Pernikahan Ajeng dan Aria dengan Adat Jawa Lengkap di Hotel Bernuansa Perancis

By NSCHY on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Hotel Le Méridien Jakarta

Event Styling & Decor Elgen Decor

Photography Arka Pictures

Make Up Artist Upan Duvan

Hair Do Firma Melati Sasongko

Bride's Attire Akad by Merras

Groom's Attire Sundjojo

Bride's Attire Resepsi by Biyan

Wedding Organizer Sauusalito

“Aria adalah juri Abang None 2014 saat aku mendaftar. Aria adalah seniorku angkatan 2003, dan aku hanya mengenalkan sebagai senior, nggak menyangka kalau dia adalah jodohku.” cerita Ajeng.

Sejak Abang None 2014 tersebut, Ajeng dan Aria putus kontak sampai Mei 2017 lalu. Berawal dari direct message di Instagram, mereka memutuskan untuk janjian makan malam dan nonton bioskop. Dari situlah, hubungan keduanya semakin dekat, bahkan saling mengenalkan satu sama lain ke keluarga masing-masing.

“Hubungan kita ngalir gitu aja, nggak ada tembak-tembakan, jadi kita berdua yang nentuin sendiri tanggal jadiannya, 4 Juli yang merupakan hasil tambah-tambahan tanggal ulang tahun kita berdua” cerita Ajeng.

Karena dari awal sudah ada komitmen dari keduanya, makanya, saat Ajeng sudah lulus kuliah, tanpa menunggu waktu lama, Aria melamarnya, dan mereka resmi tunangan pada Mei 2018, dan sembilan bulan kemudian, mereka resmi menikah.

 

Aria dan Ajeng menyelenggarakan rangkaian pernikahan dengan beberapa adat tradisional, mulai dari pengajian yang diadakan H-7, dan adat Panggih setelah akad.

“Momen Panggih adalah momen yang berkesan untukku. Sebelum hari H, aku mempelajari setiap tahapannya, jadi bukan hanya formalitas aja, tapi aku ingin benar-benar paham arti dari setiap tahapannya.”

Saat akad, Ajeng mengenakan kebaya bludru hitam yang kental dengan suasana Jawa, sama seperti pakaian pernikahan orang tuanya dulu. Untuk resepsi, Ajeng mengenakan kebaya silver dengan Paes yang dipermanis dengan seragam sepupu-sepupunya yang menggunakan set beskap dan kebaya Kutubaru lengkap dengan aksesorisnya. Untuk seragam bridesmaid, Ajeng mengkombinasikan kain Batik Solo untuk dibentuk Dodot, selendang, dan Kain Wiron untuk menekankan suasana Jawa klasik.

 

“Yang unik dari pernikahan lengkap bertema Jawa kita ini adalah lokasinya yang terletak di dalam hotel bernuansa Prancis. Alasanku karena jauh sebelum aku merencanakan pernikahan, aku dan keluarga suka ke Hotel Le Meridien untuk kue andalannya, yaitu Mille-Feuille. Waktu itu, aku dan ibuku iseng tanya-tanya soal paket pernikahan di sini, dan kita sama-sama jatuh hati sama Le Meridien. Lalu, di sini juga ada Rumah Kudus dengan nuansa Gebyok Jawa yang pas untuk berfoto. Sampai akhirnya aku merencanakan pernikahan, dari sekian banyak pilihan, keputusanku jatuh pada Le Meridien.”

Di malam resepsi pernikahannya, Aria memberikan kejutan untuk Ajeng dengan membawakan lagu “Janji Suci” dari Yovie & Nuno dan “You Are The Reason” dari Calum Scott. Perlakuan Aria yang biasanya tidak terlalu romantis ini benar-benar membuat Ajeng luluh.

Top 3 vendor:

  1. Hotel Le Meridien Jakarta

“Mba Daysi dari pihak hotel benar-benar membantu menyiapkan detail pernikahan. Saat aku hubungi di tengah malam pun, chat-ku juga dibalas. Aku banyak diberikan kemudahan, dan Mba Daysi selalu responsif dan membuatku nyaman karena selalu memastikan semuanya berjalan dengan baik.”

  1. Upan Duvan

“Gaya riasan Kak Upan yang natural tapi manglingi selalu menjadi favoritku. Dari awal, aku kurang suka dengan riasan yang bold, apalagi sampai mengubah wajah. Aku ingin tetap menjadi diriku sendiri, tapi dengan versi terbaiknya. Kak Upan bisa menonjolkan kelebihan di wajahku, dan aku puas dengan hasilnya.”

  1. Biyan

“Aku jatuh hati dengan detail payetnya yang cantik, tapi ringan saat digunakan. Desainnya benar-benar magic, dari jauh pun terlihat sparkly. Saat bersalaman, para tamu banyak yang memuji kebayanya yang katanya, fits me beautifully.”

 

Tips untuk brides to be:

“Menurutku, ada baiknya selalu legowo dan iklas saat menyiapkan pernikahan, serahkan semuanya kepada Tuhan, dan kuncinya jangan putus ibadah dan berdoa, meminta kemudahan dan dijauhkan dari segala aral. Selain itu, cobalah untuk terbuka dengan pasangan dan jaga komunikasi, karena semakin dekat hari H, suasana semakin menegangkan. Saranku yang terpenting, niatkan dalam hati untuk menikah untuk ibadah, dengan begitu akan diberikan kemudahan dalam setiap langkah.”

Shop