Personalized Wedding at Bidakara Hotel

By Friska R. on under The Wedding

the bride dept wedding bidakara tisia ferry bidakara imelda hudiyono gpib imanuel

Style Guide

Style

International

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Holy Matrimony

Venue GPIB Immanuel

Event Styling & Decor Ideas Jakarta

Photography Le Motion Photo

Bride's Attire Imelda Hudiyono

Make Up Artist Priscilla Myrna

Groom's Attire Brillington Brothers

Others Signage - CforCalligraphy

Wedding Reception

Venue Bidakara

Event Styling & Decor MWangi Decor

Photography Le Motion Photo

Bride's Attire Imelda Hudiyono

Make Up Artist Jeinita Ante (Family)

Groom's Attire Brillington Brothers

Others Bouquet - Atelier Fleuri

“It’s a dream come true bahwa kami bisa menikah di GPIB Immanuel! Orang tua ku menikah di sana 31 tahun lalu. Surprisingly gedungnya masih sangat cantik dan memberikan kesan klasik,” jawaban Tisia ketika ditanya mengenai venue pernikahannya.

Cerita antara Tisia dan Ferry berawal dari “cinta monyet” pada waktu kelas 3 SMP di Santa Ursula BSD. Karena keduanya memilih SMA yang berbeda, maka mereka pun memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan. Walaupun begitu, mereka masih tetap berkomunikasi at least setahun sekali. Pada tahun 2009, tiba-tiba mereka bertemu di sebuah acara kampus. Singkat cerita, Tisia dan Ferry pun memutuskan untuk berpacaran lagi. “Entah kenapa, I have always known it was him!” ujar Tisia.

Mereka berpacaran selama 5.5 tahun sebelum menikah. Pada anniversary yang ke-5, Ferry pun melamar Tisia dengan mengajaknya makan malam. Pada saat dessert, ternyata Ferry sudah memesan cheese cake, makanan favorit Tisia. Ketika cheese cake tersebut dihidangkan, ternyata sudah ada tulisan “Will You Marry Me?” dan juga cincin.

Dalam memilih konsep pernikahan, Tisia dan Ferry memang sudah sepakat sejak awal untuk menggunakan international style. Akan tetapi karena mereka memiliki latar belakang Batak dan Manado, mereka pun memasukkan beberapa unsur adat di prosesi pernikahan. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa mereka menghargai dan mencintai adat masing-masing. Setelah berdiskusi dengan kedua keluarga, mereka pun setuju untuk memasukkan satu unsur adat Batak dan satu unsur adat Manado. Untuk adat Batak, mereka tetap melaksanakan prosesi Mangulosi sedangkan untuk adat Manado, tetap ada Tari Lenso. Mereka sengaja memilih lagu-lagu yang bermakna kasih sayang orang tua kepada anaknya agar suasana menjadi lebih menyentuh.

Untuk resepsi-nya yang diadakan di Bidakara Hotel, Tisia sengaja memilih konsep rustic. Selain itu ia juga banyak memberikan personal touch pada pernikahannya karena ia merasa sesuatu yang personalized akan membuat wedding yang cukup besar terasa hangat dan intimate. Oleh karena itu, Tisia pun secara khusus menulis wedding vow-nya dalam bentuk tulisan calligraphy. Pada awalnya Tisia hanya ingin memesan dari Chia (@cforcalligraphy) akan tetapi Chia pun menyarankan Tisia untuk menulis sendiri agar bisa merasakan kalimat-kalimat yang ditulis. Lucunya, Tisia malah terharu pada saat menulis sendiri.

Elemen lainnya yang sangat unik pada pernikahan Tisia dan Ferry adalah wedding cake-nya yang terdiri dari beberapa cupcakes. Mereka sengaja memilih cupcakes karena mereka memang menginginkan sesuatu yang berbeda dari yang lainnya. Alasan lainnya adalah cupcakes lebih mudah dibagikan ke keluarga hehe.

Tidak hanya itu, Tisia pun membagi teman-temannya menjadi maid of honor dan bridesmaids. Maid of Honor dipercayakan kepada teman-teman SMA-nya, sedangkan tugas bridesmaids didelegasikan kepada sahabat kuliah, kantor, dan teman-temannya Ferry. To make it even more unique, all of them are lawyers! Tisia sangat bersyukur karena teman-teman terdekatnya sangat kooperatif, mereka sangat membantu Tisia dalam mempersiapkan pernikahannya di tengah kesibukan mereka sebagai lawyer. At least seminggu sekali mereka bertemu dan membahas apa yang harus dilakukan.

“The most memorable thing about my wedding is the vibe! It feels like a dream to have a day di mana saya dan suami merasa benar-benar disayang oleh semua orang, tak terkecuali keluarga, sahabat, termasuk tamu-tamu orang tua yang mungkin tidak begitu kami kenal. Kami merasa our wedding day is purely God’s grace karena tanggal 14 Februari 2015 diramalkan menjadi hari puncak banjir di Jakarta, sementara ketika kami akan berfoto di gereja matahari muncul dengan teriknya. Selain itu, gereja yang biasa hanya dihadiri paling banyak 100 orang, kali ini ada hampir 400 orang yang datang sampai-sampai orang gereja pun kaget. It feels great to see everything was set in place. God is great!” ungkap Tisia dengan perasaan bahagia.

Tidak hanya itu, ternyata ada juga kejadian lucu yang terjadi pada saat prosesi Mangulosi di Gereja. Mereka memang sengaja memilih lagu yang sedikit mellow dan dinyanyikan oleh seorang penyanyi dengan suara merdu. Akan tetapi tiba-tiba ada pihak keluarga yang mengambil mic dan ikut menyanyi dengan sangat karena beliau terbawa suasana haru! Hal itupun membuat semua tamu kaget dan menjadi tidak konsentrasi lagi. Tisia pun mengaku mereka masih tetap tertawa ketika menonton bagian ini pada video pernikahan mereka!

Top four vendors versi Tisia dan Ferry adalah
1. Imelda Hudiyono for the bride’s wedding dress
“Saya menyerahkan seluruh design wedding dress saya kepada Imelda. Guess what? Semua ide yang diaplikasikan pada wedding dress saya dibuatnya pada hari pertama kami berdiskusi. Saya hanya menceritakan bahwa saya suka hal yang simple namun tetap elegan dan tidak terlalu girly. Menurut Imel, se-boyish apapun seorang wanita, she has to look like a princess on her wedding day. Oleh karena itu, ia memasangkan bow di belakangnya agar kesan tersebut timbul pada diri saya. I guess it works because the dress looks so amazing. Thank you Imel! Needless to say she is amazing. For your information, boutique Imelda terkena banjir seminggu sebelumnya namun Imelda saved my wedding dress dan bahkan mengantarkannya ke rumah saya. She is the best!”

2. Brilington Brothers untuk the groom
“Suami saya yang buncit terlihat sangat slim pada saat wedding day. Cutting-nya sangat bagus dan rapih.”

3. Atelier Fleuri
Wedding bouquet-nya sangat bagus dan service-nya pun sangat responsive. Bayangkan saya memesan bouquet untuk resepsi baru pada saat saya on the way ke pemberkatan. Thank God Natasha mau mengusahakan memberi saya another beautiful bouquet.

4. Le’Motion Photo
“Mereka sangat responsive dan kerjanya sangat cepat. Foto-foto yang dihasilkan pun begitu detail dan semua momen ter-capture dengan baik.”