Pernikahan Perpaduan Adat Jawa dan Chinese ala Elly dan Dimas

By NSCHY on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Holy Matrimony

Venue Gereja Fransiskus Xaverius

Event Styling & Decor Florette Bali

Bride's Attire Rika Wirtjes

Groom's Attire Anggun Busana

Wedding Reception

Venue Jeeva Saba, Ketewel, Gianyar, Bali

Make Up Artist Ardine Talitha

Jewellery & Accessories Allura

Catering Lumbung Catering

Mendatangi pernikahan seseorang itu bukan hanya untuk menyaksikan hari bahagia seseorang, namun juga dapat memberikan kita kebahagiaan pula, seperti membukakan pintu untuk bertemu dengan jodoh. Elly yang mengaku tidak punya perasaan apa-apa sama Dimas, malah justru dibukakan hati dan petunjuknya tepat di hari pernikahan sahabatnya.

Pasalnya, tepat di hari itu, Dimas berdoa dan berkata bahwa ia bersedia untuk mundur jika belum ada lampu hijau dari Elly. Di posisi Elly, ia juga berdoa di gereja dan waktu yang bersamaan untuk diberikan jawaban berupa perasaan dan petunjuk jika memang Dimaslah jodohnya. Ternyata, seketika setelah pernikahan sahabatnya selesai, saat itu pula Tuhan langsung memberikan jawaban kepada Elly.

“Aku jalan keluar pintu Gereja dan ngeliat Dimas lagi nunggu aku, seketika itu pula aku tahu Tuhan sedang membukakan hatiku.”

Dengan campur tangan Tuhan, hubungan Elly dan Dimas berjalan lancar dan menjajaki tahap yang semakin serius. Meskipun tidak ada proposal yang romantis, namun Elly bisa merasakan keseriusan Dimas untuk menikah dengannya.

Pasangan yang berbeda usia delapan tahun ini menggelar pernikahannya di Bali dengan perpaduan adat Chinese dan Jawa dengan sentuhan internasional. Untuk sentuhan internasional terlihat dari Holy Matrimony yang dilakukan menggunakan setelan kebaya, beskap dan pakaian formal internasional yang ditandai juga dari pakaian bridesmaid yang menggunakna kebaya kutu baru dan didampingi oleh groomsmen yang menggunakan setelan batik bow tie dengan suspender. Sesuai dengan adat Chinese, Elly dan Dimas juga mengadakan upacara minum teh dengan mengenakan Cheongsam dan Qibao bernuansa biru tua.

Selain warna cerah yang digunakan; tosca untuk pemberkatan dan oranye untuk resepsi, keduanya juga masukan unsur kayu, sesuai dengan kesukaan Elly. Mulai dari souvenir yaitu sepasang sendok dan garpu kayu hingga ring holder, semuanya terbuat dari kayu.

“Aku suka banget hal yang berhubungan dengan kayu, terutama yang berasal dari pengrajin lokal. It’s all about nature and simplicity. Selain itu, ring holder dari kayu ini masih bisa digunakan sehari-hari untuk menyimpan cincin kami jika sedang perlu dilepaskan.”

Keduanya sepakat menginginkan pesta pernikahan yang intim yang hanya dihadiri oleh keluarga dan teman terdekat dengan konsep yang simple, elegan dan romantis. Pantaslah, Bali menjadi tambatan hati mereka mengingat keduanya menginginkan tempat yang romantis dan jauh dari hingar bingar pula.

Tidak seperti pesta pernikahan kebanyakan lainnya yang over budget untuk menikah di Bali, Elly dan Dimas malah mengalami kebalikannya. Ternyata, tipsnya, mau capek, mau sedikit ribet dan nggak gengsi. Mereka mencari dan mengurus semuanya sendirian, baik venue, WO, souvenir, cenderamata, katering, bahkan sampai hal kecil yang suka terlupakan. Bahkan, untuk dekorasi bunga dan pernak pernik, Elly juga request kepada vendor untuk memakai barang yang lokal saja.

“Kita jujur dan nggak malu untuk ngomongin budget yang kami sanggupi kepada vendor dan semua vendor kami sangat membantu akan hal ini.”

Itu dia, walau harus bolak balik ke Bali untuk meeting demi mengurus vendor yang kurang professional dan kurang sreg, Elly dan Dimas dapat menggelar pernikahan yang mereka idamkan di Bali tanpa pusing karena budget yang tidak sesuai.

Tips untuk para brides to be,

“Jangan gengsi dan nggak mau capek untuk mencari informasi lebih mengenai vendor yang kita pakai. Jaga kesehatan juga supaya nggak drop. Usahakan juga untuk selalu mencari second opinion dari website ataupun teman mengenai vendor yang akan dipilih. Yang terpenting, harus punya suara dan pendapat yang sama supaya rencana pernikahan bisa berjalan dengan lancar tanpa gangguan pendapat dari pihak manapun.”

Top vendors:

1. Florette Bali

“Komunikatif dan bisa mengembangkan ide dari kami. Berkomitmen dan sangat kreatif.”

2. Bali Chemistry Wedding (WO)

“Koordinasinya baik dengan sesame vendor maupun keluarga. Mau mengusahakan segala sesuatu supaya semuanya berjalan dengan baik. Sangat ramah dan membantu kami supaya nggak stress dan panic.”

3. Lumbung Catering

Great food, great service, semuanya sempurna!”