Pernikahan Berkonsep Pasar Rakyat di Yogyakarta ala Hana & Alex

By NSCHY on under The Wedding

Pernikahan Berkonsep Pasar Rakyat di Omah Pakem, Yogyakarta ala Hana & Alex

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Omah Pakem, Yogyakarta

Event Styling & Decor Royal Kinanthi

Photography Violet Eyes Photography

Photography Kencana Art Photography

Make Up Artist Nakula Sadewa Wedding

Hair Do Nakula Sadewa Wedding

Bride's Attire Dodot by Siti Sundari Solo

Catering Nanduto Home Cooking

Catering Sono Kembang Prestige

Wedding Entertainment Endah Laras

Master of Ceremony Wahyu Winarto

Master of Ceremony Tako Mintardja

Master of Ceremony Brian Prasetyoadi

“Berawal dari family friends, keluarga kita sudah saling mengenal satu sama lain, sampai akhirnya, aku dan Alex bertemu saat sedang menyelesaikan studi di Melbourne, tepatnya saat pesta ulang tahun kita diadakan secara bersamaan karena ulang tahun kita hanya berjarak satu hari.” mulai Hana. Mari kita simak cerita pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan dengan tema “Pernikahan Berkonsep Pasar Rakyat di Yogyakarta ala Hana & Alex”!

Saat itu, Hana dan Alex masih sama-sama sangat muda. Saat itu, usia Hana memasuki 17 tahun, sedangkan Alex berulangtahun yang ke-18. Makanya, mereka memutuskan untuk menunggu hingga dewasa untuk melanjutkan hubungan, “waktu itu, kita masih sangat muda dan takut hubungan keluarga malah rusak karena kita berdua,” cerita Hana.

Berhubungan selama kurang lebih 8 tahun membuat hubungan Hana dan Alex sudah memiliki pondasi yang cukup kuat. Berpacaran 8 tahun, namun mereka terpisah oleh jarak selama 5 tahun karena LDR, Melbourne-Yogyakarta lalu Melbourne-Paris.

“Tahun 2015 lalu, saat aku lagi kuliah di Paris, Alex datang mengunjungiku. Saat itu, dia melamarku di taman favoritku, yaitu Jardin du Luxembourg.” kata Hana.

LDR tidak hanya mengajarkan Hana dan Alex untuk berhubungan jarak jauh, namun mempersiapkan pernikahan jarak jauh.

“2 minggu sebelumnya, kita mengadakan acara di Melbourne dan Bali, makanya, dengan waktu yang mepet, mengadakan 3 pesta pernikahan cukup melelahkan.” cerita Hana.

Di Yogyakarta, Hana dan Alex memilih Omah Pakem sebagai tempat melangsungkan pernikahan karena tata ruangnya yang cantik, serta ornamen perpaduan Joglo Jawa dan adanya pemandangan Merapi dari pelataran sawahnya. Sebagai anak terakhir dari keluarga Jawa, tentunya orang tua Hana menginginkan pernikahan adat Jawa untuk anak terakhirnya tersebut, lengkap dengan Siraman dan Panggih. Untuk dekorasi, Ibu memberikan ide konsep “Pasar Rakyat” yang kita percayakan kepada Royal Kinanthi untuk merealisasikannya.

“Bagi aku dan Alex, momen yang paling berkesan adalah melihat semua orang terdekat kita hadir, melihat hampir semuanya berbusana Jawa.” cerita Hana.

Top 3 vendor:

1. Omah Pakem

“Selain venue-nya yang cantik dan luas untuk pesta pernikahan outdoor, timnya juga melayani dengan sepenuh hati tanpa kenal lelah untuk membantu semua persiapan dengan baik.”

2. Royal Kinanthi

Royal Kinanthi menyulap Omah Pakem menjadi benar-benar seperti pasar malam dengan gubuk buatan, pernak pernik, serta seting tempat makan yang membuat orang betah.”

3. Nanduto Catering

“Makanannya enak dan autentik sekali! Penataan meja area VIP juga sangat cantik dan sempurna untuk tamu khusus keluarga kita.”

Tips untuk brides to be:

“Kalau bisa, cobalah menyiapkan pernikahan lebih dini. Kita memulai persiapan 1,5 tahun sebelumnya, mulai dari mencari venue dan membandingkan vendor. Dengan mulai lebih awal, kita bisa mendapatkan penawaran yang lebih baik. Kedua, perlakukan vendor seperti teman. Aku percaya, hampir semua vendor ingin memberikan yang terbaik untuk pernikahan kliennya, jadi, berikan mereka kepercayaan, tapi pastikan juga kita sudah menyampaikan semua yang kita inginkan. Di hari H, enjoy the day, karena waktu akan berlangsung sangat cepat!”

 

Shop