Pernikahan Selma dan Haqy dengan Tema Fairytale

Style Guide

Venue Hall
Color Gold White

The Vendors Who Made This Happen

Jodoh memang rahasia Yang Maha Kuasa. Tidak bergantung pada lamanya masa pacaran atau seberapa besar kita mengenal seseorang. Bahkan dua orang yang baru bertemu dalam hitungan jari saja bisa berjodoh dan naik ke pelaminan. Seperti kisah Selma dan Haqy berikut ini.

Awalnya, Selma dan Haqy sama sekali tidak mengenal satu sama lain. Mereka memiliki kehidupan mereka masing-masing. Sampai suatu ketika, Selma memiliki suatu pekerjaan bersama dengan Hanum Rais, kakak Haqy. Dalam suatu perjalanan menuju ke rumah kakak Haqy, Selma sempat tersesat sampai akhirnya ada seorang lelaki yang mengetuk pintu kaca mobilnya. Selma kaget bukan kepalang bahkan ia mengira bahwa itu adalah aksi begal yang belakangan ramai dibicarakan, hehehe. “Halo, kamu Selma ya? Lagi cari rumah Mbak Hanum? Kenalin aku Haqy, adiknya. Ayo aku tunjukkan rumah kakakku,” ucap Haqy saat itu.  

Ternyata project kerjasama antara Hanum dan Selma juga melibatkan Haqi di dalamnya. Selama dua hari sejak pertemuan pertama mereka intens berbicara via telepon. Pembicaraan pun hanya seputar masalah kerjaan karena saat itu Selma masih memiliki pacar. Dua hari berlalu dan mereka pun bertemu kembali. Di situ Selma merasakan perilaku Haqy begitu baik kepadanya hingga Haqy mengantarnya pulang ke rumah. Namun keesokan harinya, secara mengejutkan Haqy datang ke rumah Selma. Tidak hanya kedatangannya saja yang mengejutkan, namun hal yang diutarakan Haqy juga membuat dirinya menjadi galau. “Sel, kalau aku bilang ‘aku cinta kamu’, itu jelas tidak mungkin, karena kita ketemu baru tiga kali. Tetapi di sini aku cuma mau bilang, kalau aku benar-benar stick with you.

Aku ingin menegaskan bahwa, aku menghargai pacarmu, dan aku ingin menunjukkan keseriusanku ke kamu. Aku mau, kita kenalan dulu 2 atau 3 bulan. Aku mau kamu kenal aku lebih dekat. Apabila kamu cocok, aku akan langsung lamar kamu. Aku harap kamu bisa pikirkan semua ini secara matang. Sel, hidup itu adalah pilihan. Dan disini, aku tidak main-main. Orientasiku adalah menikahi kamu,” ucap Haqy kepada Selma saat itu.

Terang saja Selma menjadi bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Di sisi lain, menikah muda adalah impian Selma sejak kecil. Singkat cerita, Selma pun berdoa dan meminta petunjuk kepada Tuhan agar diberikan petunjuk. Hingga akhirnya ia sampai pada keputusan bahwa ia menerima Haqy sebagai pendamping hidupnya.

“Tidak ada hal romantis. Tidak ada bunga, dress cantik, bahkan cincin untuk melamarku. Haqy melamarku di bawah pohon mangga, di sebuah rumah makan yang sangat sederhana di Yogyakarta. Sangat berkesan dan lucu ketika diingat,” cerita Selma tentang kisah proposal-nya.

Setelah lamaran tersebut, mereka berdua segera mempersiapkan pernikahan mereka selama kurang lebih tiga bulan. Tentu saja tiga bulan merupakan waktu yang cukup singkat dalam mempersiapkan pernikahan. Selma dan Haqy mengaku sempat kebingungan karena hampir semua gedung dan hotel full booked. “Untung saja doa kami terkabulkan, sehingga kami mendapatkan venue sesuai impian,” ucap Selma.

Tema fairy tale dengan konsep international wedding Selma pilih untuk pernikahannya karena sejak kecil dirinya ingin menjadi seorang princess saat menikah. Memang benar, saat hari H, Selma tampil menawan dengan wedding dress bernuansa gold. “Waktu itu, saya dan mama sedang iseng datang ke wedding fair di The Alana. Kemudian kami bertemu dengan owner sekaligus designer dari Verau Atelier. Saya menginisiasi wedding dress bernuansa gold tetapi sederhana. Kemudian Verau Atelier memberikan sketch dan saya langsung jatuh cinta,” kata Selma.

Semua momen yang terjadi pada pernikahannya adalah hal yang tidak terlupakan bagi Selma. Namun ada dua momen yang paling berkesan bagi Selma. “Ada salah satu rangkaian acara yang paling berkesan. Diinisiasi oleh MC, Ferry Anggara, yaitu prosesi pembacaan wedding vow oleh Haqy. Setelah itu saya menyanyikan lagu spesial untuk Haqy yang membuat suasana semakin romantis,” kenang Selma.

Menutup pembicaraan, Selma memberikan tips untuk para brides to be, “Untuk wedding dress, saya memilih untuk sewa perdana. Mengapa? Selain karena biaya yang lebih terjangkau, maintenance wedding dress setelah terpakai cukup berat, loh. Akan lebih bermanfaat apabila wedding dress yang telah didesain sesuai keinginan kita, dapat berguna juga untuk orang lain. Selain itu, sering-seringlah berkunjung ke wedding fair atau wedding expo untuk mendapatkan info vendor sebanyak mungkin,” pesan Selma.

Top 3 vendor pilihan Selma :

1. Cikaraya Catering

“Pelayanan yang sangat gesit, profesional, dan mengedepankan kebersihan. Varian makanannya pun sangat banyak. Cikaraya menghadirkan hampir 20 chef di wedding saya dan Haqy. Cikaraya sangat merajakan konsumennya.

2. Excelsior Decoration

“Saya bertemu dengan Excelsior Decoration, H – 1 bulan dari hari pernikahan saya. Rasanya hampir mustahil dekorasi impian saya dapat terwujud. Saya sempat hopeless, namun rasa itu hilang seketika Excelsior memberikan lay out dan sketch dekorasi. Pengerjaannya pun sangat rapi, saya hampir tidak menemukan imperfection dari hasil kerja Excelsior.

3. Lia Pharaoh and Jenny Subagyo

“My all time favorite MUA and Hair Do. Tidak ada makeup yang “pecah-pecah” di wajah, dan tidak ada istilah bad hair day kalau ditangani oleh mereka.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *