Pernikahan Rustic ala Iku dan Boy di Ciputra Artpreneur

By Motya Anjani on under The Wedding

Pernikahan Rustic ala Iku dan Boy di Ciputra Artpreneur

Style Guide

Style

International

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Ciputra Artpreneur

Event Styling & Decor Artsy Design

Photography MT Photoworks

Make Up Artist Marlene Hariman

Hair Do Resepsi by Iwan Taufik

Bride's Attire Resepsi by Renzi Lazuardi

Groom's Attire Wong Hang Tailor

Catering The Njonja

Wedding Shoes Cava Prive

Wedding Entertainment Laidthis Nite Band

Jewellery & Accessories Ayyara

Tema pernikahan dengan nuansa rustic masih menjadi tema favorit para pengantin. Walaupun tema rustic identik dengan warna putih dan kayu, artikel kali ini membahas tentang pernikahan Iku dan Boy yang menggunakan tema rustic dengan warna-warna yang bold seperti burgundy dan maroon untuk dekorasi pernikahannya.

Pertemuan pertama Iku dan Boy terjadi setelah Boy mendapatkan kontak Iku dari temannya. Saat pertama kali bertemu, Iku merasa “sangat nyambung” dan memiliki banyak persamaan dengan Boy. Mereka resmi pacaran tanggal 28 April 2013. “Lucunya, Boy melamar aku tanggal 28 Januari 2017, dan kami menikah tanggal 28 Januari 2018. Tanggal 28 sepertinya our lucky number!”

Menurut Iku, Boy bukanlah tipe lelaki yang romantis. “Kita sama-sama cuek, but we always take care of each other,”. Terjadi hal yang lucu saat Boy ingin melamar Iku. Pada suatu hari, Iku dan Boy berencana untuk ke Plaza Senayan, pada saat itu juga Iku yang mengemudi mobil milik Boy. Boy sendiri memiliki kebiasaan menaruh dompet di laci samping pintunya. Saat sedang berada di pom bensin, Iku mengambil dompet Boy di samping pintu dan ternyata Iku melihat ada kotak berwarna merah. “Saat Boy sadar, dia langsung menutup mata aku, tapi karena aku sudah terlanjur lihat jadi percuma.” tawa Iku. Sesampainya di Plaza Senayan, Boy becanda dengan mengatakan “Temenin aku yuk jual cincin ini didalam.”, sambil memakaikan cincin ke jari manis Iku. “Walaupun caranya bodoh, tapi aku sempat meneteskan air mata.”.

Karena Iku dan Boy merasa “nyambung” dan sangat cocok dalam hal apapun, Iku mengaku hampir tidak ada cekcok dalam hal persiapan pernikahan seperti pemilihan venue, dekor, maupun catering. Iku merasa semua venue akan sama saja jadinya dan yang membedakan venue pernikahan adalah dekornya. Karena Iku dan Boy menginginkan pernikahan yang antimainstream, akhirnya Iku dan Boy memilih Ciputra Artpreneur sebagai venue pernikahannya. Menurut Iku, Ciputra Artpreneur memiliki bentuk yang unik sehingga tidak memerlukan dekorasi yang berlebihan. Ciputra Artpreneur memiliki dinding full kaca yang menghadap ke kota, sehingga para tamu bisa melihat city lights Jakarta pada malam hari.

Bicara mengenai dekor, Iku memilih tema rustic dengan warna-warna cerah, seperti biru muda, hijau, dan putih untuk dekorasi akad nikah. Sedangkan untuk resepsi, Iku memilih warna burgundy atau maroon yang dipadukan warna hijau daun dan kayu. Karena Ciputra Artpreneur memiliki dinding full kaca dengan pemandangan city lights, Iku dan Boy sengaja tidak menggunakan backdrop agar tidak menutupi pemandangan.

Tepat dua bulan sebelum hari pernikahan, Iku yang selama ini selalu menyukai setiap rancangan Renzi Lazuardi meminta Renzi pribadi untuk membuatkan wedding dress impiannya. Awalnya Iku ragu karena waktu yang terbilang singkat, namun hasil dress buatan Renzi sesuai dengan ekspektasi, bahkan melebihi ekspektasi Iku sendiri. Untuk wedding entertainment, Iku memilih band Laid This Nite. Iku pernah melihat band Laid This Nite saat perform di suatu cafe dan langsung menyukainya, “Aku langsung berpikir kalau band ini harus jadi band di hari pernikahanku!”. Walaupun full band, Laid This Nite tidak membuat kesan band yang “berisik”. Pemilihan lagu juga berkelas sehingga hari pernikahan Iku dan Boy semakin berkesan.

Top 3 vendors:

  1. MT Photoworks

Mulai dari hari tunangan, prewedding, sampai resepsi, Iku dan Boy mempercayakan MT Photoworks sebagai fotografer. “Hasilnya aku puas banget sampai ingin dipajang semuanya di kamar.”

  1. The Njonja

Menurut Iku, The Njonja sangat fleksibel dalam hal apapun. “Semua makanannya enak, good service dan serasa seperti catering hotel bintang 5 deh pokoknya!”

  1. Renzi Lazuardi

“Benar-benar sesuai ekspektasi aku, even better! Detail dress yang keren benar-benar sesuai dengan yang aku mau yaitu simple but elegance.”

Menurut Iku, hal yang paling berkesan di hari pernikahannya adalah saat surprise game dari WO, yaitu The Shoe Game. Iku memang meminta WO untuk menyiapkan waktu dimana Iku dan Boy dapat mingle bersama para tamu. Tidak lama setelah mingle, MC menyuruh Iku dan Boy untuk duduk di kursi yang telah disiapkan lalu memulai game dengan menjawab pertanyaan demi pertanyaan. Momen lain yang berkesan adalah saat Iku dan bridesmaids menyanyi dan menari sambil menikmati iringan lagu dari Laid This Nite.

Tips untuk para brides-to-be:

“Dalam memilih vendor, calon pengantin harus mengikuti kata hati masing-masing. Jangan ikutin apa kata orang, dan juga harus mempersiapkan semuanya se-matang mungkin. Jangan sampai menyesal karena ini adalah momen sekali seumur hidup yang tidak bisa terulang. So, goodluck on your preparation!”

×