Pernikahan Meriah dengan Adat Banjarmasin ala Atrina dan Riszky

By Ikke Dwi A on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Resepsi Pernikahan

Event Styling & Decor Mawar Prada

Photography Soe and Su

Groom's Attire Vera Kebaya

Make Up Artist Ryan Ogilvy

Ngunduh mantu umumnya memberitahukan pada orang-orang kalau pasangan ini sudah sah menjadi suami istri. Di Indonesia sendiri, acara ngunduh mantu beragam prosesinya, dan kali ini The Bride Dept akan menceritakan acara ngunduh mantu Atrina dan Riszky yang super seru… Pssttt kabarnya mereka harus mengirim tenda besar dari Jakarta dan Surabaya ke Banjarmasin menggunakan kapal laut dan membutuhkan waktu 1 bulan untuk sampai.

Sebelum membahas ke acara ngunduh mantu-nya yang super seru. Atrina dan Riszky sebenarnya sudah melangsungkan hari pernikahan pada Desember 2015 di Jakarta. Dan untuk acara Ngunduh Mantu ini, mereka mengambil tema merah dan gold, sama dengan kostum tradisional Banjarmasin (Kalimantan Selatan).

Kenapa acara ngunduh mantu ala Atrina dan Riszky ini super seru? Yup karena tamu yang hadir sebanyak 10 sampai 100 ribu orang! Selain dihadirkan dua tenda besar untuk menampung tamu (karena tidak ada gedung yang bisa menampung tamu sebanyak itu) juga terdapat beragam hiburan. Mulai dari wayang golek sampai taukziyah.

Masa Perkenalan

Sebelum berlanjut ke cerita seru ngunduh mantu ala Atrina dan Riszky, kita dengar yuk bagaimana awal perkenalan keduanya. Karma does exist, itulah kalimat yang diucapkan oleh Atrina. Mereka kenal satu sama lain karena Riszky adalah salah satu sahabat dari teman Atrina.

Pertama kali bertemu, Riszky dan Atrina masing-masing sudah memiliki pasangan. Bahkan Atrina mengaku tidak menyukai Riszky bahkan pernah mengungkapkan candaan tentang Riszky pada teman-temannya.

Dan di sinilah karma berlaku… “Setelah beberapa waktu, aku dan Riszky sama-sama sendiri dan kita bertemu lagi. Beberapa hal memang berubah dan tanpa disangka dia menjadi suami aku sekarang,” ungkap Atrina.

The Proposal

Atrina mengaku tidak ada hal romantis saat acara lamaran. Awalnya karena keduanya sudah lama berteman malah sering saling curhat mengenai pasangan masing-masing. Sampai suatu hari mereka sedang sama-sama “jomblo” dan Riszky langsung bicara ingin serius lalu menikah.

Atrina yang saat bingung apakah ucapan Riszky tersebut serius atau bercanda hanya bisa mengatakan, “Silakan tanyakan ke Ayah saya saja.”

“Dan tanpa aku duga, dia langsung ke rumah dan ngomong ke orang tuaku… Jadi sebenernya yang dia lakukan benar-benar langsung memenangkan hati orang tuaku dulu, for him the most important thing is my parents’ blessing dan dia benar-benar usaha banget untuk mendapatkan restu karena papaku tidak memberi restu begitu saja, mungkin Beliau juga kaget kali ya,” kisah Atrina.

Setelah mendapatkan restu, Atrina dan Riszky pun menjalani hubungan pacaran. Ketika mereka sedang berjalan-jalan, Riszky pun mengajak Atrina ke toko cincin dan memintanya untuk memilih cincin. Hal itu memang jauh dari romantis tetapi bisa membuat Atrina senang karena ia bisa memilih cincin yang ia sukai. No drama at all!

Masa Persiapan Ngunduh Mantu

Dibutuhkan waktu satu bulan untuk mengirim dan mengerjakan tenda di Banjarmasin. Mengingat di Banjarmasin tidak tersedia tenda ukuran besar, sehingga Atrina mengirim tenda langsung dari Jakarta dan Surabaya menggunakan kapal laut.

Selebihnya Atrina hanya butuh waktu untuk meyakinkan WO Mawar Prada dan Soe and Su untuk mau diboyong ke Banjarmasin. Atrina dan Riszky sebelumnya sudah puas dengan kinerja WO ini saat mengerjakan hari pernikahan mereka di Jakarta. Sedangkan vendor makeup, baju, dan lainnya, Atrina mengaku tidak ada masalah untuk memboyongnya ke Banjarmasin.

Prosesi yang Dijalani Selama Ngunduh Mantu Di Banjarmasin

Pagi setelah dirias, sang pengantin menuju lokasi acara dan saat itu sudah ramai sekali. Kemudian sang pengantin naik panggung beserta orangtua, kemudian dipersilahkan duduk dilanjutkan dengan tarian. Dilanjutkan dengan prosesi seperti sungkem pada orangtua untuk memohon doa restu, lalu memakan kue hingga saling menyuapi nasi kuning.

Acara dilanjutkan dengan melempar ketan, lalu ada tarian kembali. Selanjutnya bersalaman dengan tamu yang hadir. “Mengingat acara pagi hari jumlah tamu tidak dibatasi, tamu pun datang tidak habisnya. Kami juga tidak diharuskan untuk bersalaman dengan seluruh tamu dan acara dibatasi hingga jam 11 siang. Setelah acara panggung tersebut selesai, kami diarak dan dibopong untuk ke acara selanjutnya,” kisah Atrina mengenai acara Ngunduh Mantunya.

Setelah acara adat yang bertempat di panggung selesai, kedua pengantin pun dibawa turun dan orangtua bergabung dengan tamu lainnya. Kemudian sang pengantin didudukkan di kursi yang telah dihias lalu diangkat keliling. Prosesi ini memiliki arti, memberitahukan jika pasangan ini sudah sah menikah.

Ketika dibopong, di belakang rombongan terdapat orang-orang yang menari dan bermain musik sambil mengarak sang pengantin.

“Sebenernya secara tradisional itu tidak duduk di kursi melainkan diangkat langsung satu orang. Ketika putaran kedua, suamiku kemudian turun dari kursi terus dia diangkat orang sedangkan aku tetep di kursi soalnya yang angkat laki-laki hehehe. Setelah selesai aku turun, naik mobil, dan siap-siap untuk acara selanjutnya,” kisah Atrina.

Kesan Mengenai Tamu yang Hadir

Kebetulan kehadiran tamu yang super banyak ini sudah diantisipasi oleh keluarga Atrina, khususnya sang suami (karena acara diadakan di rumah Riszky). Untuk itu Atrina dan Riszky telah menyiapkan lokasi termasuk tenda yang nyaman agar tamu bisa masuk.

“Jadilah kami menyewa tenda ukuran 20×85 untuk acara adat di pagi hari dengan ceiling tinggi. Agar tidak sesak, kami juga menyewa banyak sekali AC dan kipas angin. Tentunya sebagai yang mengadakan acara, hal yang benar-benar kami perhatikan adalah makanan yang disajikan. Kami samapi menyewa lebih dari 4 catering dan juga menyediakan dapur umum karena harus mempersiapkan 100 ribu porsi,” lanjut Atrina.

Apa Momen Berkesan pada Acara Ngunduh Mantu Ini?

Melihat antusiasme para tamu serta indahnya budaya negeri sendiri. Selain menjalankan prosesi adat Banjarmasin, sebelumnya Atrina dan Riszky pun menggunakan adat Jawa di hari pernikahannya. Atrina mengaku merasa bahagia bisa merasakan ragamnya adat budaya pernikahan di Indonesia.

Top 3 Vendor dan Alasannya

1. Mawar Prada EO dan decor

Wow ini sih vendor favorit aku banget!! Puasss bangeett sama Tante Ambar dan timnya untuk EO. Tidak ada permintaan aku yang tidak dituruti. Keluargaku dan keluarga suamiku juga sangat senang. Tante Ambar dan seluruh tim bekerja secara maksimal dalam menyukseskan acara pernikahan aku. Aku merasa apa yang dilakukan Tante Ambar melebihi dari seorang wedding organizer. Walaupun acara sudah selesai, Tante Ambar dan team masih melayani aku dan keluarga. Bahkan ada team yang khusus nungguin Eyang aku sampai ke pesawat pulang ke Jakarta padahal Eyang aku baru pulang 2 malam setelah acara. Pokoknya aku puas banget dengan Mawar Prada.

 

Dekorasi dari Om Aryo Mawar Prada juga amat sangat memuaskan. Hasilnya sangat bagus dan kita juga sangat amazed karena semua barang yang dibawa dari Jakarta tiba tepat waktu di Banjarmasin. Bunga-bunganya juga tidak ada yang layu padahal di Banjarmasi panas banget! Team-nya sangat cekatan deh. Oh ya, Mawar Prada juga bisa menyesuaikan dengan budget. Pokoknya puas banget!

2. Soe and Su

Professional banget! Mudah dihubungi dan semuanya sopan banget. Timnya juga memiliki inisiatif yang tinggi sehingga sering menolong tanpa perlu dimintai. Mereka juga sangat tepat waktu dan berpakaian sangat rapi ketika bekerja. Hasil fotonya juga sangat bagus!

3.  Yani Warga Banjarmasin

Pemangku adat dari Banjarmasin. Kerjanya cepat banget, makeup juga cepat ngatur apapun cepat pengerjaannya juga dengan hasil yang bagus!

Ada Tips untuk Para Calon Pengantin Di The Bride Dept ?

  1. Dalam mempersiapkan pernikahan, kita harus sabar. Tidak perlu marah-marah ketika ada hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Ketika berbeda pendapat, tidak perlu ngotot. Aku dan Riszky memiliki beberapa perbedaan dalam selera tapi semuanya kita bicarakan baik dan mengambil jalan tengah agar win-win solution.
  2. Dalam memilih vendor, carilah vendor yang professional dan komunikatif.
  3. Budgeting yang jelas dan sediakan cadangan. Menikah itu harus sesuai kemampuan karena yang paling penting adalah kehidupan setelah pernikahan. Memang ada beberapa orang yang berkata bahwa pernikahan hanya sekali seumur hidup sehingga boleh menghabiskan lebih banyak uang, tetapi kami tidak sependapat dengan hal tersebut. Sebaiknya sesuaikan dengan budget karena vendor yang bagus belum tentu yang termahal. Aku juga menyarankan untuk mencadangkan sedikit untuk hal-hal yang tak terduga.
×