Nikki Vano Sunda Batak Jawa Thamrin Nine Ballroom

Perpaduan Pernikahan Adat Sunda dan Batak ala Nikki dan Vano

Style Guide

Venue Hall
Color Gold White

The Vendors Who Made This Happen

Akad Nikah & Wedding Reception

Memilih venue pernikahan adalah salah satu keputusan penting dalam persiapan pernikahan. Banyak pertimbangan yang dipikirkan oleh para brides saat memilih venue, antara lain kapasitas, budget dan lokasi.  Untuk masalah terakhir ini, Nikki dan Vano cukup berani memilih Thamrin Nine yang berlokasi di daerah Sudirman, tepat di saat car free day.

“Meski banyak yang mempertanyakan mengenai pilihan kita, tapi aku dan Vano punya alasan untuk tetap yakin dengan pilihan kita dan sudah pasrah kalau memang banyak tamu yang berhalangan hadir karena alasan tersebut. Tapi alhamdulillah, tamu yang datang dan mendoakan luar biasa banyak.”

Untuk konsep dan tema pernikahannya, Nikki dan Vano mengkombinasikan unsur tradisional dan unsur modern. Dalam pernikahannya ini, ada unsur Jawa Barat perpaduan Sumatera Utara. Alhasil, lahirlah adat Siger Sunda untuk akad dan Dulang Mandailing untuk acara resepsi. Selain itu, di acara siraman H-2, terseliplah adat Jawa. Ukiran adat Batak pun juga terlihat dari pelaminan yang menggunakan dominasi perpaduan warna putih dan krem.

Pakaian pengantin Nikki dan Vano pun juga dilengkapi dengan pakaian tradisional, namun untuk memberikan sentuhan modern, keduanya memilih live band yang menyajikan lagu-lagu modern, seperti I Feel It Coming dari The Weekend.

“Kita memilih lagu itu untuk membuktikan bahwa kita harus bisa beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa menghilangkan akar budaya masing-masing. Alhasil, karena kita enjoy, aku dan Vano jadi ikutan menari karena terbawa suasana.”

Buat Nikki dan Vano, momen saat para bridesmaid dan bestmen sebelum mereka masuk merupakan momen yang mengharukan karena para orang-orang terdekatnya tersebut rela bangun pagi dan berangkat lebih awal untuk mencari jalan alternatif agar bisa tiba di gedung tepat waktu.

“Momen saat Kirab diiringi tarian spontan aku dan Vano serta para orang tua dan keluarga juga menjadi momen yang paling berkesan di hari tersebut. Nggak nyangka juga banyak tamu yang ikut menari setelah iring-iringan pengantin.”

Top 3 vendor:

  1. Beauty by Decha

“Mba Decha juara! Aku sangat suka riasannya yang natural namun bisa membuat cantik luar dan dalam. Teknik airbrush yang digunakannya membuat make up-ku awet dan nggak luntur kena air mata waktu akad. Mba Decha juga orangnya menyenangkan dan mengerti kapan pengantin butuh waktu untuk istirahat atau butuh diajak ngobrol untuk menghilangkan ketegangan.”

2. Memorize Photography

“Tim Adhit mampu merekam momen paling berharga di hari pengajian, siraman dan bahkan di hari pernikahan. Mereka yang on time juga membuat aku nyaman dan nggak was-was di hari H.”

3. The Rainbow Organizer

“Awalnya aku pikir keterlibatan WO di hari H tidak begitu penting, namun ternyata aku salah besar. Nggak kebayang kalau nggak ada Mba Galih, Mas Dika dan tim di hari itu, dari memastikan aku dan Vano bangun tepat waktu, sampai kesigapan mereka yang menyiapkan amplop untuk penghulu.”

Tips untuk brides to be,

“Tips untuk tidak jadi bridezilla adalah berdoa dan pasrah. Mendekati hari H, pasti akan jadi lebih sering deg-degan. Ada momen di mana saat aku pulang kerja dan masuk rumah, rasanya aku mau berangkat kerja lagi untuk menyiasati pikiran khawatir akan kekurangan ini dan itu. Tapi, semua perasaan tersebut lama-lama hilang dengan sendirinya saat kita pasrahkah semuanya kepada Tuhan. Percayalah bahwa calonmu dan keluarganya ini adalah orang-orang yang Tuhan kirim untukmu dan ini sudah diatur sedemikian rupa, jadi kalau memang ada yang belum sesuai, berarti itu yang terbaik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *