Pernikahan Syar’i Bertema Dome Glass Living Room ala Sheilla dan Andri

By Enya on under The Wedding

Pernikahan Syar’i Bertema Dome Glass Living Room ala Sheilla dan Andri

Style Guide

Style

International

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Sasana Kriya, TMII

Bride's Attire Kami Idea Brides

Event Styling & Decor Suryo Decor

Photography Makna Foto

Videography Makna Foto

Make Up Artist Vivi Thalib

Hair Do Vivi Thalib

Wedding Shoes Dolce & Gabbana

Catering Sonokembang Catering

Invitation Artic Invites

Wedding Organizer Amanah Syariyyah

Souvenir Minyak Zaitun Rafael

Others Mirror Sign by Pppurfect

Others Mahar Box by Fold Packaging

Others Henna by Kirei Henna Arts

Jewellery & Accessories Crown by Lavoure Bridal

Mungkin diantara kamu ada yang sedang merencanakan acara pernikahan Syar’i atau sedang bingung mencari ide konsep acara pernikahan Syar’i? Untuk membantu kamu menentukan konsep yang sesuai, mungkin artikel mengenai acara pernikahan Syar’i Sheilla dan Andri yang dimulai dengan proses Taaruf berikut bisa memberikan ide buat kamu.

“Tahapan Taaruf dimulai dari perkenalan, dilanjutkan dengan Nadzor atau melihat calon, kemudian berlanjut dengan proses Khitbah atau melamar, dan diakhiri dengan Akad Nikah,” ujar Sheilla membuka ceritanya.

Awal Maret 2017 yang lalu, Mama Sheilla tiba-tiba menghampiri Sheilla dan menyampaikan bahwa ada seorang pria yang ingin dikenalkan kepadanya. Pria tersebut merupakan adik dari kerabat teman sang Mama, dan sang Mama pun langsung menunjukkan foto pria yang bernama Andri tersebut. Bagi Sheilla, ridho orang tua adalah ridho Allah dan dalam memulai proses Taaruf ini, hal itulah yang menjadi keyakinan Sheilla. Setelah itu, Mama Sheilla mulai berkomunikasi dengan calon kakak ipar Sheilla dan berlanjut dengan proses pertukaran biodata Sheilla dan Andri di antara kedua keluarga. “Setelah melihat biodata Andri, saya hanya memohon kepada Allah untuk dimudahkan kalau memang jodoh, dan apabila bukan jodoh mohon digantikan dengan yang lebih baik,” cerita Sheilla haru.

Setelah itu pihak keluarga Sheilla menunggu kapan waktu untuk dapat melanjutkan proses Taaruf dan melakukan Nadzor atau proses melihat calon pasangan. Karena kala itu Andri bekerja di luar negeri maka keluarga harus menunggu waktu yang tepat bagi Andri untuk mendapatkan cuti agar bisa kembali ke Indonesia. Setelah 2 minggu menunggu dengan perasaan deg-degan, Sheilla akhirnya menerima kabar baik dari keluarga Andri yang menyampaikan bahwa Andri akan mengambil cuti selama 2 malam 3 hari di Indonesia.

Saat Andri berada di Indonesia, tepatnya tanggal 22 Maret 2017, bersama Ayah dan Ibunya Andri datang ke kediaman keluarga Sheilla. Saat itu, Sheilla mengaku tidak banyak berkomunikasi dengan Andri, namun kedua orang tua mereka lah yang lebih banyak berkomunikasi setelah berkenalan secara langsung. Di hari yang sama tepatnya di malam harinya, kedua orang tua Sheilla menanyakan tanggapannya dan apakah Sheilla bersedia untuk melanjutkan proses Taaruf dengan Andri. “Saya mengembalikan kepada orang tua saya karena saya yakin hati ini yang memiliki adalah Allah, yang membolak balikan pun Allah, dan saya yakin ridho orang tua adalah ridho Allah,” ujar Sheilla.

Bagi Sheilla, pernikahan merupakan perjalanan panjang yang akan dapat dilalui dengan iringan doa dan restu dari orang tua, dan tentunya dengan ridho dari Allah. Oleh karenanya, Sheilla ingin mengawali pernikahannya dengan ridho Allah, dengan menjalani perintahnya serta menjauhi larangannya.

Dua hari setelah kunjungan pertama, tepatnya tanggal 24 Maret 2017, Andri datang kembali ke kediaman keluarga Sheilla dan kali ini ia datang seorang diri, dengan langsung menyatakan bahwa ia ingin melanjutkan proses Taaruf ke tahap Khitbah atau Lamaran. Saat itu Andri lebih banyak bercerita kepada orang tua Sheilla mengenai dirinya dan pandangan serta tujuannya dalam menjalani pernikahan. Sedangkan Sheilla sendiri saat itu berada di dalam kamar karena memang ia ingin mengurangi pertemuan dengan lelaki yang belum Mahrom, atau belum sah menjadi pasangannya saat itu. Dua hari kemudian, tepatnya tanggal 26 Maret 2017, Mama Sheilla memberikan jawaban kepada Andri bahwa Sheilla dan pihak keluarga bersedia untuk melanjutkan proses Taaruf dengan proses Khitbah.

Setelah itu, kedua pihak keluarga mulai berkomunikasi lebih intens mengenai persiapan acara akad dan resepsi, namun seluruh proses komunikasi dilakukan hanya antara kedua orang tua, baik orang tua Sheilla maupun Andri. Sheilla mengaku mereka berdua tidak pernah melakukan komunikasi secara langsung maupun melalui Social Media. Mereka baru benar-benar mulai berkomunikasi dan mengobrol setelah proses akad nikah berlangsung, disaat mereka berdua sudah sah menjadi suami istri.

Dari hasil diskusi kedua keluarga, acara akad nikah dan resepsi sepakat diselenggarakan pada tanggal 24 September 2017, tepatnya 6 bulan 2 hari setelah proses Nadzor dijalankan. Acara akad dan resepsi sendiri dilakukan di hari yang sama sehingga tidak ada perubahan baik untuk busana, tata rias maupun dekorasi. Selain itu, sesuai dengan aturan Islami, dekorasi pun dibuat dengan desain dua pelaminan dan terdapat pemisah antara tamu pria dan wanita, sehingga tamu pria dan wanita tidak bercampur.

Acara dimulai dengan prosesi akad nikah dimana pihak keluarga calon mempelai wanita menyambut kedatangan calon mempelai pria dan keluarga, untuk memulai prosesi Ijab Kabul. Setelah itu, Sheilla dan Andri memasuki ruangan VIP, dimana Andri memberikan mahar secara langsung kepada Sheilla yang telah sah menjadi istrinya. Setelah itu, Andri mendoakan Sheilla sambil memegang ubun-ubun kepala Sheilla, lalu mereka berdua duduk berdampingan dan meminum air dari gelas yang sama, dan dilanjutkan dengan proses memohon doa restu kepada kedua orang tua.

Pernikahan Syar’i dijalankan dengan berpegang pada beberapa aturan yang harus dijalankan, yang sebelumnya juga telah diinformasikan kepada seluruh tamu undangan yang hadir, untuk diketahui sebelum mereka menghadiri acara pernikahan ini. Sheilla dan Andri menginginkan proses pernikahan yang murni mengikuti ajaran Islam, dengan mengikuti ajaran yang berlaku dan menghindari beberapa hal, diantaranya:

  1. Dipisahnya tamu lelaki dan tamu wanita, hal ini untuk menghidari campur baur tamu
  2. Tidak di putarkan musik pada saat acara berlangsung
  3. Pengantin wanita tidak menggunakan baju yang terlalu panjang, bulu mata palsu, tidak mencukur alis dan mencepol rambut terlalu besar atau tinggi
  4. Tidak boleh melupakan orang yang tidak mampu dan tidak diperkenankan hanya mengundang orang kaya
  5. Adanya foto-foto makhluk hidup yang di tampilkan, baik foto kedua mempelai itu sendiri
  6. Menggunakan tanggal, hari atau tahun yang dikeramatkan
  7. Melakukan adat istiadat yang tidak tertera dalam Al-Qur’an
  8. Tidak menjaga batas-batas komunikasi dari awal taaruf berlangsung

Informasi lengkap mengenai hukum-hukum pernikahan Syar’I bisa di baca di https://almanhaj.or.id/3052-kemungkaran-kemungkaran-dalam-pernikahan.html.

Saat ditanya mengenai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan pernikahan Syar’i, Sheilla bercerita bahwa tantangan yang terbesar adalah diri sendiri yang harus memasrahkan seluruh proses yang ada kepada Allah. “Menurut saya hal ini tidak mudah karena kebanyakan manusia merasa ia bisa mengontrol hidupnya sendiri,” cerita Sheilla. Menurutnya, setiap rintangan yang ada harus dihadapi dengan pikiran positif dan selalu menganggap setiap proses merupakan cobaan dari Allah untuk mengetahui keikhlasan hatinya atas pilihan yang diberikan oleh-Nya, dan menjalankan semua dengan hati yang lapang dan sabar.

Untuk konsep dekorasi yang diangkat, Sheilla terinspirasi oleh konsep Dome Glass Living Room yang khas menyerupai ruang keluarga beratap dan bertembok kaca sehingga kita bisa melihat pemandangan hijau. Warna yang dipilih adalah warna putih dan hijau, terinspirasi oleh putih yang melambangkan kesucian dan hijau yang menggambarkan tumbuhan, “they are growing, starting from seeds, which starts from nothing into something,” cerita Sheilla. Konsep Dome Glass Living Room ini didukung dengan adanya dekorasi bunga-bunga seperti Bunga Tulip, Anggrek dan Callalily, yang juga diterapkan pada desain undangan, pakaian pengantin sampai busana seragam keluarga. Bagi Sheilla sendiri, ia menginginkan dekorasi yang elegan, simple dan timeless, “so if I look back, I will never regret anything,” tutup Sheilla.

Untuk desain pakaian yang dikenakannya untuk acara pernikahan ini, Sheilla mengenakan pakaian dengan dekorasi mutiara dan 3D flowers, dan warna putih adalah warna yang ia pilih untuk pakaian yang dikenakannya karena ia tidak ingin menggunakan terlalu banyak warna sehingga tetap terlihat simple namun elegan. “Desain attire pernikahan dengan detail pearl dan 3D flowers membuat saya terlihat simple dan well detailed. Timeless, that’s a word to keep,” cerita Sheilla.

Dari seluruh rangkaian acara pernikahannya, Sheilla sangat bersyukur karena acara berlangsung dengan lancar, dan hal yang paling berkesan bagi Sheila dan Andri adalah ikatan emosional yang terjadi di antara mereka berdua, yaitu perasaan sebelum dan setelah proses Akad Nikah berlangsung terhadap seseorang yang belum saling kenal, bahkan hanya untuk menyapa saja juga belum pernah, benar-benar Allah yang memiliki hati kita, dan Allah pula yang memberikan rasa sayang yang ia berkahi.

Menurut Sheilla, berikut top 3 vendor yang mendukung acara pernikahannya:

  1. Suryo Décor

“Suryo Décor membantu merealisasikan apa yang saya inginkan, saya berkata kepada Suryo Décor “I want it in mostly white, it has to be elegant and not glamourous” dan mereka memberikan rangakaian dekorasi yang sangat cantik melebihi apa yang saya bayangkan. Suryo Décor juga sangat komunikatif, sehingga kita dapat menyampaikan detail apa saja yang kami inginkan untuk hadir dalam acara pernikahan.”

  1. Kami Idea Brides

“Vendor untuk Attire yang saya gunakan membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk membuat baju tersebut, karena terpotong waktu libur lebaran. Kami Idea membantu banyak dan cukup koperatif dalam proses pembuatan attire, karena saya lumayan concern dengan attire ini dengan request seperti seperti jangan terlalu ketat, kerudung yang menutupi dada, attire yang tidak terlalu panjang bahkan sampai pada peletakan details dekorasi. Alasan utama dari pemilihan Kami Idea karena saya merasa konsep bridal attire yang ia miliki cocok dengan tema yang akan saya gunakan nantinya.”

  1. Artic Invites

“Undangan yang saya bagikan kepada para tamu merupakan hasil diskusi dengan Artic Invites, alasan memilih vendor ini karena pertama, saya mendapatkan info dari vendor décor saya untuk memilih vendor undangan yang memiliki percetakan sendiri sehingga dalam proses tidak terlalu lama. Kedua, saat saya datang ke kantor Artic Invites ia memiliki design yang elegant, sehingga cocok dengan konsep yang saya inginkan. Owner pun sangat komunikatif, dan mencoba memahami details yang saya inginkan.”

 

Tidak ketinggalan Sheila juga memberikan tips untuk para brides-to-be yang sedang mempersiapkan acara pernikahan Syar’i:

“Proses Taaruf ini merupakan proses yang unik yang yang di uji adalah keyakinan kalian, seberapa yakin kalian dengan kehendak Allah. Apabila dimudahkan kita harus bersyukur, dan apabila diuji mungkin kita bisa melakukan koreksi diri karena manusia tempatnya salah. “I’m not gonna say that this journey will be happy forever, no it will not be, and there will be ups and downs”. Tapi ketika kalian jatuh, percaya saja bahwa Allah tidak akan membawa kalian menuju sesuatu kalau tidak ada maksud yang ia kehendaki. Ketika ingin menikah, sebaiknya banyak mendengarkan orang tua ketimbang diri sendiri, tanya mana yang mereka suka dan mana yang mereka tidak suka. Minta selalu doa dari mereka, agar urusan pernikahan kalian dipermudah. jangan lupa untuk banyak berdoa dan banyak meminta doa ataupun maaf kepada orang tua untuk memulai pernikahan, so you can start your new journey with purity. Dan bagi yang ragu untuk memisahkan pelaminan wanita dan pria ataupun tamu pria dan wanita, percayalah bahwa dengan dipisahnya tamu wanita dan pria keadaan acara lebih tenang, tidak riweuh, dan lebih kondusif. Kalian pun yang sudah menikah menjadi tidak risih karena tidak perlu berjabat tangan dengan pria yang belum tentu kita kenal.”