Pernikahan Outdoor ala Dhanita dan Erik di Bumi Sangkuriang

By NSCHY on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Resepsi Pernikahan

Venue Bumi Sangkuriang

Event Styling & Decor Spechelle Decoration

Photography Owlsome Project

Bride's Attire Anne Avantie

Make Up Artist Makara Makeup

Jewellery & Accessories Signature Wedding Details

Hand Bouquet Chloe Florist

Wedding Entertainment Kata Kita

Wedding Cake Pompidou

Invitation Kelly's Wrapping Paper

Siapa sangka teman dari SD ini bisa menjalin hubungan ke jenjang pernikahan dan membangun rumah tangga bersama? Bermula dari SD kelas 5 di saat orang tua Erik menyewa sebuah kavling milik nenek Dhanita. Di saat itu, mereka berada dalam SD yang berbeda sehingga sempat terpisah dan bertemu lagi di bangku SMP dengan sekolah yang sama.

Mengenal satu sama lain dengan hitungan yang cukup lama membuat keduanya sudah terbiasa bersama dan melabuhkan hatinya ke satu sama lain. “Waktu itu kita lain main ice skating di PVJ sama teman-teman pas hari anniversary kita, trus tiba-tiba pas lain main ice skating muncullah dua penari pakai baju kimono Jepang, bawa balon dan bunga. Di situlah Erik langsung berpose dan melamarku.”

Lamaran personal itu tak disangka-sangka oleh Dhanita, pasalnya, saat itu mereka lagi sama-sama sibuk dengan kerjaan dan sulit untuk bertemu. Namun memang jodoh, akhirnya mereka berhasil melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius yaitu ke pernikahan yang dipersiapkan 6-7 bulan sebelumnya.

Pasalnya, Dhanita dan Erik berasal dari dua budaya yang berbeda dan menyatukan kedua budaya tersebut dalam satu konsep pernikahan merupakan tantangan tersendiri untuk mereka.

“Kami ingin menghormati dan melibatkan kedua budaya tersebut namun juga harus efektif dan efisien dalam hal waktu dan budget.”

Dengan pertimbangan tersebut, keduanya memutuskan untuk menyelipakan adat Jawa yang merupakan latar belakang keduanya, ada acara Teapai yang merupakan budaya Tionghoa yang merupakan latar belakang keluarga Erik. Lalu, mereka berdua disatukan dalam konsep pernikahan ala Barat dengan memakai gaun dan jas berwarna putih dengan dekorasi simple rustic yang dikombinasikan dengan konsep mingle sepanjang acara.

The wedding dress is one of my dream come true and I will always treasure it!”

Ya, benar saja. Dhanita yang pengagum Anne Avantie tadinya merasa ragu untuk membuat gaun pernikahannya di sana, namun ternyata berkat dukungan sang mertua yang juga ternyata sama-sama pengagum Anne Avantie akhirnya ia coba datang dan diskusi terlebih dahulu dan akhirnya keduanya memutuskan untuk membuat gaun pengantin di sana.

Berhubung pernikahan dengan konsep mingle ini diadakan di ruangan terbuka yang kebetulan cuaca sedang sering didatangi hujan, keduanya sudah mempersiapkan rencana cadangan yaitu pindah ke ballroom dan menyewa jasa pawang hujan. Berhubung acara juga diadakan di outdoor, keduanya juga harus memperhatikan pencahayaan dan juga sound system yang harus dipastikan terdengar oleh seluruh tamu.

Untuk dekorasi simple rustic ini keduanya memilih suasana kasual dengan dekorasi kuris dan meja yang dihiasi dengan material kayu, daun dan bunga agar lebih terasa unsur natural dan alamnya. “Kita ingin memberikan keakraban dan kenyamanan kepada tamu agar mereka betah di acara pernikahan kami. Itu sebabnya kenapa kita menyediakan kursi dan meja.”

Ternyata, keinginan Erik dan Dhanita keduanya terwujud, mereka berhasil membuat pernikahannya menjadi satu hal yang tak terlupakan yang berisi momen-momen yang belum pernah mereka rasakan. Akhirnya, kerja keras berbulan-bulan dan hubungan bertahun-tahun membuat keduanya menjadi sepasang suami-istri yang disaksikan oleh keluarga dan teman yang sangat mendukung hubungannya.

Top 3 Vendors:

  1. Owlsome Project
    Kita suka banget sama hasil foto dan story yang selalu berhasil mereka bangun dalam hasil jepretan mereka, dan yakin banget kalo style Owlsome Project akan sesuai dengan tema wedding dan interest aku dan Erik.
  2. Makara Make Up
    Servis sangat memuaskan, hasil makeup nya flawless, ga retak walaupun aku ketawa semaleman,makeup bertahan lama, ci Mariana sangat sangat enak diajak berkomunikasi dan pinter banget mengenali karakteristik wajah klien, jadi makeupnya sangat fleksibel disesuaikan dengan masing-masing wajah.
  3. Kata Kita
    Band ini unik, karena mereka jago banget remake lagu, dari lagu jadul sampai yang kekinian, semua diaransemen ulang menurut karakteristik mereka, mainnya juga rapi dan skillnya mantap

Tips untuk para brides to be,

“Nggak boleh stress! Tekanannya memang super besar, belum lagi kalau ada perbedaan pendapat dengan pasangan, kalau sama-sama sensitif bisa berantem karena hal sepele. Untuk keluarga, mereka senang sekali kalau dilibatkan jadi jangan sungkan untuk meminta bantuan dalam bentuk apapun. Harus ingat untuk tetap enjoy dalam mempersiapkan semuanya, selalu positive thinking, semangat dan selalu berdiskusi dengan semua pihak untuk hasil yang terbaik. Usahakan juga untuk tau apa yang kamu mau dengan melakukan riset atau browsing dulu sebelumnya, mengenai gaun yang diinginkan, tema pernikahan, warna, gambaran dekorasi dan sebagainya supaya kamu nggak salah milih vendor dan juga berguna untuk mempersingkat waktu persiapannya. Yang terpenting, support dari pasangan. Ajak pasanganmu untuk terlibat supaya acara istimewa ini jadi milik kalian berdua, nggak hanya dari sebelah pihak aja. Believe me, in the end, it’s all worth it!”