Pernikahan dengan Adat Minang dan Jawa ala Sasha dan Harris

By Leni Marlin on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Shangri-La Hotel, Jakarta

Event Styling & Decor Gaia Nata Slaras

Photography The Portrait Photography

Bride's Attire Merras

Make Up Artist Marlene Hariman

Groom's Attire Rumah Kebaya

Pemandu Adat Tari Donolobo

Resepsi

Make Up Artist Petty Kaligis

Hair Do Des Iskandar

Kafe San Churro adalah saksi pertemuan pertama mereka. Di tempat hangout-nya orang Indonesia yang tinggal di Melbourne ini, Sasha dan Harris pertama kali bertemu. Di Melbourne, Sasha sedang melanjutkan kuliah S2, sedangkan Harris bekerja.

“Sebenarnya, Harris adalah kakak kelasku di SMA Binus High School. Tapi, ia juga enggak menyadari kalau aku adalah adik kelasnya hingga kami bertemu di Melbourne,” kisah Sasha. Lucunya, Sasha sebenarnya akan dijodohkan dengan saudara Harris. Namun, diam-diam Harris menyukai Sasha. Ia pun mulai mendekati Sasha setelah tahu bahwa saudaranya kurang tertarik.

Dua Kali Dilamar

Mungkin jarang sekali seorang wanita dilamar dua kali. Namun, itulah yang dialami Sasha. Saat itu, keduanya sedang bersiap-siap untuk menghadiri pernikahan seorang teman di Bali. Tiba-tiba, Harris mengeluarkan cincin dan berkata, “Kamu kalau enggak mau pake cincin yang satunya, pake yang ini aja gimana?”

Sasha yang sedang terburu-buru karena hampir telat menghadiri acara menjadi kaget. Namun, Harris mengatakan bahwa cincin itu hanya sementara. Cincin yang sebenarnya belum selesai. Ia hanya tidak ingin kehilangan momen. Bagi Harris, Bali adalah tempat yang tepat untuk melamar Sasha.

Momen romantis kedua tiba saat mereka sedang berada ngopi di rooftop sebuah hotel di Menteng. “Waktu itu malem-malem dan aku sedang males banget ke luar rumah untuk jalan-jalan. Tapi, Harris sangat memaksa. Kebetulan tempat itu dekat dengan rumah Harris. Sambil menunggu kabar dari teman-teman yang lain, kami ngobrol. Lalu, Harris mengeluarkan cincin lagi dan bilang, ‘Ini cincin yang bener, yang buat kamu.’ Walaupun aku sudah enggak kaget seperti yang pertama, tetapi aku cukup surprise dan sangat senang,” kata Sasha.

Persiapan

Sasha dan Harris mempersiapkan pernikahan sekitar 8 bulan. Bagi Sasha yang tidak suka terburu-buru dan harus well plan, waktu sebanyak itu dirasa sudah cukup. “Tantangannya enggak terlalu banyak. Banyak pihak yang juga ikut membantu. Tapi, yang sempat membuat panik adalah karena waktunya terpotong oleh Lebaran. Banyak vendor dan orang-orang yang pulang kampung,” ujar Sasha.

Pada pernikahan mereka ini, Sasha dan Harris menggunakan dua acara adat. Untuk akad, mereka memutuskan menggunakan adat Solo. Sementara itu, resepsi dilakukan dengan nuansa adat Minang. Keduanya memang memiliki background keluarga yang berbeda. Harris berasal dari Jawa, sedangkan Sasha berdarah Padang. Acara resepsi yang bernuansa adat Minang memberi kesan meriah dan ramai akan warna dan tarian. Sedangkan akad terkesan lebih sakral dengan prosesi adat Jawa.

Selain itu, menjelang acara pernikahan, ada beberapa prosesi adat yang mereka jalani. Salah satunya adalah Malam Bainai. Karena acara dilakukan pada sore hari karena mengantisipasi kemacetan Jakarta dan hal lain, acara diganti menjadi Petang Bainai. “Aku sangat tertarik dan ingin tahu mengenai acara adat ini. Di antara teman-temanku, belum pernah ada yang mengadakan acara ini.”

Sementara itu, Sasha dan Harris memilih Gaia Nata untuk mengurus dekorasi, baik rumah maupun gedung yang akan digunakan. “Pada acara akad, aku memilih konsep Jawa modern memakai gebyok dengan warna beige. Di sampingnya ada lukisan bunga modern. Ada juga kombinasi warna pink dan peach yang disesuaikan dengan warna kebayaku. Malah jadi seperti dekorasi ala princess Disney karena warna pink, bunga, dan burung,” kata Sasha sambil tertawa.

Untuk acara resepsi, mereka mempertahankan pelaminan yang bernuansa khas Minang, seperti “kain 7 lapis” dan beberapa bantal gadang yang dibuat terlihat modern. Semua itu dikombinasikan dengan bunga-bunga dan lampu chandelier. Warna yang digunakan adalah ungu, biru, dan putih, ditambah sentuhan fuschia supaya lebih terlihat kontras.

Mengenakan Suntiang

Karena mengusung adat Minang, Sasha harus mengenakan suntiang di kepala. “Wah, seru banget. Untungnya aku udah enggak kaget karena pada saat Malam Bainai aku juga memakai suntiang yang lebih besar daripada saat resepsi,” cerita Sasha.

Mengingat ukuran kepala dan tubuhnya yang tergolong kecil, Sasha sempat khawatir apakah ia kuat menggunakan suntiang. “Semua orang menyarankan supaya saya banyak berdzikir. Pada saat resepsi, setelah bersalaman dengan orang-orang dan arena terlihat happy banget, rasa sakit itu udah enggak terlalu kerasa.”

Top 3 vendor pilihan Sasha adalah:

  • The Portrait Photography

“Aku lulusan graphic design dan lumayan mengerti soal foto. Mas Ditto orangnya sangat detail dan menyediakan service yang sangat memuaskan, mulai dari cara memilih kertas yang bagus. Foto-fotonya pun sangat artistik, tidak seperti foto pada umumnya. Ia juga sangat responsif dalam menghadapi klien.”

  • Peony Wedding Invitation

“Mereka sangat memahami apa yang aku mau. Mereka juga tepat waktu dalam urusan undangan. Mbak Rania sangat baik. Back and forth-nya juga cepet, jadi enak banget. Padahal undangan itu banyak sekali revisinya.”

  • Gaia Nata

Tante Ina mempunyai taste yang sangat bagus. Jadi, aku enggak usah kontrol terlalu banyak. Bunga-bunga yang disediakan sangat bagus dan banyak. Beliau juga dapat mewujudkan dekorasi yang aku inginkan. Misalnya, pada malam hari aku hanya mau touch of Minang dan tidak terlalu Minang. Tante Ina dapat membuat semua itu menjadi lebih cantik.”

Momen yang menjadi highlight dari acara pernikahan Sasha dan Harris adalah surprise dari teman-temannya. Mereka melakukan dance pada saat resepsi. “Kita memang suka bikin surprise seperti itu di hampir setiap acara. Tapi, karena terbentur puasa dan Lebaran, aku kira di acara pernikahanku enggak akan ada. Nyatanya ada dan tariannya juga bagus.”

Tarian yang ditampilkan adalah tarian modern yang kemudian di-mix dengan tarian Padang. Lagunya pun berubah dari lagu hits menjadi lagu Padang. Pada saat terakhir, mereka mengubahnya dengan lagu kesukaan Harris, Sheila On 7. Acara itu sangat berkesan bagi Sasha dan Harris karena berhasil merepresentasikan karakteristiknya, Harris, dan teman-teman mereka.

Berikut beberapa tips dari Sasha kepada para brides to be:

  • Jangan terlalu banyak bertemu dengan vendor. Dua atau tiga kali saja sudah cukup. Yakin dan dengarkan kata hati. Kalau terlalu banyak orang yang memberikan saran, pasti kita akan bingung sendiri. Kalau sudah menetapkan pilihan, enggak usah melihat-lihat yang lain lagi.
  • Bagi yang mau menikah setelah Lebaran, sebaiknya mempersiapkannya jauh-jauh hari. Persiapan sebaiknya beres sebelum Lebaran karena banyak orang yang pulang kampung dan libur.
  • Ketika sudah mendekati hari-H, harus banyak ikhlas dan berdoa. Insya Allah semua akan berjalan dengan lancar.
  • Kalau lagi stress dan perlu pengalihan pikiran, lebih baik banyak olah raga. Kalau makan banyak justru akan repot soal fitting baju karena berat badan bisa bertambah.
×