Pernikahan Batak Dengan Konsep Rustic ala Pipi dan Ronald

By NSCHY on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Pemberkatan Pernikahan

Venue GKPI Sriwijaya Medan

Event Styling & Decor Tommy Sumargo

Photography Iluminen

Bride's Attire Vera Kebaya

Make Up Artist Marlene Hariman

Groom's Attire Wong Hang

Resepsi Pernikahan

Venue JW Marriott Hotel Medan

Event Styling & Decor Delavender Decoration

Bride's Attire Anaz Official

Wedding Organizer Mandiri Entertainment Group

“Pi, aku hari minggu kmaren baru selesai gereja dan ga tau kenapa tiba2 keinget sm ada temenku yg namanya Ronald and somehow aku tiba-tiba keinget sm Pipi juga. Aku kenalin ke Pipi boleh ga?”

Begitulah kira-kira bagaimana Meta meminta izin kepada Pipi untuk memperkenalkannya kepada temannya, Ronald. Saat itu, Ronald berdomisili di Jakarta karena ia bekerja di Jakarta sedangkan Pipi baru kembali ke Medan untuk bekerja. Tak lama setelah izin tersebut, Ronald berkunjung ke Medan untuk menemui Pipi untuk pertama kalinya, bersama Meta dan juga beberapa teman lainnya.

Karena menemukan kecocokan, dua bulan setelah berkenalan mereka mulai menjalani hubungan dan beberapa kebenaranpun terungkap. Ternyata, Ronald dan Pipi pernah satu sekolah saat SD dan bahkan masuk di kelas yang bersebelahan. Nggak hanya berhenti di situ, ternyata, Pipi adalah cinta SD-nya Ronald! Dan bahkan, Ronald sudah pernah mengirimkan friend request ke Facebook Pipi bertahun-tahun lalu.

“Ronald jujur kalau dia suka sama aku dari kelas 5 SD, bahkan dia sering diam-diam masukin snack coklat ke tas aku,” cerita Pipi.

Mendengar hal tersebut, Pipi nggak bisa berhenti ketawa karena ia sudah terlanjur mengenal pacarnya tersebut yang sampai sekarang masih menjadi orang yang pemalu. Pasalnya, saat PDKT, Ronald pernah menghabiskan satu kotak box tissue waktu lagi makan malam bersama Pipi.

Namun ternyata, cinta Ronald yang bertepuk sebelah tangan saat SD terbalaskan saat ia berhasil meminang wanita pujaannya itu 2,5 tahun setelah menjalin hubungan yang serius.

Meskipun Ronald tergolong orang yang pemalu dan tidak melamar Pipi dengan makan malam romatis atau bahkan proposal berlutut, tapi Ronald memilih untuk memberanikan diri untuk bertemu dengan kedua orang tua Pipi untuk meminta izin secara langsung.

“Aku sempat deg-degan waktu Ronald minta restu dari orang tuaku. Tapi untungnya semuanya berjalan lancar dan nggak lama kemudian keluarga Ronald datang untuk dengan resmi melamarku.”

Pernikahan yang diadakan dua hari: 12 November 2015 dan 14 November 2015 ini mengusung tema “Elegant Rustic Wedding” dengan kombinasi warna putih, pink muda, gold dan sedikit sentuhan warna hijau yang inspirasinya diambil dari berbagai website inspirasi pernikahan, termasuk Pinterest dan Instagram.Berhubung Pipi berasal dari Medan, oleh karena itu pernikahan ini diadakan di Medan dengan menggunakan adat Batak Toba lengkap yang dilalui dengan berbagai tahap, mulai dari Marhusip yaitu pelamaran dari keluarga Ronald kepada Pipi, setelah itu diadakan Martumpol yaitu acara tunangan di Gereja yang diadakan dua minggu sebelum hari pernikahan.

“Prosesi adat Batak memang tergolong lama dan rumit, namun ternyata seru banget saat dijalani!”

Selain itu, Ronald dan Pipi juga menjalani beberapa prosesi adat, mulai dari Marsibuah-buahi saat keluarga Ronald datang ke rumah orang tua Pipi untuk menjemputnya, menyantap sarapan bersama yang berisikan nasi, ikan mas dan air putih yang disuapi oleh orang tua Pipi. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian bunga dari Ronald ke Pipi dan pemasangan Boutonniere di jas Ronald. Setelah itu, keduanya melanjutkan perjalanan ke Gereja untuk pemberkatan. Setelah itu, mereka sekeluarga melanjutkan acara adat yang dimulai dari penyambutan Hula-Hula, pembagian Jambar (daging) kepada saudara, Marhata Sinamot (penyerahan mahar), Paranak akan Manortor menyalami keluarga Parboru sambil menyelipkan uang ke jari anggota Parboru.

Saat itu juga ada momen saat Mangulosi, penyerahan ulos yang dilanjutkan dengan pemberian nasihat dan nyanyian lagu ‘Borhat ma Dainang’ dari orang tua Pipi yang dilanjtukan dengan penaburan beras dari Ayahnya ke Pipi dan Ronald sambil berkata ‘Horas’ sebanyak tiga kali.

“Saat itu aku udah nggak ngerti lagi sedihnya dan air mata nggak bisa berhenti mengalir. Aku sedih dan terharu karena nggak bakalan tinggal satu rumah lagi dengan orang tua.”

Karena sudah lama mengimpikan untuk memakai kebaya rancangan Vera Kebaya, di hari pernikahannyalah Pipi berhasil untuk mewujudkan keinginannya. Semuanya berjalan lancar, bahkan di hari pertama fitting, kebaya Pipi langsung muat di badannya dan membuatnya jatuh hati oleh setiap detail payet yang diberikan oleh Vera Kebaya.

Bagi Pipi, Ayahnya benar-benar sangat suportif dalam pernikahannya dan sangat memberikan usaha yang maksimal untuk memberikan yang terbaik. Serta ibunya, sangat setia menemaninya untuk mempersiapkan segalanya, mulai dari bolak balik Medan-Jakarta, menemani foto pre-wedding, beli alat dekorasi di Bali, ketemu vendor, bahkan berbagai hal kecil lainnya.

“Di saat resepsi banyak sekali momen bahagianya, mulai dari aku dan Ronald ikut turun panggung ikut bernyanyi dan berdansa bersama dengan bridesmaid dan groomsmen dan mingle dengan para tamu.”

Di acara resepsi pun banyak sekali momen lucu dan ga terlupakan. Salah satu momen berkesan adalah walaupun di saat tamu ramai sekali tetapi kita tetap bisa merasakan intimate moments. Seperti di saat Teza menyanyikan lagu-lagunya, saya dan Ronald

Top 3 Vendor:

1. Iluminen

“Aku mengagumi karya Mas Indra karena bisa menangkap semua momen berharga dan bahkan berhasil nggak bikin aku canggung saat difoto. Aku banyak menghabiskan waktu untuk memilih fotografer tapi entah kenapa aku dan Ronald langsung jatuh cinta dengan foto-foto mas Indra.”

2. Vera Kebaya

“Aku jatuh hati pada design dan detail mba Vera di kebayaku. Mba Vera dan tim juga sangat komunikatif, tanpa harus banyak dijelasin, Mba Vera sudah paham keinginanku. Waktu fitting, aku benar-benar pangling karena payetnya yang rapih dan cantik sekali serta kebayanya yang langsung pas di badan. Aku benar-benar merasa paling cantik dan bahagia ketika memakai kebaya ini di hari pernikahan. If only I could be dressed up in my wedding kebaya everyday!

3. Marlene Hariman

“Marlene sangat ramah dan menyenangkan. Gaya make up-nya sangat soft dan natural tapi tetap full coverage dan manglingi. Aku bahkan nggak ngerasa lagi di make up-in karena sepanjang waktu kita selalu ngobrol dan bercanda. I am a happy bride!”

Tips untuk brides to be,

“Perbanyak riset! Itu penting banget untuk memastikan konsep yang kamu inginkan. Kedua, budgeting! Tentukan estimasi biaya dan pilih prioritasmu. Jangan terburu-buru dalam memilih vendor, pilih yang berkomunikasi baik dan professional. Keempat, minta bantuan! Kamu nggak mungkin bisa ngerjain semuanya sendiri, bisa bikin kamu stress dan kelelahan. Kelima, berdoa dan ikhlas! At the end of the day, no matter what happens, the best part is being married to your loved one and nothing else matters! So be happy and smile! It’s your big day!”

×