Pernikahan Dua Budaya: Raditya dan Nori

By Rebebekka on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Ritz Carlton Pacific Place Level 8

Event Styling & Decor Des Iskandar (Pelaminan)

Photography Axioo by Adi & Paulus Hyu

Make Up Artist Donny Liem

Hair Do Des Iskandar

Bride's Attire Vera Kebaya

Catering Ritz Carlton Pacific Place

Beauty Preparation Felize Nail Art

Florist Atelier Fleuri

Wedding Entertainment Andrew Lee Music

Master of Ceremony Des Iskandar

Jewellery & Accessories Smitten by You

Souvenir Pastry Culture

Videography Axioo by Jimmy Indra

Wedding Reception

Venue Ritz Carlton Pacific Place Grandballroom

Event Styling & Decor Lotus Decor

Photography Axioo by David Soong, Fen Soong & Paulus Hyu

Videography Axioo by Jimmy Indra

Make Up Artist Susy Kleo

Hair Do Susy Kleo

Bride's Attire Yefta Gunawan

Catering Ritz Carlton Pacific Place

Jewellery & Accessories Rinaldy A. Yunardi

Florist Atelier Fleuri

Wedding Shoes Rene Caovilla & Del Toro

Jewellery & Accessories Smitten by You

Others Gingerolive

Beauty Preparation Felize Nail Art

Wedding Entertainment Andrew Lee Music

Master of Ceremony Becky Tumewu

Wedding Cake Le Novelle

Lighting Lumens Lighting

Invitation Le Paperville

Wedding Organizer Kenisha Wedding Organizer

Souvenir Jo'vien

Ketika itu Nori baru saja pulang dari kantor. Sesampainya di rumah, anjing yang biasanya selalu setia menyambutnya, tidak terlihat ke depan pintu. Namun, suara gonggongan anjing tersebut terdengar keras dari arah rooftop rumah Nori. Awalnya Nori sempat panik karena mengira anjingnya terkunci di atas rooftop.Tetapi, sesampainya diatas rooftop, Nori malah terkejut karena anjingnya tidak terkunci dan sudah ada Didit di sampingnya, seseorang yang sudah menjadi pacarnya selama 6 tahun belakangan. Tidak hanya itu, rooftop juga sudah dihiasi dengan taburan rose petals dan lilin cantik yang membuat proposal Didit tidak akan pernah terlupakan oleh Nori. Lucunya, acara proposal ini sempat hampir gagal dikarenakan kepolosan Papa Nori.

Suatu hari, Papa-nya datang ke kamar Nori dan menanyakan, apakah di rumah akan ada pesta dalam waktu dekat ini? Nori yang bingung dengan pertanyaan papanya lantas bertanya, “apa maksud dari perkataan papa?” dan dengan polos si papa menjawab, “Itu Didit kemarin telepon minta izin mau dekorasi rumah, katanya mau bikin surprise buat kamu.” Nori pun speechless. Sampai ketika Nori menceritakan pada Didit dan Didit pun ikut speechless. Lalu dengan spontan, Didit segera putar otak untuk tetap memberi kejutan pada Nori. Untungnya karena kesibukan Nori, dia pun lupa dengan pertanyaan papa-nya dan strategi dari Didit. Namun, akhirnya surprise proposal itu tetap berjalan dan menjadi kenangan indah buat mereka berdua.

Kurang lebih satu tahun Nori dan Didit mempersiapkan pernikahan mereka. Dalam mempersiapkan pernikahan dua budaya ini, Nori dihadapkan banyak sekali tantangan, seperti hampir tidak mendapatkan vendor make up artist dan venue yang dia inginkan. Tetapi, akhirnya semua bisa berjalan dengan lancar. Untungnya, Nori pernah menggeluti bidang wedding industry sehingga dia sudah paham dengan seluk-beluk vendor yang akan diajaknya bekerjasama.

Nori dan Didit berasal dari  dua budaya yang berbeda. Nori kental dengan Chinese, sedangkan Didit dari Minang. Lalu, apa jadinya pernikahan dari percampuran dua budaya tersebut? Karena seperti yang kita ketahui, kedua suku tersebut masing-masing memiliki pegangan adat yang sangat kuat. Namun ini bukan menjadi masalah berarti. Nori dan Didit justru memilih untuk menjalani adat Minang dan Chinese secara keseluruhan. Beruntung mereka memiliki orangtua yang open minded dan justru lebih excited untuk menjalani prosesi adat dari pihak keluarga masing-masing. “Terkadang jika ada dua tradisi berbeda, hal tersulitnya adalah ketika dua pihak tidak mau mengalah dan tidak mau saling mengerti. Kita bertekad untuk menjalani semua tradisi tersebut karena kedua pihak tidak ada yang dirugikan. Kita malah menambah wawasan mengenai adat  lain. Seru juga loh melihat tradisi yang berbeda dan makna-makna di balik acara tersebut,” kata Nori dengan ceria.  Untuk adat Chinese, Nori dan Didit menjalani serangkaian prosesi seperti Kalungan, Sangjit, Songkacong, dan Teapai. Sedangkan adat Minang dimasukkan ke dalam acara lamaran, pengajian, dan akad nikah. Saat acara lamaran berlangsung, Ibu Didit memberikan kalung sebagai simbol “mengikat” hubungan Didit dengan Nori sesuai dengan tradisi adat Minang.

Secara khusus, Nori juga menceritakan tentang prosesi Sangjit yang digelar sebulan sebelum hari pernikahan. “Chinese itu terdiri dari banyak dialects and ethnic group, seperti Hokkien, Khek, Tiociu, Hakka, dan lainnya. Setiap suku memiliki cara yang berbeda untuk Sangjit. Mengikuti adat dari Papa dan mama saya yang berasal dari etnik Hakka, maka total baki Sangjit kami ada 12 isinya, yaitu jeruk, apel, kaleng longan, kain merah untuk digantung di pintu, baju untuk papa, mama dan kakek-nenek jika masih ada, dodol, kue mangkok, perhiasan, baju, sepatu, tas, uang susu, uang pesta, daun cemara, daun pandan, wine dua botol, dan sepasang lilin serta cemilan.

Semua barang dalam baki tersebut memiliki makna. Longan sebagai simbol banyak keturunan, jeruk bermakna rejeki, dodol supaya pernikahan lengket terus, kue mangkok agar kami berkembang terus, uang susu sebagai tanda terima kasih untuk mama yang sudah melahirkan, daun cemara dan pandan sebagai simbol panjang umur, wine yang dalam kata Chinese disebut jiu yang bisa juga diartikan agar pernikahan awet selamanya.

“Pihak perempuan tidak mengambil semuanya karena sebagian dikembalikan kepada pihak laki-laki, seperti dodol, kue mangkok, buah – buahan, daun – daun, dan kain merah. Pihak perempuan hanya menerima perhiasan, baju, tas, sepatu, uang susu, dan wine yang ditukar dengan sirup. Uang pesta hanya diambil tiga digit terakhir, jadi misalkan uang pesta sebesar 888.888.888 maka pihak perempuan hanya ambil 888 rupiah. Materi seperti uang susu dan uang pesta biasanya selalu mengambil angka bagus seperti 8 atau 9,” jelas Nori.

Sebulan setelah prosesi Sangjit, akad nikah pun dilaksanakan. Nori tampil cantik dengan dibalut kebaya merah hasil karya Vera Kebaya dan suntiang khas Minang. Nori sangat bangga dan senang bisa mengenakan suntiang di hari pernikahannya. Walaupun ia merasa kesakitan dan sedikit pusing karena mengenakan suntiang selama 6 jam lamanya. “Aku mengenakan suntiang yang lima susun, bagaimana dengan mereka yang memakai 13 susun ya? Orang sanggar bilang biasanya pengantin memakai suntiang tepat sebelum acara dimulai sekitar 3-4 jam saja. Namun, karena ada sesi foto aku harus memakainya sejak jam 6 pagi sampai acara akad selesai di jam 12 siang. Rasanya kulit kepala seperti ditusuk – tusuk dan saat sungkeman leher seperti keseleo, hahaha,” ungkap Nori sambil tertawa.

Acara berlanjut dengan resepsi yang bertema garden classic. Venue didekorasi oleh tim dari Lotus Design. Nori sendiri menyerahkan detail dekorasi kepada vendor, tetapi Nori menekankan agar lighting dibuat senatural mungkin. “No purple lights on my wedding. Aku sering ke pernikahan yang memakai lampu biru dan ungu. Akhirnya semua hasil foto terlihat seperti karakter Avatar dimana wajahnya berwarna ungu,” kata Nori. Catatan penting untuk kamu dalam mempersiapkan lighting nih, brides! Nori yang didampingi oleh ketiga sahabatnya Sari, Devina, dan Agnes tampil anggun dalam balutan wedding dress rancangan Yefta Gunawan. Sejak awal Nori menginginkan wedding dress yang beda dari pengantin pada umumnya yang biasanya memakai detail lace, tulle dan embroidery. Hasilnya sangat cantik dengan taburan mutiara yang dijahit tangan di seluruh bagian dress.

Nori dengan bersemangat menceritakan prosesi Gatecrash yang menjadi highlight dari pernikahannya. “Gatecrash adalah prosesi adat Chinese dimana sebelum pengantin pria menjemput pengantin wanita, dia dan groomsmen-nya mendapat tantangan terlebih dahulu oleh bridesmaid, hahahaha. Tradisi ini dinamakan suan tian ku la yang melambangkan the sour sweet bitter and spicy, rasa-rasa dalam sebuah pernikahan. The joys and sorrows of life! Hal ini untuk mengingatkan pasangan akan tetap saling mengasihi dan menyayangi di masa-masa senang maupun susah. Bridesmaid aku menyiapkan empat macam makanan yang rasanya masing-masing asam, manis, pahit, dan pedas. Rasa asam dari irisan lemon dengan cuka. Manis mereka buat dari roti direndam di condensed milk dan di tambah gula serta selai coklat. Rasa pahit dari sayur pare di tambah kopi hitam bubuk. Rasa pedas dari kerupuk pedas dengan level pedas yang tertinggi ditambah cabe rawit potongan dan wasabi serta biji ma la (biji yang rasanya pedas banget yang biasa menjadi bahan dasar Chinese food), hahaha. Mereka semua makan sambil teriak-teriak minta ampun. Terakhir dan paling menyiksa adalah mereka diwajibkan untuk wax bulu kaki mereka saat itu juga. Sampai-sampai kaki mereka botak tanpa bulu kaki, hahaha. Untungnya hari itu mereka memakai celana panjang,” kenang Nori bahagia.

Menutup pembicaraan, Nori tidak lupa berpesan kepada brides-to-be. “Serahkan saja semua kepada ahlinya. Toh kita bukan ahli make up, ahli foto, ahli menjahit juga. Jadi, mereka pasti akan lebih berpengalaman dan tahu jauh lebih banyak dibandingkan kita. Input dan saran sedikit-sedikit memberikan masikuan boleh saja, tetapi jangan sampai terlalu maksa dan sok tau. Nantinya malah akan kurang memuaskan. Trust and respect is important. Always stay humble and nice towards vendors. Jangan karena kita sudah bayar mahal, jadi kita bisa seenaknya marah atau menuntut dan memperlakukan orang dengan tidak baik. Semua masalah bisa diselesaikan dengan cara baik.”

Top 5 vendor pilihan Nori yang telah berhasil mewujudkan wedding dream-nya antara lain :

1. Axioo – Photo dan Videography

They are like my second family, my second home. Kerjaan mereka bagus dan sangat kreatif dan aku merasa nyaman dengan mereka. Aku salah satu orang yang tidak suka difoto karena aku merasa salah tingkah jika difoto walaupun aku pernah bekerja sebagai stylist yang memberi arahan seseorang untuk bergaya. Hari H yang biasanya bride pada stress dan nervous malah jadi santai dan relaks berkat tim Axioo.

2. Lotus Decor- Ko Yucien

Orang paling baik sedunia yang murah senyum dan tidak bisa marah. Tinggal terima saja pasti akan bagus.

3. Kenisha Wedding Organizer

Tidak terbayang jika tidak ada Ci Fenny dan teamnya yg super! Pernikahanku dengan 5000 orang akan jadi seperti apa jika tidak dibantu mereka.

4. Vera Kebaya

Semua orang tanya kebaya aku sama mama ini buatan siapa, sampai ada yang mengeluarkan kamera dan foto detail kebaya dan wajah pengantin di-crop!

5. Yefta Gunawan

Incredible wedding dress! Aku kagum dengan designer yang tidak takut mencoba hal baru.

×