Pernikahan Romantis di Kota Bandung a la Fita dan Faisal

Style Guide

Venue Outdoor
Color Gold White

The Vendors Who Made This Happen

Bagi sebagian orang, Bandung bukanlah sekadar sebuah kota, namun tempat yang memiliki banyak kenangan. Sama seperti Fita dan Faisal, mereka sama-sama kuliah di Bandung. Walaupun berbeda kampus, Fita di Unpad sedangkan Faisal di ITB, mereka sering bertemu untuk saling membantu menyelesaikan tugas akhir. Tidak lama setelah itu mereka berpacaran dan berjanji akan menikah setelah Fita menyelesaikan S2-nya. “Faisal menepati janjinya setelah kurang lebih 5 tahun berpacaran. Dia terlebih dulu melamar kepada orang tua saya ketika saya diluar kota, lalu dia melamar saya tepat setelah saya sidang tesis. Lamaran itu sangat mengejutkan, karena saat itu Faisal diluar kota, dan dia menitipkan cincin, wedding journal, boquet bunga dan notes yang dititipkan pada saat melamar orang tua saya dan mereka berhasil merahasiakannya! Tidak lama setelah itu kami melaksanakan acara lamaran tepat sehari setelah saya wisuda, dan menikah 6 bulan kemudian. Perjalanan kami memang panjang, sampai saya bingung jika ada yang bertanya dimana saya bertemu dengan Faisal. Karena saya sendiri tidak pernah menyangka bahwa jodoh saya adalah orang asing yang saya temui 10 tahun lalu,” cerita Fita.

Wisma Joglo langsung menjadi pilihan venue mereka bahkan saat baru pertama kali mereka survei lokasi. Fita dan Faisal ingin menikah di lokasi yang memiliki suasana bandung dengan pemandangan kota Bandung. “Lokasinya cukup strategis, akses ke pusat kota mudah, view dari venue kita di rooftop itu keren banget, keliatan pegunungan, lembah, dan kalau sore ke malam terlihat citylight. Kita memang membuat acara yang tidak terlalu besar, jadi pas, tidak terlalu luas dan tidak sempit, plus disana ada penginapannya,” jelas Fita. Venue yang sudah cantik, semakin indah dengan dekorasi bernuansa romantis dan homey serta dominan warna putih dan emas. “Aku tidak mau ornamen kayu di venue jadi kalah sama dekorasi. Jadi kita banyak main di kain-kain putih, bulb dan lampion. Aku banyak cari contoh suasana seperti apa yang aku mau dari Pinterest, untuk disampaikan ke tim dekorasi,” lanjut Fita.

Sejak awal Fita tidak ingin acara pernikahan yang terlalu besar. Beruntung orangtua mereka setuju dengan acara sesuai keinginan mereka bahkan dibuat acara tambahan di sore hari khusus untuk orang terdekat. “Pada saat itu Faisal memberikan speech dan ada games. Yang paling berkesan H-2 papaku yang guru karate bersedia last dance untuk acara sore. Sejak acara akad dan sungkem beliau sudah nahan nangis, waktu last dance sudah tidak bisa tahan lagi, hehehe,” cerita Fita.

Pada saat Resepsi, Fita tampil sangat cantik dengan wedding dress yang terinspirasi dari Daenerys Targeryen di Game of Thrones. Kesukaan akan serial Game of Thrones membuat Fita sangat ingin memakai dress dengan detail seperti yang ada pada serial tersebut. Awalnya memang agak rumit sampai harus beberapa kali direvisi namun akhirnya Fita sangat puas dengan hasil akhirnya.

Sebagai seorang make up artist, Fita berusaha menempatkan dirinya seperti klien yang selalu membuatnya nyaman. “Aku tahu persis klien seperti apa yang membuat aku nyaman dan tidak nyaman saat kerja. Jadi aku berusaha untuk jadi klien yang baik, cukup beritahu tampilan seperti apa yang aku suka dan tidak suka sebelum mulai make up, sisanya biar MUA bekerja, jangan banyak diganggu dengan pertanyaan produk apa yang dipakai, sering lihat cermin dan selalu revisi. MUA yang aku pilih juga jelas MUA yang aku percaya, jadi suasananya santai banget, nyaman dan tenang,” seru Fita.

Tidak ketinggalan, Fita juga memberikan tips untuk para brides to be, khususnya yang berkaitan dengan pemilihan MUA. “Awalnya aku juga super banyak sekali pertimbangan, sampai mau ambil MUA dari jakarta. Aku kumpulkan dulu semua portfolio MUA yang menurutku bagus. Lalu aku lihat apakah dia terbiasa merias untuk adat atau modern, siapa klien-nya, wajah-wajah yang biasa dia pegang. Dari sekian banyak MUA yang bagus, aku tidak mau yang paling bagus, paling mahal, paling murah, paling sering dipakai teman atau yang paling ‘bergengsi’. Aku cuma mau MUA yang akan membuatku nyaman dan percaya diri dengan hasil make up nya. Walaupun bagus banget tapi aku tidak mau wajah aku terlihat seperti hasil make up nya yang akan membuat aku tidak percaya diri. Setelah disortir, aku minta pricelist, riders dan availability-nya. Pada akhirnya aku memilih MUA yang satu kota karena tidak perlu menambah beban transportasi dan akomodasi. Hasilnya tidak kalah bagus dengan MUA ibu kota. Oh iya, mungkin ini tidak terlalu penting untuk banyak orang tapi jadi pertimbangan aku. Saat akad nikah aku mau menjaga wudhu, jadi aku pilih MUA dan hairstylist perempuan,” pesan Fita.

Top 3 vendor pilihan Fita :

1. Dear Bride Wedding Planner by Kirana Wedding Organizer

“Kebetulan aku sudah sering kerjasama dengan tim ini, dan mereka sangat membantu. Aku dibantu dari membuat konsep acara, lamaran, sampai dua acara resepsi. Resepsi keluarga dan kerabat orang tua setelah akad dan resepsi kerabat aku dan Faisal. Di minggu-minggu akhir aku sudah tidak mau terlalu sibuk, dan mereka yang handle semua. Mulai dari KUA, hotel, pelunasan vendor dan lainnya. Di hari H pun aku dan Faisal sudah tidak perlu ngecek dan sibuk kasih instruksi, semua berjalan sesuai rencana.

2. Hieros Photo

“Ini juga salah satu vendor yang sebelumnya aku sudah sering kerjasama. Aku dan Faisal selalu mengagumi hasil karya mereka. Jadi ketika saatnya kita yang perlu fotografer, kita sudah percayakan semua sama Hieros. Mulai dari lamaran, foto prewedding, pengajian, sampai hari H.

3. Destiny catering

“Catering ini pemain lama di Bandung. Salah satu yang top dari dulu, jadi tidak perlu diragukan lagi. Semua tamu bilang enak. Mereka juga bisa menyesuaikan stall yang kita mau, seperti permintaan untuk makanan-makanan khas Sumatera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *