Pernikahan Outdoor Meriah di Klub Golf Bogor Raya

Style Guide

Venue Outdoor
Color White

The Vendors Who Made This Happen

Akad Nikah
Resepsi

Saat pertama kali berkenalan pada tahun 2010, Dion adalah sahabat dari pacar Ayu saat itu. “Awal kisah cinta kami klise, saya putus dan rajin curhat. Karena kita sudah lama kenal, saya sampai hapal kebiasaan jeleknya,” kisah Ayu. Setelah bertahun-tahun berteman, Ayu baru sadar kalau ia dan Dion punya banyak sekali kesamaan. Mereka berdua sama-sama hobi traveling. “Yang paling unbelievable, saya dan dia sering menyelesaikan kalimat satu sama lain. It’s like we shared the same brain!” Ayu dan Dion pun akhirnya berpacaran pada awal tahun 2015.

Selama berpacaran, Ayu dan Dion semakin merasa cocok satu sama lain dan Dion terbukti selalu bersama Ayu dalam suka dan duka. “I think that’s how I knew he’s the one,” ujarnya. Tak terlalu lama berpacaran, Dion akhirnya melamar Ayu. “Dion tidak ada romantis-romantisnya. Pertama kali dia propose adalah ketika saya sedang cuci piring. Of course I said yes, meskipun tangan masih bersabun,” kisah Ayu sambil tertawa. Tidak sampai disitu, Dion juga melamar Ayu ketika sedang berkumpul dengan teman-teman. “Tiba-tiba dia keluarin cincin dan bilang ‘Will you be my wife?I said yes again, and he said ‘Nih cincinnya’ sambil disodorin ke aku hahaha.”

Ayu dan Dion mempersiapkan pernikahan dalam waktu 5 bulan. Ada beberapa tantangan yang dihadapi Ayu dalam melakukan persiapan pernikahan. Mulai dari pemilihan makeup artist, baju seragam untuk keluarga Dion, hingga vendor-vendor yang susah dihubungi. Belum lagi dengan cuaca di Bogor yang selama seminggu terakhir sering hujan lebat. “Yang paling bikin nganga adalah saat H-1, tenda untuk akad nikah datang, dan ternyata tidak seperti yang dijanjikan. Ini bikin saya stres berat dan mengurung diri di kamar,” tutur Ayu. Ia dan Dion juga menjadi sering sakit karena saking sibuknya. Ayu pun akhirnya memutuskan untuk kerja freelance supaya keadaannya bisa pulih dan fokus mengurus persiapan pernikahan.

Ayu memilih Klub Golf Bogor Raya sebagai venue resepsi pernikahannya karena ia dan Dion menginginkan suatu pernikahan dengan konsep outdoor. Cuaca menjadi salah satu kendala acara resepsi pernikahan mereka, karena seminggu sebelum hari-H selalu hujan deras. Dari awal, Ayu memang meminta bantuan Klub Golf Bogor Raya untuk menggunakan jasa pawang, dan semakin mendekati hari-H, Ayu akhirnya menggunakan dua pawang atas rekomendasi dari Klub Golf Bogor Raya. “Yang bikin saya panik setengah mati adalah begitu MC memanggil kami memasuki venue, gerimis! Saya cuma bisa berdoa dalam hati sambil meremas tangan Dion erat-erat. Alhamdulillah, gerimis hanya berlangsung 10 detik! Ternyata setelah hari-H, banyak tamu yang bilang bahwa begitu keluar kompleks KGBR, hujan turun lebat sekali! Saya benar-benar bersyukur pada Tuhan,” ungkap Ayu.

Untuk acara resepsi, Ayu dan Dion membuat Kids Corner. Mereka berdua senang sekali mempersiapkan detail dekorasinya, mulai dari membeli pinata hingga sewa mandi bola. Mereka juga meminta pihak dekor untuk membuat pohon permen. “Biasanya kalau di hari-H si anak tidak bersahabat, sang ibu akan gagal datang ke acara pernikahan. And we don’t want that. We want everyone to come and enjoy the wedding.” Selain Kids Corner, Ayu dan Dion juga mengadakan games yang mengharuskan partisipasi dari para tamu. “Kami tidak mau tamu yang datang hanya taruh amplop, salaman, makan, foto, lalu pulang. Mereka sudah repot-repot datang ke Bogor dengan cuaca yang sedang tidak bersahabat. They deserve to be pampered! It’s not just about us, it’s about our friends and family too.”

resepsi-149 resepsi-139

Acara pernikahan Ayu dan Dion ini menggunakan konsep bernama Sunset Garden Party. Untuk mewujudkan konsep tersebut, Ayu menggunakan dekorasi yang menggambarkan pernikahan yang casual. Pelaminan Ayu dan Dion hanya menggunakan modul pendek karena mereka memang tidak mau terisolasi dari para tamu. Dan untuk menyamakan warna dengan pelaminan sebagai centerpiece, Ayu juga memilih tema kayu untuk photo gallery yang memajang foto-foto mereka. “Kami juga menambahkan bean bags di kiri-kanan entrance dan di sebelah kiri pelaminan. Selain untuk dekorasi, bean bags ini disediakan bagi para tamu untuk mingling atau lounging. Tidak hanya tamu muda yang asyik duduk di bean bags, tamu-tamu orang tua pun juga mencoba duduk santai di bean bags,” jelas Ayu.

Mengenai hal apa yang paling berkesan dalam acara pernikahannya, Ayu menjawab “Ketika jalan bersandingan dengan Dion menuju pelaminan, diiringi lagu ‘The Way You Look Tonight’. Lagu itu adalah lagu spesial Dion untuk saya semasa pacaran. Dion itu jarang menunjukkan emosi di depan umum, ketika akad saja dia tidak grogi sama sekali. Tapi waktu kami jalan menuju pelaminan disambut groomsmen & bridesmaids yang berdiri sambil bertepuk tangan, kami terharu. Dion meneteskan air mata . It felt so right, we felt so happy, and it was beautiful. Such a perfect night to remember.

Top 3 vendor pilihan Ayu dan Dion adalah:

 1. Dwi Tunggal Citra

“Dari saat masih berdiri di pelaminan, sampai H+2 bulan, tamu kami masih belum move on dari catering Dwi Tunggal Citra. Setiap saya ketemu tamu wedding, mereka langsung membahas makanan DTC yang super enak. Katanya sampai kekenyangan pulang dari wedding kami. Tidak ada yang tidak enak. Sampai-sampai temen saya juga sudah plan untuk pakai jasa DTC di pernikahan mereka nanti.”

2. Btari Gendhis

“Saya jatuh cinta dengan hasil souvenir dari Btari Gendhis! Tadinya sempat ragu, apakah hasilnya sebagus di foto. Saya kirimkan desain yang saya mau, begitu paket souvenir sampai, hasilnya persis seperti brief saya! Even warnanya pun sesuai brief. Jahitannya rapi, sablonnya juga rapi.”

3. Olis Herawati

“Ini MUA favorit saya! Orangnya lucu dan enak diajak ngobrol. On time, tangannya wangi, produk yang dipakai juga berkualitas. Dari awal saya sudah pesan sama Mbak Olis, pokoknya muka saya jangan jadi berubah drastis. Waktu test make up, Dion sampai tidak berhenti memuji saya. Begitu pula waktu di pelaminan, tamu-tamu tidak berhenti bilang saya manglingin dan cantik.”

Untuk para brides to be yang sedang mempersiapkan pernikahannya, Ayu membagi tips berikut:           

  • Jaga kesehatan. Penting sekali untuk jaga kesehatan jiwa dan raga, know your limit. Semua bisa ditunda, dikompromi, tapi kesehatan harus jadi prioritas.
  • Bisa bekerjasama antara satu dengan lainnya. It’s about teamwork, completing each other. Jangan jadi stres, berantem, and lose the love.
  • Fokus cari solusi. Jangan terlalu lama caught up and dwell di masalah yang sama. Don’t lose yourself into the drama.
  • Have fun! Kerjakan dengan hati, insha Allah dipermudah oleh Tuhan dan hasilnya baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *