Pernikahan Tradisional di Tirtha Bali a la Ina dan Simon

Style Guide

Venue Outdoor
Color Gold

The Vendors Who Made This Happen

Bali memang merupakan salah satu tempat yang paling indah, entah untuk berlibur, bertemu jodoh, dan bahkan untuk menjadi tempat saksi mengikat janji suci.

Begitu juga dengan Ina dan Simon yang dipilih Tuhan untuk memulai ceritanya di Bali melalui pertemuan tanpa sengaja keduanya pada saat liburan di Bali pada tahun 2016 silam.

Sebagai bentuk terima kasih kepada Bali, 1,5 tahun kemudian, Ina dan Simon kembali lagi ke Bali, namun kali ini bukan lagi sebagai dua orang asing yang baru saja bertemu, namun sebagai pasangan yang akan mengikat janji sucinya.

“Kita sangat jatuh cinta dengan Tirtha, dari awal pertama Simon melamarku.”

Di Bali, Tirtha menjadi saksi spesifik dalam perjalanan keduanya. Simon memilih Tirta sebagai venue untuk melamar gadis pujaannya, dan pada saat itu juga, Ina ikut jatuh cinta kepada Tirta dan memantapkan hati untuk menikah di Tirtha.

“Tirtha sudah cukup sempurna, tak perlu banyak dekorasi.”

Dalam pernikahannya, Ina dan Simon memutuskan untuk menggunakan konsep pernikahan tradisional dengan mengenakan pakaian tradisional pula. Ina menggunakan pakaian yang dibuat oleh Monika Weber yang berhasil mewujudkan pakaian pengantin idamannya. Sama halnya dengan Simon dan keluarga yang datang dari Jerman, mereka pun juga hadir lengkap dengan mengenakan pakaian tradisional.

“Mengadakan pernikahan tradisional di Bali tidak serumit keliahatannya, terutama saat memilih Wedding Planner dan tempat yang tepat.”

Tips untuk brides to be,

“Carilah venue pernikahan yang sudah memiliki pemandagan yang indah jadi kamu bisa mengirit budget dekorasi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *