Pernikahan Unik dengan Nuansa Biru ala Edwina dan Jack

By Gregoria Elsa on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Colors

Vendor That Make This Happened

Resepsi Pernikahan

Venue Raffles Hotel Jakarta

Event Styling & Decor Flora Botanica Designs

Photography Nomina Pics

Videography Rangga Kioe

Bride's Attire Albert Yanuar

Make Up Artist Adi Adrian

Hair Do Woko S

Invitation Kkum.i

Others Design Is Yay

Wedding Cake Ivoire Cake

Souvenir Sango

Wedding Entertainment Red Velvet Entertainment

Pertemuan Wina dan Jack berawal di acara pernikahan kakak dari Edwina dimana Jack menjadi bestmannya. Tidak disangka bahwa perkenalan yang terkesan singkat tersebut terus berlanjut. Jack adalah warga negara Singapura dan Wina pada saat itu tinggal di Jakarta. Jack semula pesimis tentang hubungan jarak jauh, tetapi dengan komunikasi, kejujuran dan kepercayaan antara dia dan Wina, mereka berdua dapat mempertahankan hubungan pacaran selama 2,5 tahun.

Sampai pada suatu hari, Wina sedang merasakan stress dalam pekerjaannya. Jack mencoba untuk menghibur Wina dengan mengajaknya makan malam di sebuah restoran Jepang yang sudah lama Wina idam-idamkan. “Kami duduk, memesan makanan dan berbincang-bincang seperti biasa sambil menunggu makanan dihidangkan. Rupanya, Jack diam-diam sudah kerjasama dengan dapur dan koki restoran. Sushi bento box yang saya pesan diam-diam sudah diselipkan sebuah cincin pertunangan. Untung saja tidak tertelan ya, haha…” kenang Wina.

Wina dan Jack mempersiapkan pernikahan dalam waktu 14 bulan. Tantangan terbesar dalam melakukan persiapan ini adalah menyamakan keinginan mereka berdua dengan keluarga. Ibu dari Wina dan Jack yang sama-sama penyuka warna kemerahan agak kaget ketika diminta Wina untuk memilih gaun dengan nuansa warna biru. Wina dan Jack merasa sulitnya menyamakan selera yang berbeda. Apalagi orang tua Wina dan Jack tinggal di tempat yang berbeda sehingga seluruh pemilihan model gaun dan kain harus melalui Wina ketika dia bepergian antara Jakarta dan Singapura.

Tantangan lainnya adalah mencari souvenir yang berkesan dan berguna. Wina menganggap banyak souvenir yang diterima dari undangan rekan-rekan mereka hanya menjadi pajangan di rumah. “Kami menginginkan sesuatu yang tidak mudah rusak, sebuah benda dengan harga terjangkau yang dapat dicustom dan digunakan sehari-hari. Akhirnya setelah mencari-cari ke vendor, kami memutuskan untuk memilih teko dan cangkir,” ungkap Wina.

Acara pernikahan Wina dan Jack ini memakai tema yang diangkat sebuah dongeng terkenal berjudul “The Tale of Peter Rabbit”. Hal ini disebabkan Wina sangat menggemari buku cerita anak-anak tersebut. Wina pun mendiskusikannya dengan tim Flora Botanica Designs. “Beruntunglah ketika saya mendiskusikannya, kami mulai brainstorm dan menggali lebih lanjut mengenai inti dari dongeng Peter Rabbit. Kami lalu memutuskan untuk membuat illustrasi unik berwajah pasangan kelinci yang dirancang oleh Design is Yay. Dan beberapa stationery, packaging undangan dan souvenir kami serahkan ke Kkum.i,” tutur Wina.

Wina memilih warna dusty blue seperti pakaian Peter Rabbit untuk warna gaun yang dikenakan oleh bridesmaids dan keluarga. Pelaminan juga dibuat menyerupai Cottage House seperti yang sering muncul di buku cerita, agar suasana kekeluargaan bisa tercapai. Untuk dekorasi meja, Wina menggunakan beberapa unsur sayuran seperti tomat, selada, wortel dan umbi-umbian yang digunakan sekaligus pembagian meja untuk acara resepsi malam. “Ternyata menggunakan tema yang diangkat dari sangatlah menyenangkan untuk diadaptasikan ke tema pernikahan kami,” ujarnya.

Wina dan Jack menjalani tradisi yang paling sering diadakan dalam pernikahan Chinese dari Singapura, yaitu tradisi Yam Seng Toast. ‘Sebelum bersulang, teman-teman dan keluarga akan berkumpul bersama dan berteriak kata ‘Yaaaaaaaa….m!’ yang ditahan sepanjang mungkin selama kurang lebih 2 menit dan diakhiri dengan berteriak bersama kata ‘Seng!’

Konotasinya adalah dengan panjangnya teriakan ‘Yaaaaa…mm’ maka semakin panjang pula, umur pernikahan kedua mempelai,” jelas Wina.

Wina dan Jack sangat menyukai keju, dan mereka berdua mengidamkan Cheese Wheels Wedding Cake yang kerap kali bermunculan di Barat. Beruntung Wina bertemu dengan Olivia, owner dari Ivoire Cake karena beliau sudah lama tinggal di Australia jadi sudah sangat memahami ide Wina mengenai cheese wheels. Ditambah dengan kreativitas yang sangat tinggi, Olivia membuat design floating cake untuk aksen fun  dan whimsical, lengkap dengan ornamen rabbit garden dan hiasan buah-buah segar.

Momen yang paling berkesan menurut Wina adalah pada saat surprise performance dari Jack. “Ternyata selama 2 bulan sebelum pernikahan kami, Jack diam-diam belajar main gitar, menghafal lirik lagu, dan menyanyikan lagu berjudul “Dekat di Hati“ oleh RAN. Lagu ini dengan sempurna menggambarkan hubungan kami ketika berpacaran jarak jauh,” kisahnya.

Top 3 vendor pilihan Wina dan Jack adalah: 

1. Flora Botanica Designs

“Dekorasi oleh Flora Botanica Designs (Tania) sangat menakjubkan! Semua terlaksana dengan sangat baik dan melebihi harapan kami. Tania sangat mendukung tema yang saya inginkan dan sangat komunikatif dengan seluruh permintaan kami.

Hasilnya benar-benar membuat kami dan keluarga terkagum-kagum. Well done to Flora Botanica Designs!”

2. Rangga Kioe Film

“Kami menggunakan jasa Rangga Kioe Film dan team untuk pembuatan prewedding video dan wedding video. Rangga dan tim juga sangat ramah, seru, penuh dengan ide-ide kreatif dan yang terpenting mahir dalam tehnik pengambilan video. Kedua video sangat memuaskan dan dikemas melebihi dari harapan kami. Keluarga yang menonton sangat menyukai video liputan ini.”

3. Kkum.i

“Kami menggunakan jasa Kkum.i untuk desain undangan, kotak suvenir, hadiah untuk bridesmaids dan groomsmen, dan beberapa printables pendukung acara kami lainnya. Desainnya sangat sesuai dengan harapan kami. Pekerjaannya rapi dan sesuai jadwal. Ditambah owner yang sangat ramah. Kami sangat senang dan puas!”

Untuk para brides to be yang sedang mempersiapkan pernikahannya, Wina membagi tips berikut:

  1. Berani untuk kreatif dalam merancang tema. Menurut saya, ada banyak sekali tema unik dari cerita dongeng non-romance yang bisa diterapkan ke hari pernikahan dan dikreasikan dengan cerita romance
  2. Dan yang terpenting, remember to have fun throughout wedding planning!

 

×