Keisha Didiet Parkroyal on Pickering Singapore

Pernikahan Romantis Keisha dan Roy di Parkroyal Singapura

Style Guide

Venue Hotel
Color White

The Vendors Who Made This Happen

Wedding Reception

Butuh waktu sekitar 15 bulan bagi Keisha dan Roy untuk merampungkan persiapan acara pernikahan. Di tengah jalan, mereka sempat mengganti tempat dan konsep pernikahan karena regulasi dari Pemerintah Singapura yang mengharuskan akad nikah dilangsungkan di negara itu terlebih dahulu.

“Jujur, kami kurang research mengenai hal ini. Segala sesuatu juga kami kerjakan sendiri tanpa bantuan WO atau pihak keluarga. Padahal, kami sudah merencanakan konsepnya dan booking tempat di Jakarta. Itu berubah semua,” cerita Keisha.

Dekorasi

Konsep pernikahan yang diimpikan Keisha sebenarnya tidak muluk-muluk. Ia ingin acara spesial yang intimate, simple, yet memorable. Karena suka dengan suasana bertema greenery, ia memilih Parkroyal sebagai venue acara. Tempat ini didesain dengan arsitektur yang sangat modern.

Selaras dengan suasana gedung yang disewa, Keisha pun menggunakan dekorasi bertema sama, yaitu greenery lush with white floral. Ia memilih lily dan anggrek sebagai penghias karena menyukai kedua jenis bunga itu.

“Konsepnya seated table. Saya menaruh centerpiece dengan efek lush di tengah meja. Selain itu, untuk stage, tim Floral Magic membuatkan backdrop yang terdiri atas beberapa centerpiece yang dirangkai sendiri.”

Attire

Bagaimana dengan wedding dress? “Untuk akad, saya memilih konsep classic dan elegant. Karena itu, Mas Didiet membuatkan dress dengan tipe long sleeve. Selain bisa dipakai pada akad, tampilannya dress ini manis dan elegant. Sedangkan untuk resepsi, saya mengenakan dress yang memudahkan untuk mingle.

Menurut Keisha, kesan elegant terlihat jelas dari pemilihan model off shoulder dan aplikasi 3D yang menutupi bagian dress. Untuk pembuatan, waktu yang diperlukan pun hanya  3 minggu. “Jujur, saya sangat puas dengan hasil Dewangga. Saya berterima kasih sekali padanya karena bisa memenuhi permintaan saya yang tidak masuk akal.”

Top 3 vendor menurut Keisha adalah:

  1. Marlene Hariman

“Selain hasil makeup-nya flawless, Mbak Marlene sangat profesional dan berusaha untuk mendengarkan request atau input dari customer-nya. Hasilnya pun nggak diragukan lagi.”

  1. Dewangga

“Dengan deadline yang sangat ketat, Angga berhasil mewujudkan my dream wedding dress into reality. Banyak sekali yang memuji baju saya saat itu.”

  1. Dua Ritme

“Mas Abi dan timnya adalah orang-orang yang sangat menyenangkan dan profesional. Dari foto prewed, pengajian, hingga hari-H, semua ditangani oleh Dua Ritme. Walaupun terbilang pemain baru di dunia jasa wedding, saya puas bisa bekerja sama dengan mereka.”

Keisha mengaku, ada dua momen yang paling berkesan baginya, yaitu pada saat akad nikah dan bride and groom’s speech. “Di situ, kami bisa mengutarakan isi hati masing-masing kepada pasangan. Kami juga bisa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam untuk keluarga dan teman-teman terdekat. Rasa haru pun tidak bisa ditahan lagi,” ujar Keisha.

Bagi para brides to be, Keisha memberikan tips sebagai berikut, “Segala sesuatu harus di-research terlebih dahulu, apalagi bagi yang akan mengadakan pernikahan di luar kota atau luar negeri. Yang terpenting adalah fleksibilitas jika kita harus mengubah konsep dan tema acara pernikahan karena satu dan lain hal. Perfect wedding isn’t exists. The most important thing is you are going to married the love of your life, and the life after the wedding,” tutup Keisha. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *