Pernikahan Adat Jawa dan Palembang Acha Lukman

Perpaduan Adat Jawa dan Palembang di Pernikahan Acha & Lukman

Style Guide

Venue Hotel

The Vendors Who Made This Happen

Akad Nikah
Wedding Reception

Sebagian besar orang pasti berusaha mempersiapkan dan merencanakan prosesi melamarnya dengan sempurna dan romantis, begitu juga Lukman. Ia memutuskan untuk melamar Acha tepat di hari ulang tahun kekasihnya tersebut.

Tepatnya, di tengah malam jelang hari ulang tahun Acha, Lukman meminta Acha untuk menutup mata. Dengan iming-iming memberikan kado ulang tahun, Lukman langsung mengeluarkan kotak cincin yang dilanjutkan dengan pertanyaan seperti layaknya kebanyakan orang saat melamar. Tapi, saat sepotong kata “will you….?”, sudah dipotong oleh Acha dengan sebuah “no”. Bukan “no” karena menolak, tapi “no” karena respon kagetnya.

“Saat itu, Lukman sempat panik, dia kira aku nolak, padahal itu respon kagetku aja!” cerita Acha.

Sepulang dari lamaran romantis di tengah malam tersebut, keesokan harinya saat makan malam dengan keluarga Acha, Lukman juga sudah merencanakan untuk meminta restu kedua orang tua Acha.

“Saat makan malam, Lukman sudah kasih kode supaya aku buka pembicaraan, tapi aku diem saja sampai akhirnya dia yang membuka omongan. Sambil keringetan, dia minta izin melamar aku ke papa.” Lucunya, karena salah tingkah, Acha malah pergi ke kasir dan meninggalkan Lukman dan Papanya.

Lukman dan Acha memilih tema tradisional dengan perpaduan adat Jawa, lengkap dengan paes dan panggihnya. Mereka juga menghadirkan adat Palembang, lengkap dengan 10 terbangan atau rebana, 6 penari tanggai, 3 petugas payung tombak, dan pencak silat.

Tema pernikahan adat tradisional ala Acha dan Lukman juga semakin dipercantik dengan dekorasi gebyok jawa dengan konsep unfinished dengan warna cokelat dan dipermanis dengan bunga putih dan hijau.

Sedangkan untuk resepsi yang menggunakan adat Palembang, Acha memiliki special request  agar venue  dipenuhi bunga-bunga berwarna fuschia, merah, ungu, terakota dan kuning.

“Yang berkesan dari pernikahanku adalah saat mau ijab kabul, Lukman yang tegang, dan badannya goyang-goyang terus sampai keliatan jelas di live camera!” Terlebih lagi saat itu mereka memang benar-benar baru bertemu setelah dipingit.

Selain ketegangan suaminya tersebut, acara saat itu semakin berkesan karena penampilan Glenn Fredly. Untungnya, panggung entertainment tersebut berhadapan dengan panggung pelaminan, jadi Acha dan Lukman masih tetap bisa menikmati penampilan penyanyi favoritnya itu sambil bersalaman dengan para tamu. Satu hal lagi dari pernikahannya yang berkesan buat Acha adalah melihat hasil design undangan dan souvenir yang dibuat oleh adiknya sendiri.

Top 3 vendor:

1. Artea Organizer

“Tanpa tim Artea, mungkin acaraku jauh dari kata semulus ini. Timnya benar-benar membantu dan detail sekali terhadap semua kebutuhanku. Terlebih lagi karena aku sibuk dan tidak ada waktu untuk menyiapkan ini itu, Artea bisa menyiapkannya untuk aku dengan tepat waktu dan sesuai timeline, jadi nggak ada deh yang namanya jadi bridezilla menjelang pernikahan. Untuk buku pernikahan juga dibuat dengan detail, semua anggota keluargaku memuji Artea karena ramah dan sigap selama acara.”

2. Marlene Hariman

“Dari dulu, aku ingin banget didandani oleh Kak Marlene karena make up-nya yang flawless dan tidak mengubah wajah. Saking ngebet-nya sama Kak Marlene, aku sampai ganti tanggal pernikahan demi menyamakan jadwal dengan Kak Marlene.”

3. Le Motion

“Aku sudah mempercayakan Le Motion dari acara tunangan, pre wedding, pengajian sampai pernikahan. Aku puas banget dengan hasilnya. Mereka bisa mencairkan suasana, terlebih lagi saat aku dan Lukman masih kaku saat difoto.

Tips untuk brides to be,

“Jangan panik dan terlalu banyak berpikir saat mempersiapkan pernikahan untuk menghindari jadi bridezilla. Banyaklah berdoa supaya acara berjalan lancar. Aku dan Lukman pun tipe pasangan yang pasrah dan mempercayakan vendor. Kalau kata orang banyak pasangan yang sering adu pendapat saat menjelang pernikahan, hal tersebut sangat kebalikan dengan aku dan Lukman, kita berdua malah santai. Menurut kita, tidak ada acara yang 100% sempurna, jadi nikmati aja setiap proses dan acaranya. Saat semuanya selesai, pasti akan kangen dengan persiapannya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *