Pernikahan Adat Toraja Modern Ala Adisty dan Kalfaris

By Septa Mellina on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Holy Matrimony

Venue Gereja Katedral Jakarta

Event Styling & Decor Inge Florist

Bride's Attire Yefta Gunawan

Make Up Artist Adi Adrian

Hair Do Penny

Jewellery & Accessories Rinaldy A Yunardy

Wedding Organizer Rina Gunawan

Resepsi Pernikahan

Venue Grand Ballroom Hotel Mulia

Event Styling & Decor Stupa Caspea

Photography Axioo

Beberapa waktu lalu, tim The Bride Dept sempat menulis kisah cinta Adisty dan Kalfaris. And we are really happy to announce that this couple finally tied a knot. Melalui pernikahan modern tanpa meninggalkan budaya Indonesia, Adisty dan Kalfaris dengan senang hati berbagi pengalaman mereka dalam mempersiapkan pernikahan.

Seperti pasangan lainnya, Adisty dan Kalfaris juga ternyata menemukan kesulitan dalam menyatukan keinginan masing-masing keluarga, lho. “Mungkin di Indonesia, acara pernikahan sering kali diidentikan dengan acaranya orang tua. Atau banyak sekali yang bilang: ini kan acaranya orang tua yang nikahin anaknya. Padahal, on the other hand, calon pengantinnya juga pasti ingin dream wedding-nya menjadi kenyataan. Di situ biasanya banyak sekali calon pengantin dan orang tuanya yang bentrok karena keinginan yang berbeda. Saranku adalah cari jalan tengahnya. Diskusikan apa yang menjadi kendala di pernikahan kamu, omongin baik-baik, sehingga keinginan calon pengantin dan orang tua bisa terwujud,”kata Adisty membuka obrolan.

Nah, karena ayah Adisty dan keluarga Kalfaris sama-sama berdarah Toraja, pasangan ini pun mengambil adat Toraja untuk resepsi pernikahan mereka. Meski demikian, Adisty juga menggunakan adat Sunda dalam acara siraman. Unik ya, bride-to-be! “Sebenarnya ngga banyak prosesi adat Toraja yang aku jalani, selain dari dekor dan dress yang aku pakai. Pada saat resepsi, unsur Toraja ada pada saat Tarian Pa’gellu muncul. Untuk prosesi siraman sendiri, aku memakai adat Sunda karena mamaku berasal dari Jawa Barat,” kata Adisty.

Ngobrolin soal dekorasi, tim The Bride Dept kagum banget dengan dekor resepsi pasangan ini. “Kalau untuk dekorasi di gereja, aku harus sepakat sama 3 pengantin lainnya mau dekor seperti apa. Karena di Katedral tanggal 30 April ada 4 pengantin dan kebijakan gereja adalah setiap pengantin harus dengan dekor yang sama biar nggak ribet gonta-ganti dekor. Thank God kita berempat sepakat kalau dekornya hanya mau bunga warna putih saja, karena memang sebelumnya aku juga kepengen all white di gereja. Kalau untuk dekor malam di gereja, aku dan keluarga sepakat kalau dekornya harus dengan nuansa Toraja. Luar biasa salut sama Stupa Caspea! Untuk benar-benar membuat ukiran Toraja yang bagus dengan warna yang tepat, Stupa mendatangkan beberapa pengukir langsung dari Toraja. Nggak hanya itu, tanah yang akan dicampur cat untuk mewarnai ukirannya juga tanah dari Toraja. Mama papaku seneng banget dekornya bisa jauh lebih bagus dari ekspektasi mereka sebelumnya,” kata Adisty bahagia.

Selain dekorasi yang bagus banget, gaun yang dikenakan Adisty juga cantik sekali lho. “Sejujurnya aku juga belum bisa move on dari dress aku di gereja hahahah. Mas Yefta benar-benar bikin aku terharu waktu aku nyobain dress untuk pertama kali. My dream wedding gown benar-benar jadi kenyataan di tangan Mas Yefta! Aku memilih model dress seperti yang aku pakai di gereja karena dari dulu kepengen punya wedding dress yang classic, sopan, tapi tetap ada unsur megahnya. And Thank God, Mas Yefta buat dress-nya lebih cantik dari yang aku bayangkan! Untuk malamnya, aku mengenakan pakaian adat Toraja. Aku minta Pak Biyan untuk mengombinasikan sendiri ke versi yang lebih modern. Biasanya pengantin toraja cenderung mengenakan warna sepeti merah, emas, atau oranye. Tapi karena aku suka banget warna biru, jadi aku minta supaya dibuatkan baju Toraja modern warna biru dan dikombinasikan dengan bordiran dan payet ukiran Toraja supaya ngga hilang unsur adatnya,” Adisty menjelaskan.

Selain memadukan adat Toraja dan unsur modern dalam resepsi pernikahannya, pasangan ini juga menyertakan upacara Pedang Pora, lho. “Tradisi Pedang Pora di Indonesia biasanya dilakukan oleh perwira TNI/Polri yang mau menikah dan digunakan pada saat prosesi masuknya pengantin. Karena Kalfaris anggota Polri, jadi merupakan suatu kebanggan kalau prosesi Pedang Pora ini dipakai di pernikahan kita. Jujur, aku ngga tahu banyak tentang history atau makna dari prosesi Pedang Pora, jadi aku hanya mengikuti instruksi dari teman-teman yang main Pedang Poranya saja.”

Saat ditanya mengenai highlight dari pernikahan mereka, Adisty mengaku saat berjalan di gereja menuju altar bersama sang ayah adalah momen yang paling berkesan. “Waktu aku jalan di aisle pagi hari di gereja sama papa, aku pilih lagu Two Words-nya Lea Salonga. Why Two Words? Karena lirik lagunya sangat bagus dan dalam menurut aku. Waktu aku jalan di aisle, aku bisa lihat ada beberapa bridesmaidku yang nangis, kakakku nangis dan aku juga bisa lihat kalo papaku udah nahan air matanya dari saat kita baru turun mobil. Sementara aku berusaha sebisa mungkin senyum while everyone was crying hahaha, ngga akan bisa lupa moment itu,” kata Adisty mengenang momen bahagianya.

Top 3 vendor pilihan Adisty dan Kalfaris:

Yefta Gunawan

“Mas Yefta benar-benar bisa membuat gaun impian aku jadi kenyataan! dan bahkan lebih bagus! Selain sangat ramah, Mas Yefta bisa memberi aku masukan yang baik tentang gaun yang aku mau. Baju adat Toraja mamaku dan mama Kalfaris pada saat resepsi juga Mas Yefta yang buat. Orang tua kami sangat puas dengan hasil buatannya Mas Yefta!”

Axioo Team

They’re the best!! Aku, Kalfaris dan keluarga sangat puas dengan hasil-hasil fotonya. Aku memilih Axioo udah dari saat aku prewedding, siraman, sampai akhirnya pada saat aku wedding. Dan dari semua itu, ngga ada hasil fotonya yang jelek! Selain itu Mas David dari Axioo dan timnya luar biasa ramah dan asyik untuk diajak ngobrol. Oh iya satu lagi, wedding trailer yang dibuat oleh Axioo benar-benar bikin mewek setiap aku nontonnya hehe….”

Stupa Caspea

“Ngga bisa berkata-kata lagi tentang dekornya Stupa! Aku dan keluarga benar-benara berasa kaya berdiri di bawah rumah Toraja hahahaha, detail ukiran dan warnanya cantik banget!”

Pasangan berbahagia ini juga ngasih tips untuk bride-to-be yang sedang mempersiapkan pernikahan. “Pray. Pray. Pray. Ngga bisa dipungkiri kalau akan ada beberapa masalah pada saat mempersiapkan pernikahan, banyak-banyak berdoa agar semua rencana baiknya dilancarkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kalaupun ada masalah, pasti bisa diselesaikan baik-baik dan cari jalan tengahnya,” kata Adisty.

We wish you an everlasting marriage, dearest Adisty and Kalfaris!

×