Pernikahan Outdoor Angela dan Ajat di Pine Hill Cibodas

Style Guide

Venue Outdoor

The Vendors Who Made This Happen

Akad Nikah dan Resepsi

Seperti kebanyakan pasangan muda lainnya, waktu persiapan pernikahan digunakan untuk mendekatkan waktu bersama dengan orang-orang terkasih sebelum menikah. Sama halnya seperti Angela dan Ajat, mereka menghabiskan kurang lebih 3,5 bulan untuk mempersiapkan pernikahan.

“Bisa dibilang, kita mempersiapkan semuanya sendiri tanpa bantuan WO, kita menggunakan WO hanya untuk hari H pernikahan.”

Dengan bantuan dari sahabat dan juga keluarga, Angela dan Ajat mempersiapkan semuanya sendiri, mulai dari baju pernikahan, hunting vendor dan berbagai persiapan lainnya.

“Aku selalu ditemani sahabatku untuk memilih perlengkapan dan detail yang dibutuhkan serta menjadi masukan untuk setiap keputusan. Setiap weekend, aku dan Ajat ditemani sahabatku untuk mundar-mandir toko bahan, bahkan meeting dengan vendor.”

Mengingat persiapan pernikahan yang panjang di tengah-tengah kesibukan masing-masing, Angela sendiri mengaku sempat khawatir kalau seluruh persiapannya belum rampung dalam waktu 3,5 bulan. Namun, sejak awal, ia sudah mencari venue pernikahan yang menjadikan semuanya berjalan lebih mudah dan lancar. Menurutnya, venue merupakan awal dari persiapan pernikahan. Selanjutnya, barulah ia mencari vendor detail, mulai dari gaun pernikahan, undangan, makeup artist dan juga detail lainnya.

Untuk dekorasi, Angela dan Ajat mengambil konsep yang sama seperti lamaran mereka: Rustic dengan kebaya Angela yang sederhana namun manis. Sejak dulu, Angela sangat mengidolakan konsep alam minimalis yang dapat menghangatkan suasana.

“Waktu konsep rustic jadi tren tema pernikahan, aku jadi makin yakin kalau aku bisa mewujudkan pernikahanku dengan tema ini.”

Berawal dari kecintaannya dengan alam bebas, Angela mewujudkan tema pernikahan impiannya di Hutan Pinus yang mendukung inspirasinya terhadap gambaran alam. Dengan dekorasi hiasan kayu usang untuk menjadi seting meja dan juga backdrop foto prewedding, Angela juga menggunakan berbagai bunga dan hiasan daun, seperti Hortensia (Hydrangea), Aster, Mawar Liar (Wild Rose), dan masih banyak lagi.

“Pertama kali aku tau tempat ini, aku udah punya cita-cita untuk menikah di sini karena suasana yang sejuk dengan barisan pohon dan buah pinus yang berjatuhan, cantik sekali untuk jadi tempat pernikahanku. Untungnya, waktu kita menetapkan tanggal, venue tersebut masih kosong, jadi langsung kita booking.”

Untuk dekorasi yang mendetail seperti wedding cake, souvenir, crownflower, handbouqet dan pakaian bridesmaid juga didesain bertema rustic untuk mendukung tema acara. Menariknya lagi, vendor dekorasi Angela membuatkan jalan setapak beralaskan kayu sepanjang jalan menuju semi pelaminannya.

Demi kenyamanan para tamu undangannya, Angela dan Ajat juga meminimalisir berbagai dekorasi agar tetap minimalis, rustic dan homey untuk para tamu undangannya. Bahkan, semi pelaminannya pun juga dibuat sesederhana mungkin, “biar pada bisa enjoy dan foto-foto,” katanya. Agar tambah Instagrammable, Angela bahkan menambahkan VW Combi untuk menjadi tempat dessert, menjadi tempat susu, kopi, cupcake, chocolate fondue dan dessert lainnya.

Salah satu tantangan menikah di tempat alam terbuka adalah antisipasi datangnya hujan. Untuk menyiasati hal tersebut, Angela sudah menyewa beberapa pawang hujan lengkap dengan berbagai dekorasi payung-payung untuk antisipasi jika tetap turun hujan. Untungnya, di hari bahagianya tersebut, cuaca sangat mendukung dengan tidak hujan.

Bagi Angela dan Ajat, selain cuaca yang mendukung dan suasana yang romantis, kejutan dari teman-temannya yang berupa flashmob dan mannequin challenge merupakan hadiah yang sangat menyentuh mereka.

“Kita terhanyut dalam momen saat sunset. Kita menerbangkan lampion dan beberapa balon ke udara. Setelah itu, kita juga ada pesta kembang api yang diikuti oleh semua tamu. Aku benar-benar nggak menyangkan pernikahanku bisa semeriah ini, layaknya acara tahun baru. Bagiku, setiap momen yang berlalu di perniakhan ini akan menjadi momen berkesan dalam hidupku.”

Top 4 vendor:

1. Veraferial Makeup

“Teh Vera adalah vendor kedua yang aku booking di awal persiapan pernikahanku. Selain akad nikah, make up merupakan hal yang terpenting dalam pernikahan. Aku percaya setiap bride to be memiliki aura tersendiri sebelum pernikahannya. Aku sangat suka dengan setiap detail make up dari Teh Vera, itu sebabnya kenapa aku memilih dia. I love how her magic hand can make me look gorgeous on my big day!”

2. Miraindria Official

“Karya Miraindria benar-benar perfect, aku kagum. Setiap detail kebaya yang aku pakai benar-benar menakjubkan dan membuat aku tampak outstanding di akad nikahku.”

3. Kanaka Organizer

“Bagi sebagian orang, mungkin undagan pernikahan bukanlah hal yang penting karena akan berakhir terbuang. Tapi, bagiku, undangan akan memiliki kesan tersendiri. Detail dan bentuknya akan diingat oleh orang yang diundang. Oleh karena itu, aku mempercayakan Kanaka Organizer untuk mengurus undangan pernikahan dan juga peralatan bridesmaid-ku. Sangat puas dengan setiap detail yang diberikan!”

4. Rifan Wahyudi

“Rifan benar-benar seniman sejati yang bisa menghidupkan momen dari setiap hasil foto yang diambilnya. Mereka sangat kooperatif dan berhasil menangkap semua momen penting dalam pernikahanku.”

Tips untuk brides to be,

“Jangan khawatir dengan persiapan pernikahanmu walau tanpa WO. Kalian bisa kok mempersiapkan setiap detail dengan pasangan. Yang terpenting, lakukan wishlist dan budget list yang sudah ditetapkan dan disesuaikan dengan budget agar pengeluaran bisa sesuai rencana. Selalu tandai semua perkembangan persiapan agar terorganisir dengan baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *