Perpaduan Jawa dan Batak di Acara Lamaran Marsha & Aiz

By NSCHY on under The Engagement

Perpaduan Jawa dan Batak di Acara Lamaran Marsha & Aiz

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Event Styling & Decor Sentrabunga

Photography The Potomoto

Make Up Artist Beauty by Kalza

Hair Do Beauty by Kalza

Catering Akasya Catering & Co.

Bride's Attire Lace by Artkea

Wedding Organizer Pranatacara

“Aku adalah tipe orang yang cek dan ricek dulu sebelum setuju dikenalkan dengan seseorang, begitu juga Aiz. Saat itu, kita sama-sama setuju. Aiz mengajak aku bertemu pas satu hari sebelum aku berangkat Umroh.” cerita Marsha.

Setelah pertemuan pertamanya yang direncanakan oleh sahabat Marsha dan adik Aiz, Marsha dan Aiz menjalani masa pendekatan jarak jauh karena Marsha masih berada di Mekkah. Dengan hanya berkomunikasi lewat chatting, keduanya merasa menemukan chemistry dan kecocokan dalam berbagai hal.

“Sehari setelah aku pulang, Aiz ke rumahku untuk kedua kalinya. Setelah beberapa kali, Aiz mengutarakan maksud dan tujuannya atas hubungan ini, dan dia juga menanyakan keseriusanku,” cerita Marsha.

Setelah Lebaran, Aiz memutuskan untuk melamar Marsha dan bertemu dengan orang tuanya. Awalnya, ayah Marsha memang sempat ragu karena waktu perkenalan mereka yang masih singkat, kurang dari dua bulan lebih tepatnya. Namun, semuanya berjalan lancar, dari pertemuan keluarga, sampai menentukan tanggal lamaran.

“Kata orang, Aiz tidak romantis. Dia jaim di depan orang, tapi sekarang dia beda. Aku juga kebetulan tidak mengambil pusing soal keromantisan, jadi itu bukanlah masalah buatku. Aku bahagia. Walaupun tidak romantis, tapi aku merasakan hubungan yang manis dan menyenangkan. Aiz juga memberikan keyakinan, dan itu juga yang mungkin membuatku tidak mementingkan soal proposal romantis ala film drama,” cerita Marsha.

Proposal romantis yang diberikan oleh Aiz ke Marsha memang beda dan tanpa persiapan seperti kebanyakan pasangan. Satu jam sebelum Aiz bertemu orang tua Marsha, dia mengungkapkan, “sayang, sebelum aku ketemu sama papi mami, aku ingin tanya serius. InshaAllah, ini akan menjadi pertama dan terakhir kali dan satu-satunya di hidup kita. Kamu mau nikah sama aku, bangun tidur, sampai tidur lagi, ketemu aku lagi?” yang cukup membuat Marsha kaget dan memberikan jawaban “ya”.

Rangkaian lamaran berjalan dengan lancar, hikmat dan kental dengan perpaduan kedua budaya: Jawa dan Batak. Rangkaian acara dimulai dari penyambutan keluarga, penyerahan seserahan, perkenalan keluarga, sampai tukar cincin, prosesi memakan ketan unti, dan acara ramah tamah. Prosesi makan ketan unti merupakan salah satu prosesi adat Batak, Tapanuli Selatan. Dalam prosesi ini, ketan putih diberikan kelapa parut di atasnya yang sudah dibumbui gula merah dan dibagikan serta dimakan oleh seluruh keluarga dan tamu undangan.

“Setelah acara, aku dan keluarga juga memberikan kejutan ulang tahun untuk calon suamiku tercinta,” cerita Marsha.

Top vendors:

1. Pranatacara

“Aku dan keluarga memutuskan untuk menggunakan jasa wedding planner untuk seluruh rangkaian lamaran sampai pernikahan karena orang tuaku super sibuk, jadi aku sendiri yang harus mencari informasi dan mempersiapkan semuanya. Sampai saat itu, aku puas dengan jasa Pranatacara, semua keluh kesah dan printilan bisa mereka provide dengan baik. Aku suka diskusi dengan mereka, bahkan sering kangen dan ingin meeting terus. Awalnya, aku memang sempat ragu menggunakan jasa WO untuk lamaran, aku pikir aku bisa menyelesaikan semuanya sendiri. Tapi mungkin, kalau tidak ada mereka, deg-deganku bisa 1000 kali lipat untuk mengurus ini dan itu, apalagi di hari H.”

2. Sentra Bunga

Good job! Satu kata itu yang bisa aku kasih ke vendor ini. Jujur, aku sepuas itu dengan hasilnya, dan on time juga. Owner-nya menanyakan keinginanku sejak awal, dan ia pun bersedia stand by sampai semuanya selesai, itu yang membuatku memberikan poin plus untuk aku yang perfeksionis.”

3. Akasya

“Yang ini tidak perlu dijabarkan panjang lebar lagi! Menu-menunya enak, jadi langganan keluargaku di setiap acara. Aku ngga mau coba yang lain!”

4. Lace by Artkea

“Favoritku! Sejak awal, aku memang sudah tertarik dengan Artkea, sampai akhirnya aku tau kalau ternyata Artkea masih saudaraan dengan keluarga calon suamiku. Alhasil, aku dan keluarga semakin mantap mempercayakan semuanya kepada Artkea, khususnya untuk momen pentingku dan keluarga sampai sekarang. Servisnya memuaskan, dan tokonya juga membuatku nyaman dan betah sampai lupa waktu. Malah membuatku jadi memborong!”

Tips untuk brides to be:

“Rangkaian acara lamaran merupakan salah satu momen penting dan inshaAllah menjadi momen sekali seumur hidup. Tentu, semua pasangan akan berusaha memberikan yang terbaik untuk setiap persiapannya, termasuk vendor yang dipilih. Akan ada banyak isu mengenai tiap vendor, oleh karena itu, selain harus banyak riset dan cari informasi sedetail mungkin, carilah vendor yang juga ditangani atau dikerjakan langsung oleh owner-nya. Ini akan membantu dalam pengambilan keputusan yang cepat dan deliver request kita yang tepat. Ini dapat meminimalisir kesalahan dan miskomunikasi antara vendor dan klien.

Persiapan yang matang dan mengandalkan vendor yang tepat dapat membantu kita lebih tenang, apalagi menjelang hari H. Prinsip ini bisa menghindari bridezilla syndrome untuk selanjutnya. Yang terpenting, buat acara sesuai dengan yang kamu dan pasangan inginkan. Saling pengertian, dukung satu sama lain, dan buatlah keputusan yang adil di setiap pertimbangan Jangan khawatir, keluarga dan sahabat akan selalu mendukung.”

×