Pernikahan Outdoor yang Cantik dengan Konsep Garden Party

By Friska R. on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah dan Resepsi

Venue Bumi Samami

Event Styling & Decor Atmadja Decor by Lukky Tjong

Photography Calia Photo

Videography Kata Kita Photography

Bride's Attire Mira Ataya

Make Up Artist Ajeng Andini

Groom's Attire Silver Point by Philip

Master of Ceremony Doni Rinaldy

Wedding Organizer Lalaland Party Planner

Perjalanan cinta Rezza dan Ghea berawal dari pekerjaan Rezza sebagai visual artist. Karena keperluan kerja, mereka pun bertemu dan menjadi dekat.

Perjalanan asmara Rezza dan Ghea hingga ke pelaminan terbilang cukup cepat. Ghea mengingat waktu dimana Rezza menyatakan cinta saat kencan ketiga. Ghea tersentuh dengan kata-kata Rezza yang berkeinginan untuk menjaganya dan menuju ke jenjang lebih serius.

“Setelah 7 bulan berpacaran, Rezza menyatakan niatnya untuk melamar saya kepada orang tua. Acara lamaran kami diadakan di bulan Desember dan pernikahan dilangsungkan 5 bulan setelah itu,” kenang Ghea.

Mendesain undangan sendiri

Rezza yang memang seorang designer berniat untuk mendesain undangan pernikahan sendiri. Untuk suvenirnya, mempelai ini membagikan table runner Shibori khas Jepang buatan tangan ibu-ibu pengrajin Cirebon.

Tantangan dalam menyelenggarakan pesta pernikahan outdoor tentu saja, rasa takut kalau hujan tiba-tiba datang mengguyur. “Kita minta doa aja sama semua orang yang ditemui, literally semua orang, dan yang lagi pergi Umroh, minta doa agar semuanya lancar,” ujar Ghea yang cukup khawatir waktu itu.

Bahkan, mereka sampai sedia 100 payung sebelum hujan, untuk berjaga-jaga. Kekhawatiran mereka pun tidak terjadi dan mereka cukup lega ketika hari H tidak turun hujan! “Itu hal paling luar biasa sih menurut kami sekeluarga,” ungkap Ghea yang sangat bersyukur ketika musim hujan di Bandung tidak menghalangi pesta pernikahannya kala itu.

Prosesi adat Sunda favorit Rezza dan Ghea

Ada beberapa prosesi adat Sunda yang dijalani oleh kedua calon pengantin, yaitu Meuleum Harupat (Membakar harupat), Nincak Endog (Injak Telor), Huap Lingkung (Suapan), Pabetot Bakakak (Tarik ayam). “Kami tidak ada saweran, diganti dengan Pinata saja saat Resepsi.”

Rezza dan Ghea mengatakan bahwa prosesi Nincak Endog cukup menegangkan karena telur yang pecah baunya bisa sangat amis dan Rezza yang terlalu bersemangat menginjak telur mengaku telapak kakinya juga agak sakit.

Wedding dress yang bikin deg-degan

Ghea mengingat kejadian lucu saat fitting baju pengantinnya. “Saya harus diet beberapa kilo dan setiap fitting berubah-ubah terus, kadang muat kadang tidak,” tukas Ghea yang akhirnya berhasil menguruskan badan. “Saya dipanggilkan terapis totok kurus oleh Teh Mira beberapa hari menjelang pernikahan.”

And the life changing moment begins…

Ghea cukup terharu saat ijab qobul. Karena selain Rezza yang lancar mengucap ijab qobul, ia merasa ini adalah momen yang spesial baginya karena mereka akhirnya sah menjadi suami istri. “The real life changing moment,” ujar Ghea.

Konsep pesta pernikahan berwarna midnight blue and white

Diawali dengan akad nikah adat Sunda lalu dilanjutkan dengan garden party. Terlihat warna-warna dominan yang menyelimuti resepsi pernikahan Rezza dan Ghea, yakni navy blue, white, serta champagne dan sentuhan chinoiserie serta dekorasi bunga-bunga cantik.

Ketika ditanya seputar konsep pesta pernikahan, Rezza dan Ghea pun tertawa dan mengaku kurang memahami apa nama yang tepat untuk mendeskripsikan konsep wedding mereka. Menurut Ghea, ia dan Rezza hanya ingin prosesi yang sakral serta pesta pernikahan outdoor yang cantik tapi casual.

Alhasil, garden party itu menjadi sebuah pertemuan antar kerabat dan keluarga dan bukan hanya sebuah event saja. “Kamipun ingin yang hadir merasa nyaman,” katanya. Momen memasuki arena resepsi dibuat romantis dengan alunan saxophone yang memainkan lagu Marry Your Daughter dari Brian McKnight.

Wedding decor yang diusung juga cukup elegan berkat bantuan The Atmadja Décor. “Kami mencari beberapa inspirasi dari Pinterest dan Instagram, dan menyerahkan beberapa foto dekorasi kepada Kang Lukky,” kata Ghea yang mengaku puas dengan hasil dekorasinya tanpa banyak permintaan. “Kami hanya bilang ingin ada keramik-keramik biru chinoiserie, string lights, ingin yang cantik dan tidak rustic, dan ingin bunganya putih.

Nah, untuk Pinata, Rezza dan Ghea menjelaskan bahwa mereka mengisi Pinata dengan uang kertas, permen dan voucher hadiah dari Warung Upnormal dan Sabai Muay Thai. Bentuknya juga menyerupai wedding cake.

Bumi Samami Bandung menjadi pilihan kedua mempelai tersebut karena banyak pertimbangan. Tempatnya indah dan hijau, serta dapat menampung seluruh undangan. Selain lokasi yang dekat, Bumi Samami juga cukup fleksibel dalam memberikan pelayanan. Misalnya, catering tidak harus dari sana.

Tips dari Ghea untuk calon mempelai wanita

Setelah melangsungkan pernikahannya, Ghea pun membagikan tips bagi para brides-to-be. Hampir sama dengan sebagian nasihat para pengantin perempuan, Ghea pun mengatakan, “Jangan mencari kesempurnaan di hari pernikahan, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan.”

Ghea dan Rezza yang mengaku cukup stress dan capek, ternyata banyak belajar untuk bersabar saat mempersiapkan pernikahannya. “Berusahalah mengendalikan stress sebisa mungkin,” ujar Ghea yang menyarankan para calon pengantin untuk mencoba olahraga yoga agar rileks. Selain itu, Ghea juga memberikan saran agar memikirkan plan A, B sampai C dan memperkirakan kondisi terburuk yang mungkin terjadi sehingga selalu punya solusi dari awal untuk mengatasinya.

Berikut adalah top 3 vendor pilihan Rezza dan Ghea

1. The Atmadja Decor by Lukky Tjong

“Kang Lukky membuat segala sesuatu dengan hati,” puji Ghea yang salut dengan hasil kerja keras Lukky Tjong demi membuat dekorasi cantik, elegan dan berkesan. Menurut Ghea, Lukky adalah sosok yang positif, solutif juga lucu sampai-sampai pasangan ini merasa kangen saat sudah tidak bekerjasama lagi. “Saya dan Rezza berharap bisa bertemu kembali untuk sekedar ngopi sore.”

2. Mira Ataya

“Teh Mira memberi dukungan moril ke saya,” ucap Ghea ketika ditanya alasannya menjadikan Mira Ataya sebagai salah satu vendor favorit. “Beliau sudah seperti Kakak untuk saya dan Rezza dan mengingatkan kami untuk berdoa dan berdiet!” Selain hal-hal personal tersebut, Ghea mengagumi kecakapan Mira dalam hal mempersiapkan wedding dress dan kebaya yang cantik dan anggun untuknya.

3. Ajeng Andini Makeup

“Semua cinta dengan Ajeng!” Ghea menjelaskan dengan semangat saat ditanya kesannya didandani oleh Ajeng Andini. Menurutnya, ibu, adik, dan semua keluarga pengantin yang dipulas oleh tangan ajaib Ajeng berubah jadi cantik. “Ajeng orangnya on time, pricelistnya reasonable, dan orangnya ramah sekali, banyak sekali plusnya!”

×