Perpaduan Cantik Adat Jawa, Betawi dan Makassar di Rangkaian Acara Pernikahan Nesya dan Ical

By Renya Nuringtyas on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue The Sultan Hotel & Residence

Event Styling & Decor Griyo Palastri Decoration

Photography Venema Pictures

Make Up Artist Rozana Julani

Hair Do Ambar Paes

Bride's Attire Myrna Myura

Groom's Attire Sundjojo

Wedding Reception

Venue The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place

Event Styling & Decor Meriah Decor

Photography https://www.instagram.com/venemapictures/

Make Up Artist Marlene Hariman

Hair Do Daeng Aseng

Bride's Attire BIYAN

Groom's Attire Afuk

Nesya dan Ical pertama kali berkenalan di tahun 2010 saat mereka masih sama-sama masih kuliah S1. Setahun berikutnya, mereka mulai sering ngobrol membahas banyak hal, termasuk mengenai pribadi masing-masing, yang membuat mereka semakin mengenal satu sama lain. Tidak disangka ternyata mereka memiliki banyak kecocokan dan akhirnya memutuskan untuk berpacaran setahun kemudian, tepatnya di tahun 2012. 

Hubungan yang dijalani oleh Nesya dan Ical tidak selalu berjalan mulus tanpa hambatan, karena selama mereka pacaran, hubungan mereka juga sempat diwarnai oleh hubungan LDR yang cukup lama, terlebih dengan jarak yang juga bisa dibilang jauh dan berubah-ubah. Mulai dari LDR antara Jakarta – Australia, Australia – Belanda, Belanda – Jakarta, sampai akhirnya mereka berdua sama-sama kembali ke Jakarta for good

Perkenalan singkat karena mutual friends di kampus itu awalnya sempat membuat Nesya enggan pacaran dengan Ical karena sebenarnya ia tidak ingin menjalani hubungan LDR. Namun kegigihan Ical mendekati Nesya ternyata berbuah manis. Mereka akhirnya jadian, pacaran selama tujuh tahun dengan semua suka duka yang dijalani bersama, sampai akhirnya mereka sampai di titik untuk memulai kehidupan baru bersama dengan menggelar acara pernikahan meriah yang baru-baru ini diselenggarakan di The Ritz-Carlton SCBD, Jakarta.

Acara pernikahan Nesya dan Ical mengangkat tema budaya Indonesia dengan highlight kekayaan adat dan budaya dari tiga daerah di Indonesia yaitu Jawa, Betawi dan Makassar. Ketiga daerah itu dipilih untuk mewakili latar belakang keluarga mereka masing-masing. Acara pernikahan Nesya dan Ical diselenggarakan selama dua hari dengan tiga acara utama yang diawali dengan prosesi Akad Nikah, dilanjutkan dengan prosesi Ngunduh Mantu, dan diakhiri dengan acara Resepsi yang menjadi penutup yang sempurna dari rangkaian acara pernikahan mereka.

Prosesi Akad Nikah dilangsungkan dengan mengangkat adat Jawa Solo dengan venue yang dihiasi berbagai dekorasi bunga berwarna pastel dan putih. Dekorasi ruangan juga terlihat sangat cantik dan serasi dengan kebaya yang dikenakan oleh Nesya dan beskap yang dikenakan oleh Ical dengan warna senada. Setelah prosesi Akad Nikah, acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi Ngunduh Mantu yang diselenggarakan dengan menggunakan adat Betawi yang didominasi oleh nuansa warna merah, senada dengan kebaya khas Betawi yang dikenakan oleh Nesya. 

Acara Resepsi pernikahan digelar keesokan harinya dengan menggunakan adat Makassar yang merupakan kampung halaman keluarga Ical. Dekorasi pelaminannya dibuat khusus dengan ornamen khas Makassar yang dipadukan dengan elemen modern. Ada satu hal yang menarik dari dekorasi pelaminan acara Resepsi ini, yaitu bentuknya yang dibuat menyerupai kapal Phinisi yang merupakan legenda kejayaan maritim Indonesia, yang memang berasal dari Makassar. Keseluruhan dekorasi pelaminan tampak sangat cantik dan mewah, terlebih dengan berbagai jenis bunga yang mempercantik pelaminan dengan tema rustic tersebut.

Dalam mempersiapkan acara pernikahan ini, Nesya mengaku tantangan terberatnya adalah waktu karena Nesya dan Ical sama-sama bekerja, plus Nesya pun sedang menjalani kuliah S2 jadi waktu yang bisa ia sisihkan untuk mempersiapkan acara pernikahannya sangat terbatas. Selain itu, acara yang diselenggarakan selama dua hari ini dibantu oleh vendor yang berbeda-beda, sehingga proses kordinasi sedikit sulit untuk dilakukan. Namun Nesya mengaku semua proses ia jalani dengan niat yang baik, sampai akhirnya seluruh rangkaian acara pernikahan mulai dari Akad Nikah, Ngunduh Mantu sampai acara Resepsi berjalan dengan sangat lancar dan sakral, penuh dengan suasana adat, dan dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat. 

Menurut Nesya, momen yang paling berkesan dari seluruh rangkaian acara pernikahan ini adalah momen Akad Nikah. “Selama ini biasanya aku hanya melihat orang lain menjalani proses tersebut dan selalu ada perasaan sedikit bosan. Namun saat aku menjalani sendiri, ternyata aku sangat suka dengan semua prosesnya, termasuk prosesi adatnya,” kenangnya.

 

Top 3 vendor pernikahan Nesya dan Ical:

1. Venema Pictures

“Semua crew-nya baik dan sangat pengertian. Bisa tahu apa yang kami inginkan terutama dalam hal pengambilan gambar sehingga kami puas sekali dengan foto-fotonya.”

2. Bigson Enterprise (WO Akad Nikah) dan Emil Mke (WO Resepsi)

“Kedua vendor ini bekerja sangat professional dan sangat membantu kami yang sibuk. Tiba-tiba semua sudah beres karena diurus oleh mereka.”

3. Myrna Myura

“Baik bangeet dan sangat humoris. Aku selalu suka dengan karya-karyanya.”