Pernikahan Outdoor Rustic Garden Party di Bandung

By NSCHY on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Bumi Sangkuriang

Event Styling & Decor Organdi Decor

Photography Owlsome Project

Bride's Attire Tante Titi

Make Up Artist Heti Sunaryo

Resepsi Pernikahan

Bride's Attire Barli Asmara

Sekarang ini, sosial media memang menjadi media untuk mendekatkan yang jauh dan mendaratkan gencaran senjata untuk mendekati lawan jenis. Joddy yang baru saja dikenalkan dengan Sabrina oleh saudaranya langsung buru-buru meng-add Sabrina di sosial media Path. Namun karena tak mau terburu-buru, ia tak langsung memberikan serangan chatting dan juga godaan.

Namun seiring berjalannya waktu, mereka akhirnya dekat. Dekat yang hanya bermain-main. Pasalnya, Sabrina akan berangkat S2 ke London dan tidak menyangka bahwa hubungannya akan berjalan terus. Ternyata, kenyataan berkata lain, mereka berhasil menjalani hubungan jarak jauh walau sempat break karena kaget dengan hubungan LDR.

Hubungan yang mereka awali dengan “main-main” ini akhirnya berjalan langgeng hingga ke pelaminan. Bahkan, tanpa bantuan orang tua, mereka berhasil merencanakan pernikahan ini sesuai dengan harapan keduanya masing-masing, dengan tema rustic yang diusahakan jauh dari kata formal.

Meski menganggap dirinya jauh dari kata romantis, Joddy masih terus berusaha untuk memberikan momen romantis kepada pujaan hatinya tersebut saat melamarnya. Ia berlutut di depan Sabrina saat mereka baru turun dari mobil, namun karena keduanya sama-sama canggung, keduanya malah tertawa geli karena sikap romantis yang coba dibuat tersebut.

“Kita mau pesta pernikahan outdoor yang santai, malah tadinya nggak mau ada pelaminan.”

Karena kesulitan mendapatkan venue yang pas di Jakarta, keduanya memutuskan untuk mengadakan pernikahan di Bandung karena kebetulan juga kedua keluarga berasal dari Bandung. Sesuai dengan adat budaya masing-masing, Adat Sunda dipilih sebagai tema untuk Akad Nikah.

Karena keluarga Sabrina sudah berlangganan dengan Organdi Décor, aku juga mempercayakan mereka untuk mendekor acara pernikahanku. Tema rustic yang disarankan sangat cocok dan menarik hatiku dan Joddy. Bahkan, karena sudah memprediksi akan hujan, Tante Muti selaku tim Organdi Décor langsung mengganti dekorasi menjadi meja-meja pendek pengganti bean bag dan menyediakan tenda untuk makanan.

Mengingat waktu pernikahan yang mereka pilih merupakan musim hujan dan venue diadakan outdoor, pernikahan mereka ternyata sempat dihiasi dengan hujan kecil yang awet. Untungnya, walaupun permukaan berdasar tanah, venue tersebut mempunyai konstruksi tanah yang baik sehingga tidak menimbulkan tanah yang lembek.

“Kita sempat ditahan untuk tidak ke venue dulu karena hujan yang masih turun. Tapi karena bridesmaid-ku meyakinkanku untuk datang sekarang dan juga Joddy meyakinkanku bahwa show must go on, aku jadi semakin tenang.”

Untuk kebaya pernikahan, Sabrina terjun langsung ke Pasar Baru untuk mencari bahan sesuai dengan seleranya, ditemani dengan sang mama dan juga kakak sepupunya. Sedangkan untuk baju resepsi, ia mempercayakan Barli Asmara untuk membuatkan baju pernikahan spesial untuknya.

“Untungnya, aku sudah pernah kerja dengan Barli, jadi tanpa banyak diskusi, dia udah memahami seleraku.”

Bagi Sabrina, pernikahan ini benar-benar berkesan walau sempat turun hujan, namun ia menghabiskan waktu yang sangat berharga dengan teman-teman serta keluarganya yang mau rela berangkat ke Bandung untuk menghadiri pernikahannya. Bahkan, ia sempat tak rela saat dekorasi pernikahannya harus dibongkar seusai acara.

Top 3 vendor:

1. Organdi Décor

“Timnya benar-benar kooperatif dan mengerti kemauan kita. Mereka juga sigap antisipasi jika plan A tidak sesuai rencana.”

2. Barli Asmara

“Tim Barli sangat professional, selalu stand by sampai hari H untuk make sure bahwa bajuku sudah sempurna.”

3. Heti Sunaryo

“Timnya solid sekali, ramah pula. Semua hal, bahkan yang kecil sekalipun sudah dipersiapkan, dari acara siraman sampai akad nikah, kita tak perlu pusing lagi.”

Tips untuk brides to be,

“Walau pasti stress, tapi usahakan untuk tetap tenang, bicarakan semua dengan pasangan. Yang penting harus kompak dengan pasangan dan berusaha mencari solusi untuk setiap masalah. Mamaku selalu bilang bahwa ini adalah momen melepas anaknya untuk kehidupan yang baru, jadi tidak boleh ada kesedihan dan harus dipenuhi dengan kebahagiaan.”

×