Pernikahan Di Rumah Ebbo Ala Ditya Dan Dito

By Gregoria Elsa on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Rumah Ebbo

Beauty Preparation Hida Isam

Photography Rifan Wahyudi

Videography Alpha Picture

Bride's Attire Isabel Haris

Make Up Artist Ibu Berbudi

Catering Ibu Ida Lukman

Wedding Entertainment Redline Entertainment

Souvenir Rupane Craft

Resepsi Pernikahan

Make Up Artist Ansi Aprilia

Perkenalan Ditya dan Dito berawal ketika mereka tergabung di ekstrakurikuler musik klasik semasa SMA. Di sana Dito memainkan gitar klasik dan jazz, sementara Ditya adalah vokalisnya. Hubungan mereka pun menjadi semakin dekat karena sering mengikuti acara musik. Dari beberapa event musik yang diselenggarakan oleh sekolah, keduanya mulai saling mengenal lebih lanjut. Mereka pun meresmikan hubungan pacaran mereka di tahun 2009.

“Awalnya Dito dan aku hanya mengobrol santai mengenai keputusan Dito untuk pindah ke Amerika. Dito pun mengungkapkan bahwa banyak sekali hal-hal yang sudah kita lalui bersama dan ia pun mengatakan niatnya untuk menikahiku. Tidak lama kemudian Dito mendatangi orang tuaku dan menyampaikan maksud dan tujuannya,” kisah Ditya.

Karena Dito akan berangkat di bulan Juni, maka kedua pihak pun memutuskan untuk melangsungkan acara pernikahan di bulan Mei. Alhasil mereka hanya memiliki waktu persiapan selama 3 bulan karena Dito baru melamar Ditya di bulan Februari. Beberapa calon pengantin menganggap hal ini sebagai “masalah” tetapi tidak dengan mereka. Mereka percaya bahwa pernikahan bukan melulu tentang prosesi atau acaranya. “Yang paling penting adalah proses sebelum dan sesudah hari tersebut,” tambah Ditya.

Dari dulu, Ditya bercita-cita untuk memiliki pernikahan yang sederhana dan intimate, dan untungnya Dito dan kedua pihak keluarga juga setuju dengan konsep pernikahan yang sederhana. Ditya dan Dito memilih rumah almarhum nenek Ditya yang berarsitektur Belanda sebagai venue pernikahan mereka, agar suasana kehangatan rumah yang homey dapat melengkapi pernikahan keduanya. Menurut Ditya dan Dito, sakralnya sebuah pernikahan harus diadakan di tempat yang paling nyaman untuk hidup. Tempat tersebut adalah rumah, bukan di gedung.

Space yang cukup terbatas membuat Ditya dan Dito sekeluarga memutuskan untuk membagi acara pernikahan menjadi 3 sesi, dan dalam satu sesinya hanya nyaman untuk kurang lebih 300 orang. Sesi pertama, yaitu akad nikah, khusus dihadiri oleh keluarga Ditya dan Dito yang cukup banyak. Sesi kedua atau acara resepsi siang, khusus dihadiri oleh teman-teman Ditya dan Dito. Sesi ketiga, yaitu acara resepsi malam, diperuntukkan bagi teman-teman Ditya dan Dito. Dengan adanya 3 sesi tersebut, keduanya bisa fokus dan merasa dekat dengan setiap tamu dan keluarga yang hadir. Keluarga dan tamu yang datang juga merasa senang karena mereka punya waktunya masing-masing untuk menikmati acara tersebut.

Untuk dekorasi venue, Ditya menyerahkan kepada tim Menjalin dan Hida Isam. Karena Ditya dan Hida Isam telah berteman sejak SMA, ia dapat dengan cepat menangkap maksud dan keinginan Ditya. Ditya dan rekan-rekan Menjalin melihat kalau Rumah Ebo sudah cukup cantik dan tidak perlu banyak didekorasi. Mereka pun berhasil menonjolkan fitur-fitur cantik dari Rumah Ebo. Detail dekor yang digunakan banyak yang memakai milik sendiri, seperti kuningan, meja, kursi pelaminan, dan foto nenek kakek Ditya zaman dulu.

Ditya mempercayakan gaun pengantinnya kepada Isabel Haris, temannya sejak SMA. Karena Ditya suka sekali warna merah tua, ia menginginkan wedding dress yang beraksen merah. Isabel akhirnya terinspirasi untuk menambahkan aksen bunga warna merah yang menjadikan wedding dress Ditya menjadi one of a kind. Selain gaun pengantin, kebaya dan gaun ibu dan adik Ditya serta ibu dan adik kembar Dito juga bahkan beberapa bridesmaid, memutuskan untuk menyerahkannya pada Isabel Haris. Walaupun banyak sekali pesanan baju, namun Isabel masih dapat memperhatikan setiap detail dan kualitas dari kebaya dan dress yang ia kerjakan.

Untuk wedding band, Ditya mempercayakannya kepada Redline Entertainment. Dito menginginkan sebuah penikahan dengan alunan musik jazz dan ia memberi daftar lagu jazz. Redline dapat mengakomodasi dan memenuhi keinginan Dito tersebut, dan terbukti musisi-musisi ini mampu mewujudkan ekspektasi Ditya dan Dito.

Top 3 vendor pilihan Ditya dan Dito adalah:

1. Rifan Wahyudi

Ditya mengaku sangat puas dengan hasil dari jepretan Rifan dan tim. Walau space terbatas dan medan yang cukup sulit, namun ternyata Rifan dan tim dapat mengatasi semua itu dan berhasil mengabadikan momen-momen terindah selama acara berlangsung.

2. Menjalin dan Hida Isam

“Tim Menjalin sangat hebat bisa mempercantik dan menonjolkan fitur-fitur cantik dari Rumah Ebo. Decor plan yang mereka tawarkan bisa disesuaikan dengan kemauan saya. Kerja sama antara Menjalin dan Hida Isam dalam merangkai bunga membuat dekorasi pernikahanku sangat berkesan.”

3. Isabel Haris

Ditya sangat senang dengan wedding dress hasil karya Isabel Haris. Isabel tetap memperhatikan setiap detail dan kualitas kebaya dan dress yang ia desain, walaupun banyak sekali pesanan baju yang ia kerjakan. Alhasil wedding dress Ditya tampak sangat cantik dan pas sekali sampai banyak orang yang memuji.

Bagi para calon pengantin yang sedang menyiapkan pernikahannya, Ditya membagi tiga tips berikut:

  1. Samakan persepsi dan ekspektasi kamu ke pasangan dan keluarga pasangan. Komunikasikan dengan berbagai pihak agar semua nyaman dan senang.
  2. Perhatikan kesehatan.Kadang karena sibuk mengurus pernikahan dan pressure yang berat, maka badan bisa jatuh sakit kalau tidak cukup makan dan istirahat. Jangan sampai kayak saya waktu itu.
  3. Ingat! Niat utama dari menikah yaitu membangun komitmen dan keluarga bersama. Nikmatilah semua proses yang terjadi dalam menyiapkan pernikahan ini, seperti menjadi lebih dekat dengan keluarga dan sibuk meeting kesana-sini dengan teman-teman terdekat. Dengan menikmati segala proses dibalik persiapan tersebut, kamu jadi tidak tegang dan sangat bahagia saat hari pernikahan.