedikasinya untuk membuat acara impianku ini terwujud dengan sempurna!” ucap Yunita menutup pembicaran.

×