Pernikahan Perpaduan Adat Solo dan Minang di Menara 165

Style Guide

Venue Hall
Color Black White

The Vendors Who Made This Happen

Akad Nikah & Resepsi

Awalnya tidak ada yang menyangka bahwa perkenalan Dera dan Candra yang dimulai dari pertemuan yang diatur oleh keluarga akan berakhir indah di pelaminan.10

Perkenalan Dera dan Candra berawal di bulan Agustus 2015, saat sang mama bertanya kepada temannya yang merupakan Tante-nya Candra yang saat itu kebetulan sedang berkunjung ke rumah Dera, mengenai Dera yang sedang mencari calon suami. Tanpa disangka pertanyaan itu disambut dan sang Tante langsung berinisiatif untuk memperkenalkan Dera dengan keponakannya yaitu Candra. Tante langsung menghubungi Candra melalui telpon yang langsung berlanjut dengan rencana untuk mempertemukan Dera dengan Candra di malam harinya. Dengan ditemani sang mama dan juga Tante di Victoria Cafe, Plaza Senayan, pertemuan itu pun terjadi. Tapi setelah pertemuan itu komunikasi Dera dengan Candra terputus, selain itu Candra juga harus terbang ke Thailand keesokan harinya untuk melanjutkan kuliahnya di Burapha University selama satu tahun.

 

Seminggu kemudian, Dera bertemu dan berkenalan dengan Ibunda Candra yang mendorong Dera untuk menghubungi Candra secara langsung. Tanpa berpikir panjang, Dera langsung berinisiatif untuk menghubungi Candra melalui Line yang ternyata disambut dengan respon positif. Singkat cerita, tidak lama setelah itu Candra kembali ke Jakarta dan bertemu dengan Dera yang akhirnya memutuskan untuk menjalani hubungan LDR sampai waktunya Candra kembali ke Indonesia pada bulan Januari 2016. Hubungan mereka pun berlanjut dengan diselenggarakannya acara lamaran berbarengan dengan hari ulang tahun Dera pada tanggal 10 Januari 2016. Kedua belah pihak keluarga juga langsung merencanakan acara pernikahan yang sepakat untuk diselenggarakan empat bulan setelah acara lamaran, yaitu tanggal 8 Mei 2016.

Menjelang hari bahagianya dengan Candra, Dera sudah melakukan persiapan sejak 8 bulan sebelum hari-H, dan karena saat itu Candra masih berada di Thailand, Dera melakukan semua persiapan dengan dibantu oleh sang Mama. Mulai dari booking gedung pernikahan, pemilihan baju pengantin, sampai dengan pemilihan berbagai vendor yang akan membantu acara pernikahannya nanti. Hal utama dan pertama yang Dera lakukan adalah mem-booking gedung untuk acara pernikahan dan Dera memilih Gedung Menara 165 sebagai venue pernikahannya, karena memang sejak dulu Dera bercita-cita untuk mengadakan acara pernikahannya di hall ketimbang di hotel.

Acara pernikahan Dera dan Candra mengangkat tema dua budaya yang berbeda yaitu adat Minang dan Solo. Keluarga Dera sendiri berasal dari Sumatera Barat dan keluarga Candra berasal dari Solo. Untuk akad nikah Dera memutuskan untuk menggunakan adat Minang dengan baju kurung berwarna putih yang memberikan kesan lebih islami, dengan tetap menggunakan sedikit dekorasi berwarna khas minang yaitu emas dan merah yang simple namun tidak terlalu mencolok.

 

Untuk acara resepsi, Dera memutuskan untuk mengangkat adat Jawa Solo dengan menonjolkan warna nuansa emas dan sentuhan dekorasi Jawa yang khas dengan warna-warna alami kayu yaitu coklat dan hijau. Untuk acara resepsi ini, sejak awal Dera menginginkan konsep pernikahan outdoor dan ingin tamu yang hadir merasakan pengalaman acara outdoor di dalam ruangan, dan keinginan Dera berhasil diwujudkan dengan cantik oleh vendor. Dekorasi yang paling menarik adalah dekorasi jalur tamu mulai dari pintu masuk sampai dengan pelaminan yang keseluruhannya di tutup dengan dekorasi tenda berbentuk pepohonan lebat, sangat memberikan kesan pesta kebun yang asri dan alami, “jadi tamu bisa langsung menikmati suasana seolah-olah berada di luar ruangan dengan tambahan beberapa dekorasi di kanan dan kiri untuk mempercantik pemandangan, seperti di sebuah pedesaan bernuansa jawa,” ujar Dera.

Persiapan rias pengantin dimulai pukul 04.00 pagi yang dimulai dengan makeup akad nikah adat Minang, dan yang tidak ketinggalan proses pemasangan suntiang yang panjang dan tentunya berat. Awalnya setelah proses pemasangan Suntiang selesai Dera masih merasa nyaman, namun saat acara akan segera di mulai dan Dera sudah stand-by di ruang akad nikah, Dera baru merasakan sakit kepala. Untungnya pihak WO sigap dan langsung memberikan pain killer yang membantu Dera melewati seluruh rangkaian acara akad nikah dengan khidmat dan lancar.

Setelah seluruh proses akad nikah selesai, termasuk foto bersama keluarga, Dera langsung menuju kembali ke ruang rias untuk mengganti riasan dengan paes Jawa Solo. Karena proses pelepasan suntiang dan lukis paes yang cukup rumit, pihak perias membutuhkan waktu yang lebih lama dan untuk memastikan riasan Dera sempurna untuk acara resepsi. Walaupun sedikit nervous, Dera tetap tenang melewati proses rias, dan hasilnya sangat memuaskan.

Setelah seluruh persiapan make-up, sanggul dan pakaian selesai, acara pun langsung dimulai. Walaupun acara resepsi pernikahan Dera dan Candra terlambat 45 menit dari rencana awal, acara tetap berlangsung dengan lancar dan meriah sesuai harapan.

Dari seluruh rangkaian acara pernikahan Dera dan Candra yang telah berlangsung, yang paling berkesan dan membekas bagi Dera adalah momen Ijab Qobul antara Candra dan sang Papa, karena itu merupakan momen terpenting di acara ini dan Dera juga berkata, “Itu adalah momen dimana aku nantinya akan menjadi orangtua juga. It’s a precious moment,” ujar Dira haru.

Kesuksesan dan kelancaran acara pernikahan Dera dan Candra tentunya tidak dapat tercapai tanpa adanya bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk bantuan dari vendor. Berikut top 3 vendor menurut Dera:

1. LyzaRae

“Mulai dari baju pengantin, heels untuk attire Jawa Solo yang khusus di buat baru sesuai ukuran kaki aku, make-up yang banyak pihak mengatakan sangat beresiko untuk dilakukan yaitu membut Paes hanya dalam waktu satu setengah jam, semuanya bisa dilakukan dan perfect. Terutama untuk hair do-nya, aku sangat suka sekali.”

 2. Wedding Organizer Budi Prayitno Entertainment

“Selain dapat free WO untuk pengajian seminggu sebelum hari-H. WO Budi Prayitno juga membantu dalam urusan pencarian penerima tamu yang sudah di rias sekaligus diberi seragam yang cantik. Untuk musik, semuanya sudah lengkap dan style musiknya pun lebih klasik. Sesuai untuk acara resepsi. Untuk tarian minang dan pantun juga sudah disiapkan dengan baik. Semuanya aku serahkan 100% ke WO aku mulai dari musik, penerima tamu, dsb.”

3. Alfabet Catering

“Untuk catering, aku banyak memiliki permintaan khusus yang aku tulis untuk pihak catering. Mulai dari permintaan tidak mau ada bunga krisan, peletakan piring yang rapi, piring kotor harus cepat diambil, potongan makanan yang kecil-kecil sehingga mudah dimakan oleh. Semuanya dijalankan dan tidak ada yang terlewat sedikitpun. Bahkan nilai plusnya, aku dapat hadiah dua kali; yang satu dikirim ke rumah oleh pihak catering setelah acara pernikahan selesai. Sangat berkesan dan perhatian.”

Selain itu, Dera juga memberikan tips untuk brides-to-be dalam membersiapkan pernikahan. Yuk kita simak tips dari Dera berikut:

“Tipsnya kalau dari aku yang terpenting adalah niat mengadakan acara pernikahan dan harus memikirkan segala sisi, terutama tamu yang telah kita undang. Jangan sampai mereka pulang dari acara kita dengan ada sedikit kekecewaan.”

“Jangan lupa untuk sering pergi ke pesta pernikahan siapapun kalau diundang. Mulai dari yang mewah sampai non-mewah. Karena biasanya kita bisa mendapat inspirasi. Terutama jika kita merencanakan pernikahan dan jangan sampai over budget.”

“Jangan stress khususnya pihak perempuan, karena pihak perempuan biasanya menjadi pihak yang repot mengurus ini itu, dan karena kita kaum perempuan yang biasanya selalu punya wedding impian. Dan kalau ada yang terlewat, coba untuk bersabar saja, agar tetap cantik terus sampai hari-H. Itu saja tips dari aku.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *