Pernikahan Outdoor dengan Suasana Romantis di Plataran Dharmawangsa

By Rebebekka on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Plataran Dharmawangsa

Event Styling & Decor Daun Daun Decoration

Photography Venema Pictures

Bride's Attire May May Bridal

Make Up Artist Eponcherlin

Catering Akasya

Wedding Organizer Artea Organizer

Wedding Cake The Gordon Blue Cake

Banyak orang yang ingin menyelenggarakan pernikahan dengan konsep outdoor dan berlokasi di Bali. Demikian juga dengan pasangan Dika dan Martha yang menginginkan hal yang sama. Namun setelah mempertimbangkan banyak hal, mereka berdua tetap menyelenggarakannya di Jakarta dengan nuansa Bali yang tidak kalah cantik dari lokasi aslinya! Simak ceritanya ya Brides.

Martha masih ingat betul kali pertama ia menerima notification chat messenger yang berasal dari Dika. Ketika itu Dika masih tinggal di Houston, Texas dan ia mendapatkan nomor Martha dari kakak iparnya. Mereka lalu intens berhubungan jarak jauh melalui chat mesenger dan memutuskan untuk bertemu secara langsung saat Dika kembali ke Jakarta. “Dia bilang mau pulang tanggal 23 Mei, namun ternyata sudah sampai sejak 21 Mei untuk kasih kejutan di ulang tahun aku yang tanggal 22 Mei. Jadi tanggal 22 Mei 2015 adalah the real pertemuan pertama kami. Secara official kita pacaran cuma 27 hari karena di tanggal 18 Juni 2015 Dika dan keluarga datang melamar. Kita memang sudah serius tentang hubungan ini sejak dari chat dan pertemuan pertama kami yang menentukan untuk menuju pernikahan atau berhenti sampai disitu,” cerita Martha.

Setelah Dika dan keluarganya datang melamar Martha, ternyata Dika masih ingin melamar Martha secara personal. “Dika sudah planning semuanya, sampai dia menyiapkan baju untuk aku buat acara dinner kami berdua. Baju yang beberapa waktu sebelumnya saya lihat di mall dan aku suka tetapi tidak ada ukurannya saat itu. Kita fine dine di Cassis. Aku kira sudah itu saja kejutannya yaitu baju untuk fine dine. Sambil makan dan ngobrol, tiba-tiba omongan Dika berubah jadi serius. Dia mengucapkan sebuah janji sambil mukanya grogi – grogi bikin terharu dan senyum – senyum. Akhirnya Dika keluarin cincin dari saku celananya. Baru deh paham tujuannya dinner ini, aku dilamar untuk kedua kalinya. Dilamar dengan cincin yang dia atur sendiri desainnya. Saat perjalanan pulang dia baru mengaku kalau  seharian dia bolak balik pegangin saku celananya buat cek cincinnya masih ada atau ga karena ditaruh tanpa box. Di hari itulah baru aku tahu tenyata calon suami aku super romantis, ga nyangka deh,” kenang Martha bahagia.

Martha mengaku bahwa tantangan terbesar bagi mereka adalah menjembatani konsep pernikahan seperti yang Martha dan Dika inginkan yaitu private wedding yang sangat simple dengan konsep standard pernikahan di Indonesia seperti yang keluarga inginkan. “Awalnya kita mau menikah di Bali dengan konsep outdoor wedding. Setelah survei ke Bali lalu dengan pertimbangan dari keluarga akhirnya diputuskan kita menikah di Jakarta saja namun dengan syarat konsep tetap harus outdoor. Kita survei ke beberapa venue, lalu melihat Plataran Cilandak dan kita berdua langsung jatuh cinta karena tempat ini mirip dengan venue yang kita suka banget di Bali,” cerita Martha.

Garden rustique wedding and intimate wedding mereka pilih menjadi tema pernikahan mereka berdua. Martha meminta secara khusus kepada tim dekorasi untuk menonjolkan keunikan Plataran Cilandak dengan permainan warna hijau putih dan raw wood serta tidak terlalu banyak bunga. “Kita suka ranting, pohon dan daun-daun, makanya mungkin jodoh banget sama tim dekorasinya yang namanya saja Daun – Daun. Special requestnya adalah Green Hydrangea karena aku suka sekali Hydrangea,” kata Martha.

Highlight dari pernikahan kami tentu saja saat kita sudah disahkan menjadi suami istri. Itu adalah momen yang sudah kita tunggu – tunggu dan arti dari semua acara wedding ini. Banyak yang memorable buat kita, salah satunya adalah saat kita turun tangga entrance pas acara resepsi. Saat itu lagi lumayan gerimis dan kita memutuskan untuk tidak pakai payung. Tapi entah gimana, ternyata malah bikin suasana lebih romantis dan memorable buat kita berdua. Kenangan lainnya adalah saat kita berdua dengan beberapa tamu joget bersama saat lagu Terajana dinyanyikan oleh band penghibur. Walaupun cuaca sempat tidak menentu karena beberapa kali hujan namun semua yang kita impikan terjadi di pernikahan ini dan ternyata pernikahan diiringi hujan gerimis itu super romantis loh!” lanjut Martha bercerita tentang kenangan dalam pernikahannya.

Martha dan Dika sangat puas dengan pernikahan sehingga jika pernikahan ini bisa diulang mereka tidak ingin merubah apapun dari yang sudah terjadi kecuali satu hal yaitu mereka ingin duduk di meja dessert! “Sekarang hanya bisa ngiler dengerin cerita dari tamu undangan yang puas dengan makanan dari Akasya Catering,” ujar Martha.

Saat ditanyakan siapa top 3 vendor favoritnya, Martha tidak dapat menjawabnya karena bagi Martha dan Dika semua vendor yang bekerja sama dengan mereka memberikan pelayanannya yang terbaik. Mulai dari wedding organizer, tim dekorasi, photographer, videographer, catering, band maupun venue.  

Menutup pembicaraan, Martha menitipkan pesan untuk para brides to be, “Semua hal yang ada di pernikahan itu benar – benar harus yang diinginkan oleh kedua orang yang menikah karena ini adalah momen yang tidak bisa diulang. Kalau ada salah satu pihak yang tidak setuju coba cari jalan tengahnya. Saat hari H, santai dan nikmati acaranya, biarkan wedding organizer dan panitia saja yang pusing, hehehe.”

×