Perpaduan Adat Sunda dan Padang Ala Muthia dan Jagat

By Vonika on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Balai Sudirman

Event Styling & Decor Rich Art

Photography Le Motion Photo

Bride's Attire Elba Natassa

Make Up Artist Jasmine Lishava

Catering Dwi Tunggal Citra

Wedding Organizer By Ants

Wedding Reception

Venue Balai Sudirman

Event Styling & Decor Rich Art

Photography Le Motion

Bride's Attire Elba Natassa

Make Up Artist Jasmine Lishava

Hair Do Gadih Ranti

Catering Dwi Tunggal Citra

Groom's Attire Creativo

Invitation Kenang.Design

Wedding Organizer By Ants

Pertemuan Muthia dan Jagat memang sangat tidak terduga. Perkenalan mereka bermula ketika seorang mutual friend di tahun 2010. “Sebenarnya sejak pertemuan itu, tidak ada hal spesial yang terjadi. Cuman, kami lumayan sering bertemu. Ketika itu bertepatan dengan momen piala dunia (World Cup). Saya dan Jagat sering sekali nonton bareng dengan teman-teman lainnya. Dari situlah mulai timbul rasa yang berbeda jika saya bertemu dengan Jagat,” ujar Muthia.

Perasaan Muthia terhadap Jagat semakin hari semakin dalam. Setiap diajak bertemu dengan teman-teman lainnya dan Muthia mengetahui bahwa Jagat ikut dalam pertemuan tersebut, perasaan Muthia langsung berbunga-bunga. Hingga puncaknya ketika mereka merencanakan untuk berlibur ke Pulau Bali. Selama mempersiapkan liburan tersebut, Jagat tidak ada rencana sama sekali untuk ikut. Namun, setelah Muthia dan teman-temannya sampai di Bali, tiba-tiba Jagat memberi kabar bahwa dirinya akan menyusul mereka berlibur esok harinya. “Mendengar kabar bahwa Jagat akan menyusul, perasaan saya sangat senang sekali. Karena mulai dari situlah saya dan Jagat mulai intents ngobrol. Dari obrolan tersebut, kami mulai saling mengenai karakter satu sama lain dan ternyata banyak sekali kesamaan. Bisa dikatakan bali merupakan saksi bisu bermulanya kisah cinta saya dan Jagat,” tutur Muthia sambil tertawa.  Hingga akhirnya hubungan Jagat dan Muthia berjalan empat tahun dan memutuskan untuk mengikrarkan ke jenjang pernikahan.

Menurut Muthia, tidak ada proposal romantis yang dikeluarkan Jagat untuk melamarnya. Lamaran itu bermula ketika keduanya ingin menghadiri pernikahan sahabat dari Jagat. Satu hari sebelum keduanya menghadiri ke pernikahan sahabat Jagat, Muthia dan Jagat sedang bertengkar. Hingga hari H-nya Jagat menjemput Muthia di rumah dan mereka pun akhirnya berbaikan di perjalanan. Selama perjalanan, keduanya membahas berbagai hal, hingga tiba-tiba ditengah percakapan, Jagat bertanya kepada Muthia, “Jadi kapan kita menikah?,” dan Muthia hanya merespon, “Jangan bercanda untuk masalah seperti ini.” Namun, pernyataan Jagat tersebut sangat serius dan seketika itu juga Muthia menitikkan air mata tanda kebahagiaan. “Sebenarnya sedikit bingung kenapa harus menangis. Mungkin karena terlalu senang dan kaget,” jelas Muthia.

Persiapan pernikahan mereka memakan waktu sekitar 9 bulan. Menurut Muthia, tantangan terbesarnya dalam mempersiapkan pernikahan tersebut, yaitu menyatukan pemikran dan permintaan antara dirinya, Jagat, dan keluarga besar. “Agak sulit men-delivery keinginan saya dan Jagat khususnya kepada orang tua. Saya sering sekali bertengkar sama mama mengenai masalah kecil seputar pernikahan,” ungkap Muthia.

Muthia dan Jagat sepakat untuk menampilkan dua adat yang berbeda dalam pernikahannya. Untuk akad, keduanya memilih adat Sunda, sedangkan untuk pesta resepsi menggunakan adat Padang. Adat Sunda dipilih untuk prosesi akad nikah karena orang tua dari Jagat berlatar belakang adat Sunda dan kebetulan juga Muthia dari dulu ingin sekali menggunakan siger dan sunting di hari pernikahan. “Alhamdulillah impian saya memakai siger dan sunting terwujud,” tambah Muthia.

Untuk konsep pernikahan, Muthia dan Jagat terinspirasi dari hobi mereka, yaitu traveling. “Kami sangat menyukai alam. Bagi kami traveling bukan hanya sebagai pelepas penat saja, tetapi juga sebagai bahan refleksi kami ke depannya dan tentunya juga bisa lebih mengenal satu sama lain,” ucap Muthia. Rencana awalnya Muthia dan Jagat telah sepakat untuk menggelar pesta pernikahan dengan venue outdoor. Namun, karena ada pertimbangan dari beberapa hal, akhirnya pernikahan Muthia dan Jagat diselenggarakan di dalam gedung, tetapi detail dekorasi yang ditampilkan tetap menggunakan elemen-elemen outdoor, seperti dedaunan, pepohonan, dan beberapa elemen tambahan lainnya.

Pesta pernikahan Muthia dan Jagat sangat didominasi oleh warna hijau tua, yaitu terdapat pada dekorasi pelaminan dan busana pengantinnya. Hal tersebut sangat contrast sekali dengan adat Padang yang mereka pakai. Karena biasanya adat Padang sangat identik dengan warna merah dan gold, tetapi Muthia dan Jagat ingin mengubah statement yang ada. Bagi keduanya warna hijau bukan hanya melambangkan unsur alam, akan tetapi juga melambangkan simbol keteduhan, kemandirian, kematangan, serta kebebasan. Selain warna hijau, warna peach, putih dan merah juga tampak hadir sebagai pemanis. “Konsep dari dekorasi 90% ide dari Jagat. Saya hanya membantu sedikit karena Jagat bekerja di bidang design, dan dia memiliki banyak ide-ide yang sangat kreatif dalam menentukan konsep. Sehingga saya sangat percaya dengannya,” jelas Muthia.

Bagi Muthia dan Jagat, seluruh momen yang pernah mereka jalankan di dalam sebuah pernikahan sangat sulit untuk dilupakan, meskipun momen tersebut tidak ada yang spesial. Akan tetapi, semua momen tersebut meninggal bekas dan hingga saat ini masih mereka kenang sebagai sejarah baru di hidup keduanya.

Jika, pesta pernikahan kamu ingin seperti Muthia dan Jagat, mereka juga share loh tiga vendor favoritnya, brides.

Jasmine Lishava

Suka sekali sama hasil make up-nya. Tidak sedikit yang memuji bahwa penampilan saya sangat manglingin.”

Kenang Design

Very fast response and easy to communicate. Saya sangat merekomendasikan vendor yang satu ini kepada kalian para bride-to-be,”

Elba Natassa

“Elba Natassa memasang harga yang sangat affordable dengan kualitas yang sangat bagus. Saya sangat puas dengan hasil kerjanya.”

Sebagai penutup, Muthia dan Jagat juga ingin memberikan tips kepada para pembaca The Bride Dept dalam mempersiapkan pernikahan.

Pertama, jangan pernah merasa tidak enak untuk mengingatkan mengenai detail-detail seputar pernikahan kita kepada vendor! Pasti akan kesal sekali ketika ada beberapa hal yang salah/terlupakan.

Dan yang kedua, jangan terlalu cemas dalam persiapan pernikahan karena yang paling penting dalam sebuah pernikahan adalah hari-hari yang harus dijalani bersama pasangan setelah akad nikah dan resepsi pernikahan.

×