Pernikahan Perpaduan Adat Mandailing dan Jawa ala Stachy dan Ditto

By Rebebekka on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Acara Pernikahan

Venue JS Luwansa

Bride's Attire Barli Asmara

Make Up Artist Upan Duvan

Wedding Organizer HDR Wedding Planner

Jodoh memang misterius. Terkadang ada pasangan yang sudah bertahun – tahun pacaran namun tidak sampai menikah, namun ada juga yang baru saja bertemu dan mengenal satu sama lain akan tetapi dimudahkan jalannya menuju jenjang yang lebih tinggi. Itulah jodoh. Seperti cerita pasangan yang The Bride Dept liput kali ini, Stachy dan Ditto.

Mereka secara tidak sengaja bertemu di sebuah mall karena teman mereka. Awalnya Stachy hanya menyapa Ditto layaknya orang yang baru saja bertemu. Ditto yang sejak awal sudah tertarik dengan Stachy, meminta kepada temannya untuk dikenalkan kepada Stachy. Teman mereka sempat meledek mereka berdua pada pertemuan itu, “Kenalan gih, kalian berdua kan sama – sama gagal menikah, siapa tahu jodoh. Negatif ketemu negatif hasilnya positif loh,” ledek teman Stachy dan Ditto.

Setelah pertemuan tersebut, Ditto sempat beberapa kali mengajak Stachy pergi namun seringkali ditolak oleh Stachy karena kesibukannya di kantor. Sampai suatu ketika mereka kembali tidak sengaja bertemu di mall dan di situ Stachy mencoba membuka hati dan menerima ajakan Ditto untuk makan malam bersama. “Ternyata Ditto orang yang sangat menyenangkan untuk diajak ngobrol dan bertukar pikiran,” kata Stachy.

Mereka bertemu di bulan September dan di bulan November Ditto langsung memutuskan untuk berbicara kepada kedua orang tua Stachy untuk meminta izin menikahi anak perempuannya. “The funniest thing about our story itu adalah stage hubungannya yang super ngebut dan random banget. There’s no romantic proposal, hahaha he’s not even pop the question. Dia hanya berbicara ‘nikah yuk! Aku sudah tidak mau mencari yang lain. Kamu itu doa aku selama ini,’ awalnya saya pikir hanya bercanda tetapi ternyata tepat keesokan harinya dia memohon restu orang tua saya dan memberikan cincin ruby berbentuk hati sebagai tanda keseriusannya,” kenang Stachy.

Setelah itu mereka pun mempersiapkan pernikahan mereka dengan kurun waktu yang juga terbilang cepat yaitu lima bulan lamanya. Tantangan terbesar yang dialami Stachy adalah ketika busana untuk resepsi Stachy ternyata gagal saat mendekati hari H. Stachy sempat panik dan sedih. Untungnya Barli Asmara bisa membantu Stachy dengan membuatkan Stachy busa untuk resepsi dalam kurun waktu dua minggu saja!

Kedua belah keluarga sepakat untuk mengadakan pernikahan dengan adat Jawa pada saat akad nikah dan Mandailing, Tapanuli Selatan untuk resepsi pernikahan. Rangkaian prosesi adat Jawa dimulai dari siraman yang berisi prosesi pemasangan bleketepe, sungkeman, jual dawet, melepas ayam, tanem rekmo dan kerik paes. “Bagian Kerik Paes adalah bagian paling bikin stres, hahaha. Bekas paesku parah banget sampai aku shock waktu lihat diri sendiri,” ucap Stachy sambil tertawa. Prosesi adat selanjutnya adalah panggih yang memiliki urutan sebagai berikut :

   – Pisang Sanggan

   – Balangan Gantal ( lempar sirih )

   – Wiji Dadi ( injak telor )

   – Basuh kaki suami

   – Kacar kucur

   – Dahar Klimah ( suapan pengantin )

   – Tilik Pitik

   – Sungkeman

   – Bubak Kawah

   – Templak Punjen

Untuk adat Mandailing pada saat resepsi, Stachy dan Ditto memilih untuk lebih simpel dengan menjalani prosesi mangulosi dan manortor saja. Stachy sempat kewalahan dengan bulang dan songket warisan turun temurun yang cukup berat. Namun ia bahagia karena semua bisa terlewati dengan indah dan begitu memorable untuk dikenang.

Top 3 vendor pilihan Stachy:

1. HDR Wedding Planner

“Mas Addry Danuatmadja dan Mbak Ira Hutabarat yg super professional dalam mengurus acara di gedung.”

2. Barli Asmara

“My true hero yang bisa membuatkan aku baju resepsi hanya dalam waktu 2 minggu 5 hari.”

3. Upan Duvan

My super kind hearted makeup artist with his magical hands yang bisa bikin make up akad nikah dan resepsiku super flawless

Tips dari Stachy untuk para brides to be,

“Punya dream wedding itu boleh tapi jangan sampai memaksakan keadaan karena bisa berdampak kepada banyak pihak. Yang paling penting, pasrahkan semuanya sama Allah SWT. When the time is right, semuanya akan gampang dan lancar sampai kamu sendiri nggak sadar kalau ternyata tiba – tiba sudah hari H saja. Berdamai dengan keadaan dan selalu berpikir positif akan menarik hal-hal positif juga untuk datang ke kehidupan kita.”