Pernikahan Dengan Tema Eklektik Etnik ala Finna dan Agi

Style Guide

Venue Outdoor

The Vendors Who Made This Happen

Akad Nikah
Resepsi

Pertemuan Finna dan Agi Sembilan tahun yang lalu di acara kampus ternyata menjadi awal dari kisah cinta mereka yang berakhir bahagia di pelaminan. Acara kampus di Taman Pengky SMA 5 Bandung sembilan tahun yang lalu menjadi tempat kali pertama mereka bertemu, yang sayangnya harus berakhir tanpa perkenalan. Namun Agi kemudian menanyakan nomor kontak Finna kepada salah satu teman sekolahnya yang juga merupakan teman kampus Finna, Sandiyuda. Tertarik untuk mengenal Finna lebih jauh, Agi pun mulai mendekati Finna. Namun pendekatan selama satu bulan itu tidak berakhir indah karena kebetulan saat itu Finna sudah mempunyai pacar.

Hilang kontak beberapa tahun, Finna dan Agi akhirnya kembali bertemu di sebuah Curated Market, dimana Agi dan teman-temannya membuka gerai food truck disana. Semenjak itu, Finna dan Agi mulai intens berkomunikasi sampai akhirnya mereka memutuskan untuk berpacaran.

Hubungan yang dijalani selama satu tahun semakin membuat mereka berdua yakin untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius.

“Proses lamaran romantic ‘Will You Marry Me’ sih tidak ada, karena saya sudah tahu dari awal bahwa hubungan ini Insya Allah akan mengarah ke pernikahan,” cerita Finna. Akhirnya, di bulan September yang lalu, mereka akhirnya resmi menyelenggarakan acara lamaran sederhana bersama keluarga besar kedua belah pihak.

Untuk acara pernikahannya, Finna dan Agi bekerjasama dengan WHOPS Organizer yang membantu mereka memilih venue yang paling tepat dan sesuai untuk menjadi lokasi acara pernikahan mereka. Sesuai dengan tema yang mereka angkat, Eklektik Etnik, pihak WHOPS menyarankan untuk mengadakan acara pernikahan mereka di Pitta Culinary, restoran yang tadinya bernama Gaza Mediterranian, karena suasananya sangat sesuai untuk mendukung tema yang ingin diangkat. Setelah melakukan survey, Finna dan Agi langsung jatuh hati dan setuju untuk mengadakan acara pernikahan mereka di Pitta Culinary.

“Lokasi yang strategis berada di tengah kota, halaman yang cukup luas, serta bentuk arsitektur yang khas membuat kami jatuh cinta pada pandangan pertama,” cerita Finna. Menurut mereka berdua, Pitta Culinary sangat cocok untuk acara outdoor party dengan jumlah tamu undangan yang tidak terlalu banyak. Menurut mereka, Pitta Culinary sangat sesuai dengan acara pernikahan yang mereka cita-citakan, yaitu intimate wedding. Terlebih lagi, Pitta Culinary juga memiliki tim yang sangat kooperatif, sangat membantu semua kebutuhan Finna dan Agi, “very recommended!,” tambah Finna lagi.

Untuk acara resepsi pernikahan mereka, Finna dan Agi sengaja mengangkat tema Eklektik Etnik, karena ingin mengangkat budaya Indonesia yang etnik namun tetap stylish. Mereka juga menyarankan para tamu yang hadir untuk tidak terpaku pada busana resepsi pernikahan pada umumnya yang resmi dan terkesan sangat formal. Uniknya, para tamu disarankan untuk mengenakan batik yang dipadu padankan dengan topi maupun sunglasses, dan luar biasanya, saran itu pun berhasil diikuti oleh sebagian besar tamu yang hadir. Merupakan kebahagiaan bagi Finna dan Agi melihat para tamu yang hadir bebas mengekspresikan diri mereka dan mengenakan pakaian sesuai dengan karakter masing-masing.

Sejak awal merencanakan acara pernikahan ini, Finna dan Agi sama-sama setuju untuk menghindari acara resepsi yang besar dan mewah. Mereka ingin acara pernikahan mereka memiliki kesan simple dengan mengundang tamu yang memiliki arti di kehidupan mereka berdua, seperti keluarga dan para sahabat. Selain itu, Finna juga merasa tidak perlu menyelenggarakan resepsi besar, selain karena kedua Ayahanda Finna dan Agi keduanya telah berpulang, keluarga mereka pun tidak ada yang menjabat di perusahaan maupun instansi besar. Sebagian besar persiapan acara resepsi pernikahan mereka dibantu oleh teman-teman dan para sahabat, sampai akhirnya mereka pun setuju menamai acara pernikahan mereka sebagai “Mutual Friend Wedding Project.” Tidak lupa Finna dan Agi mengucapkan terima kasih banyak kepada para sahabat karena telah membantu mereka mewujudkan acara pernikahan impian mereka.

Untuk acara akad nikah, Finna dan Agi mengangkat tema simple yang berkesan rapi dan bersih namun tetap terlihat elegan. Untuk busana akad nikah mereka mempercayakannya kepada Ayung Berinda yang sudah dikenal dengan desain kebaya yang beragam dengan model-model yang simple, sederhana dan cantik.

Sementara untuk busana resepsi, Finna dan Agi juga setuju untuk mengangkat karakter mereka berdua, stylish dan berani tampil beda. Untuk mewujudkan keinginan mereka berdua, Finna dan Agi memilih vendor Fragrance Kikichan yang berhasil mewujudkan impian mereka mengenakan busana pernikahan yang sangat menggambarkan karakter mereka berdua. Alhasil, busana mereka mendapat pujian dari para tamu yang hadir, “Lucu banget sih baju kalian. Gemas!,” cerita Finna mengenai salah satu komen dari tamu yang hadir.

“Thanks to Teh Kikichan dari Fragrance yang sudah berhasil mewujudkan ide kami untuk memiliki busana resepsi yang tidak harus selalu mengenakan jas dan gaun panjang,” tambahnya lagi. Busana etnik yang dikenakan Finna dan Agi juga dipadukan dengan sandal yang dibuat khusus untuk acara resepsi. Sandal dengan model funsional ini sangat mendukung tema acara resepsi yang mengangkat konsep mingle dengan tamu, sehingga Finna dan Agi dapat berbaur dengan tamu tanpa harus merasakan pegal karena mengenakan sepatu pantofel dan high-heels selama berjam-jam.

Menjalin menjadi pilihan Finna dan Agi dalam hal dekorasi venue acara pernikahan mereka, dan alasan utamanya adalah karena Menjalin selalu menggunakan template yang berbeda untuk setiap dekorasi pernikahan yang mereka garap, istilahnya Special-Custom made by Heart. Dekorasi untuk acara ini didesain oleh tim yang merupakan lulusan Seni Rupa ITB yang berhasil memasang Pajaki Chandelier yang terinspirasi dari Polandia di lokasi acara. Selain itu, bukan hanya Finna dan Agi yang jatuh cinta pada Pajaki penuh tassel dengan 20 kerincing bell cantik ini, para tamu juga tidak kalah excited dan berebutan foto di sekitarnya.

Menurut Finna dan Agi, momen paling berkesan dari pernikahan mereka adalah saat mereka bersama dengan Comedy Parodies yang merupakan creative company milik Agi dan sahabat-sahabatnya. Comedy Parodies mempersembahkan drama kabaret yang sukses menghidupkan suasana dan menghibur para tamu undangan sampai mengundang gelak tawa dari seluruh tamu yang hadir.

Finna dan Agi juga berbagi cerita tentang top 3 vendor untuk kseluruhan acara pernikahan mereka. Apa saja sih? Yuk kita simak cerita dibawah.

1. Pitta Culinary x WHOPS Organizer

“Jasa wedding organizer hari H pernikahan kini semakin booming, WHOPS Organizer, selain mejaga lancarnya acara akad nikah dan resepsi, juga membuktikan bahwa layout yang dirancang ternyata sangat mampu menyatu dengan Pitta Culinary sebagai lokasi pernikahan kami.”

2. Rifan Wahyudi

“Rasanya kini Rifan telah jadi fotografer pujaan para calon pengantin, untungnya saya sudah kenal lama dengan Rifan sehingga bisa booked beliau dari jauh- jauh hari. Senang dan puas sekali melihat hasil foto Rifan karena semua momen bahagia kami berhasil diabadikan dengan sudut pandang yang tidak mainstream.”

3. Marizka Make Up

“Pujian terus berdatangan dari para tamu berkaitan riasan kami yang flawless dan rapi. Memang sejak prewedding session kami sudah jatuh hati dengan sentuhan tangan Teh Mariz yang sangat cocok untuk kami berdua. Terbukti saat akad & resepsi pun make-up kami terlihat stunning dan bikin pangling. Pelayanan Teh Mariz dan team juga sangat professional dan helpful.”

Tidak lupa, Finna dan Agi juga memberikan tips untuk para brides-to-be dalam mempersiapkan hari pernikahannya.

“Saran untuk teman- teman yang sedang mempersiapkan pernikahannya ialah untuk mendiskusikan konsep yang disepakati bersama, membuat detail perencanaan hingga eksekusinya dapat dijalankan dengan matang, hingga membagi peran secara imbang sehingga pernikahan ini benar-benar menjadi proyek berdua, bersama- sama. Satu lagi, menjaga komunikasi tetap baik mulai dari proses persiapan adalah kunci utama tidak hanya kesuksesan saat resepsi bahkan dalam menjalani mahligai rumah tangga kelak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *