Perpaduan Adat Sunda dan Palembang Modern di Pernikahan Indira dan Maudi

By Renya Nuringtyas on under The Wedding

Perpaduan Adat Sunda dan Palembang Modern di Pernikahan Indira dan Maudi di Pondok Indah Wedding Hall Ballroom

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Masih ingat dengan cerita lamaran Indira dan Maudi yang dilangsungkan di Wyl’s Kitchen? Pasangan ini “cinlok” saat keduanya sedang mengikuti ajang Abang None 2017. Sejak itu, keduanya mulai dekat sampai akhirnya memutuskan untuk menikah. Mari kita simak cerita pernikahan Indira dan Maudi!

Tepat tanggal 20 Oktober 2017, di momen hari ulang tahun Indira, Maudi memberikan cincin dan melamar Indira di Toodz House yang merupakan café favorit mereka berdua. Empat hari setelahnya Maudi langsung meminta izin kepada kedua orang tua Indira, dan mereka pun langsung mulai memulai proses persiapan pernikahan yang dimulai dengan acara pertunangan pada tanggal 4 Februari 2018 dan memutuskan untuk menyelenggarakan acara pernikahan pada tanggal 1 Juli 2018.

Aku benar-benar tidak pernah menyangka bisa jadian sama Maudi, tidak pernah terbayang akan dapat pasangan dari Abang None, menemukan teman seumur hidupku dan menjadikan dia sebagai calon suamiku. Dari situ aku tahu bahwa hidup itu penuh dengan kejutan dan aku bersyukur karena diberikan kejutan yang sangat menyenangkan dari Allah SWT,” cerita Indira haru.

Persiapan acara pernikahan dilakukan selama kurang lebih 7 bulan, dan hal pertama yang dilakukan oleh Indira adalah memilih venue. Pondok Indah Golf Gallery dipilih setelah mempertimbangkan beberapa hal; yang pertama karena lokasinya yang tepat di tengah-tengah lokasi rumah keluarga Indira dan Maudi, dan juga karena sebagian besar tamu bertempat tinggal di wilayah Jakarta Selatan, jadi mereka tidak perlu jauh-jauh untuk menuju ke lokasi pernikahan. Kedua, karena venue ini dikelola oleh Sampoerna dan memiliki daftar vendor yang terpercaya, jadi Indira tidak perlu repot memilih vendor satu persatu karena semua sudah disediakan dalam bentuk paket. Ketiga, Ibu Yanti yang merupakan PIC Pondok Indah Golf Gallery sangat helpful mulai dari proses pemilihan vendor sampai dengan hari-H. Keempat, venue ini sudah memiliki desain yang cantik dan mewah jadi tidak perlu dekorasi yang terlalu banyak. Ukurannya pun sangat pas untuk mengakomodir jumlah tamu yang diundang. Kelima, dalam sehari hanya ada 1 acara pernikahan jadi tidak perlu terburu-buru melakukan persiapan dan parkirannya juga luas karena terhubung dengan gedung PIM 3. Dan yang terakhir, mereka bisa sambil bernostalgia karena mereka sering jalan-jalan ke PIM sejak pacaran.

Akad Nikah

Prosesi akad nikah diselenggarakan di depan pelaminan pada pukul 14.00 – 16.00 WIB dengan mengangkat adat Sunda. Indira terlihat sangat cantik mengenakan kebaya perpaduan warna broken white dan peach. Ia sengaja memilih bahan dengan motif yang rapat agar tidak perlu menggunakan kain tile terlalu banyak. Ia juga memilih desain kebaya dengan ekor yang berhiaskan taburan mutiara dan beads bernada senada dengan warna kebaya yang dikenakannya. “Aku memilih kebaya dengan ekor karena aku ingin menjadi pincess sehari di hari pernikahanku,” ujar Indira. Maudi mengenakan beskap Sunda rancangan Vienna Gallery yang berwarna senada dengan kebaya yang dikenakan Indira untuk prosesi ini. Sedangkan untuk aksesoris, Indira memilih aksesoris berwarna silver yang dipadukan dengan warna champagne untuk menonjolkan kesan elegan.

Rangkaian prosesi akad nikah diakhiri dengan prosesi adat Sunda diantaranya Saweran, Meuleum Harupat, dan Nincak Endog. Setelah itu mereka langsung mulai persiapan acara resepsi yang di mulai pada pukul 19.00 WIB di hari dan lokasi yang sama.

Resepsi

Konsep yang diangkat untuk acara resepsi adalah Palembang Modern dengan dominasi warna champagne dan broken white. Kedua pengantin mengenakan baju kurung dan beskap berwarna burgundy yang sengaja dipilih oleh Indira untuk mengangkat kesan berbeda dari pakaian adat Palembang biasanya yaitu merah atau maroon. Untuk pakaian yang dikenakannya saat acara resepsi, Indira juga menambahkan ekor untuk membuatnya merasa seperti princess selama sehari, sama seperti kebaya yang dikenakannya saat prosesi akad nikah. Vienna Gallery menyanggupi permintaan dari Indira ini dan berhasil membuat gaun dengan desain yang sangat cantik dengan bahan yang tipis dan nyaman, tidak panas dan sangat mengikuti bentuk badan Indira. “Bagus banget bajunya, terutama untuk wanita berhijab,” cerita Indira.

Tepat pukul 19.00 WIB acara resepsi dimulai. Rangkaian acara dimulai dengan kirab yang dibarengi oleh penampilan Indira menarikan Tarian Pagar Pengantin. Ditengah-tengah acara, Maudi tiba-tiba memberikan kejutan dengan menyanyikan lagi kesukaan mereka berdua yaitu “Let’s Get Together – Al Green” di atas pelaminan. “aku benar-benar salting tapi seneng,” ujar Indira. Setelah itu Maudi juga berduet dengan sang Mama karena memang kebetulan keluarga Maudi memang mahir dalam bernyanyi. Tidak cukup itu saja, Maudi juga memberikan surprise lainnya yaitu penampilan Flashmob Nandak Ondel-ondel yang Maudi tampilkan bersama dengan sahabat Abang None mereka yang berlanjut dengan pemberian piala bergilir kepada Indira dan Maudi oleh para sahabatnya. “Aku seneeeeng banget karena acara berakhir dengan sangat memuaskan,” cerita Indira haru.

Persiapan yang dilakukan selama 7 bulan tentunya bukan tanpa halangan dan tantangan. Indira mengaku kalau ia dan Maudi harus benar-benar mengatur waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya ditengah kegiatan mereka yang juga padat, diantaranya kegiatan Abang None dan kegiatan pekerjaan mereka masing-masing. Selain itu, karena mereka berdua sama-sama anak tertua di keluarga yang belum punya pengalaman mempersiapkan acara pernikahan, mereka jadi sedikit meraba-raba dalam hal pemilihan vendor, pengaturan waktu, dan detail lainnya. “Tapi Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar,” tutup Indira.

Kelancaran acara pernikahannya juga tidak lepas dari dukungan dan bantuan para vendor. Indira pun memilih top 3 vendor yang menurutnya paling helpful dan memberikan pelayanan yang sangat baik:

  1. Hepidavid

“Make-upnya sangat sesuai dengan keinginanku, Mba Hepi juga ‘gercep’ saat momen Istidzah (meminta izin orang tua) saat aku menangis Mba Hepi langsung datang dari ruang make-up untuk membantu, baik banget!”

  1. Vienna Gallery

“Bajunya bagus banget karena desainnya menggunakan ekor sesuai dengan ideku, aksesorisnya juga terjaga dan pemakaiannya sangat rapi seperti saat memakaikan kain, suntiang, siger serta hijabku. Busana Maudi dan keluarga inti kami juga rapi dan mewah termasuk beskap, kain, dan songketnya.”

  1. Dwi Tunggal Citra Catering (DTC)

“Sesuai dengan ekspektasi kami. Rasanya enak banget dan sesuai dengan jumlah tamu yang datang, semua puas dengan DTC.”

Sedangkan untuk momen yang paling berkesan, menurut Indira ada tiga momen yang paling berkesan dan akan selalu dikenang olehnya:

  • Momen saat Maudi menyanyikan lagu kesukaan mereka berdua “Lets stay Together-Al Green” karena jadi terkesan seperti acara Pentas Seni di atas pelaminan dimana semua tamu ikut bernyanyi dan ikut berbahagia dengan fokus pada kedua pengantin.
  • Momen saat Abang None Jakarta dan para juri yang hadir beramai-ramai mempersembahkan Flashmob Ondel-ondel yang sangat berkesan untuk Indira, untuk seluruh keluarga dan para tamu undangan. “Seneng bangeeeet karena tidak menyangka akan diberikan persembahan oleh teman-teman kesayanganku,” ujar Indira.
  • Saat Indira menari tarian Pagar Pengantin, karena menampilkan budaya Palembang yang sangat kental, ditambah dengan momen dimana sekali dalam seumur hidup Indira bisa menarikan tarian tersebut, karena memang dikhususkan untuk ditampilkan oleh pengantin.

Tidak ketinggalan Indira juga memberikan tips buat kamu, brides-to-be yang sedang mempersiapkan acara pernikahan:

  1. “Jika ingin memberikan undangan ke orang kamu inginkan untuk hadir, pastikan kamu juga chat secara individual ke mereka. Tawarkan mereka apakah mau dikirimkan undangan digital atau hardcopy. Menurut orang hal ini mungkin terkesan sepele tapi aku merasa ini penting banget karena ternyata tamu yang aku undang 90% hadir, bahkan yang tinggal di luar kota dan yang awalnya aku pikir tidak mungkin hadir ternyata hadir. Alhamdulillah seneng banget.”
  2. “Pilih make-up yang sesuai dengan karakter dan image yang ingin kamu bangun di acara pernikahan kamu. Tidak perlu memaksakan dan tidak perlu berlebihan karena nanti malah tidak sesuai dengan kita karakter kita.”
  3. “Untuk orang yang suka acara pernikahan dengan menjalankan seluruh rangkaian prosesinya, aku sarankan untuk menampilkan tarian, nyanyian atau persembahan karena itu bisa menjadi hal yang memorable untuk diingat saat kita tua nanti, jadi acara tidak hanya berisi formalitas salaman saja.”
  4. “Pilih lokasi strategis dan sesuaikan dengan jam-jam macet, untuk mempermudah tamu menuju ke venue.”
  5. “Karena aku ingin acara pernikahanku fokus pada pelaminan, aku pilih ballroom yang sesuai dengan kapasitas undangan jadi tidak terpencar-pencar. Karena menurutku tujuan datang ke pernikahan seseorang adalah untuk menghormati Pemangku Hajat dan bukan untuk hal lainJ.”
×