Pesta di Gunung Pancar ala Abigail dan Dimas

By Valeska on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Wedding Reception

Venue Taman Wisata Alam Gunung Pancar

Event Styling & Decor Bantu Dekor

Photography Skybox Photo

Videography Beach Lab

Bride's Attire Rama Dauhan

Make Up Artist Marlene Hariman

Groom's Attire Brillington & Brothers

Catering Asri Indo

Taman Wisata Alam Gunung Pancar yang berlokasi di Sentul kini merupakan salah satu opsi favorit bagi para calon pengantin untuk mengadakan sesi pre-wedding. Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari pusat kota namun mampu menawarkan pemandangan yang sama sekali berbeda menjadi salah satu faktor yang menyebabkan ketenaran taman wisata alam ini. Berbeda dengan pasangan kebanyakan yang menjadikan Taman Wisata Alam Gunung Pancar sebagai lokasi pre-wedding, Abigail dan Dimas justru menjadikan taman wisata alam ini sebagai lokasi pernikahan mereka. Dalam wawancaranya dengan The Bride Dept, Abigail berbagi cerita mengenai pernikahan yang mereka yang unik dan sarat akan seni, baik itu seni rupa maupun seni musik. Yuk, simak wawancara tim The Bride Dept dengan Abigail!

Halo, Abigail! Terima kasih atas kesediaan kamu untuk diwawancara The Bride Dept. Boleh tolong ceritakan mengenai awal pertemuan kamu dengan Dimas?

Sebetulnya kami berada di lingkungan yang sama, bahkan teman-teman kami di dunia nyata maupun dunia maya sama. Anehnya, kami tidak pernah mengobrol atau berkenalan secara resmi sampai tidak sengaja bertemu di bus Trans Jakarta satu malam sebelum saya berulang tahun. Sejak saat itu kami mulai mengobrol dan bertegur sapa di media sosial. Anehnya lagi, beberapa hari sesudah itu saya memimpikan berpacaran dengan Dimas. Padahal, akrab pun tidak. Setelah mimpi itu, kami malah semakin dekat, hingga akhirnya Dimas menyatakan perasaannya kepada saya.

Wah, menarik sekali cerita pertemuan kamu dengan Dimas! Apakah kemudian Dimas melamar kamu dengan cara yang romantis?

Iya, karena Dimas melamar saya di Disneyland Hong Kong hehe. Waktu itu kami pergi ke Hong Kong pada bulan November 2014 dengan tujuan utama menghadiri ClockenFlap Festival. Nah, karena saya menggemari Disney dan belum pernah berkunjung ke Disneyland sama sekali, kami juga memutuskan untuk pergi ke Disneyland. Tepat pukul 9 malam, di bawah pancuran kembang api yang meriah dan alunan lagu A Whole New World, Dimas berlutut sembari membuka kotak cincin dan melamar saya.

That is really sweet of him! It must have been a wonderful feeling to be proposed at the happiest place on earth! Sesudah dilamar Dimas, konsep pernikahan seperti apa yang kalian persiapkan?

Kami berdua menginginkan konsep pernikahan yang intimate dan hangat bersama keluarga juga teman-teman terdekat. Kami tidak ingin sekedar berdiri dan menyalami orang-orang di pelaminan. Kami ingin dapat menjadi bagian dari acara tersebut dan berinteraksi dengan tamu undangan yang hadir. Kami ingin bisa menikmati hari bahagia kami dengan susunan acara yang menyenangkan. Kami juga menyediakan area bermain khusus bagi anak-anak agar mereka betah. Intinya, kami ingin para tamu undangan merasakan kebahagiaan yang sama seperti yang kami berdua rasakan.

Apakah ada alasan tertentu dalam memilih Taman Wisata Alam Gunung Pancar sebagai wedding venue?

Pada dasarnya, kami telah menyepakati bersama bahwa venue yang kami pilih harus bisa mengakomodir keinginan kami berdua untuk menyelenggarakan pernikahan yang intimate dan berkesan. Karena kami menginginkan pernikahan yang santai dan formal, jadi kami putuskan untuk mengadakan outdoor wedding. Tanpa sengaja, kami menemukan Taman Wisata Alam Gunung Pancar saat sedang blogwalking. Selama ini, kami hanya tahu bahwa Taman Wisata Alam Gunung Pancar biasa dijadikan lokasi pre-wedding. Setelah mengontak pengelola Taman Wisata Alam Gunung Pancar, kami pun mendapatkan informasi mengenai beberapa pilihan area yang dapat dijadikan lokasi pernikahan. Kami memilih area perkemahan Bukit Batu Hijau karena itu adalah area terbesar dan sama sekali belum pernah dijadikan wedding venue. Jadi, kami memilih Taman Wisata Alam Gunung Pancar simply karena lokasi yang sesuai dengan konsep pernikahan yang kami inginkan.

Kalau dilihat dari foto-foto pernikahan kamu dan Dimas, ada banyak karya seni yang dipamerkan saat pernikahan kalian. Bisa tolong ceritakan inspirasi pengadaan pameran ini?

Sebenarnya, pameran karya seni teman-teman kami ini diadakan untuk menggantikan pemajangan foto-foto pre-wedding yang tidak ingin kami lakukan. Kami merasa tidak cukup fotogenik untuk berpose, makanya kami tidak mau melakukan sesi pre-wedding haha. Selain itu, kami merasa karya seni teman-teman kami juga mampu mempresentasikan selera visual kami berdua. Kebetulan saya aktif di salah satu komunitas seni, jadi ada banyak teman yang bersedia menyumbangkan karyanya, seperti Monica Hapsari, Marishka Soekarna, Ayu Dila Martina, eMTe, Cut and Rescue, Sanchia Tryphosa Hamidjaja, Sarkodit, Edita Atmaja, Salleh Husein, Reza ‘Azer’ Mustar, The Popo, Dito Yuwono, Haoritsa, Ika Vantiani dan Feransis, Yaya Sung, Ubeubeube, Tabita Shira, Alexander Reza Sebastian, Nadine Aquilla Koetin, Bitha-Dharma-Anasuya, Eric Wiryanata, Mya Santosa, dan Rosa Serena. Kami sangat bersyukur atas kontribusi teman-teman kami.

Souvenir pernikahan kamu juga unik sekali. Tidak banyak pasangan yang memberikan CD sebagai souvenir pernikahan mereka. Boleh tolong ceritakan kenapa kamu memilih CD sebagai souvenir pernikahan?

Ide untuk membuat souvenir pernikahan dalam bentuk CD sebenarnya datang dari ibunya Dimas. Beliau tahu bahwa Dimas kerap membuat mixtape dalam format digital maupun CD, jadi ketika beliau mengetahui bahwa kami berdua agak kesulitan dalam mencari souvenir pernikahan yang cocok, beliau mengusulkan untuk membuat kompilasi CD saja. Kebetulan kami memiliki banyak teman yang berprofesi sebagai musisi, antara lain Adrian Yunan Faisal (Efek Rumah Kaca), Indie Art Wedding (Cholil Mahmud dari Efek Rumah Kaca beserta istrinya, Irma Hidayana), Ade Paloh (Sore), Monica Hapsari (Voyagers of Icarie) dan Wisnu Adji (Monkey to Millionaire), Zeke Khaseli, Yudhi Arfani (Everybody Loves Irine), Cantsaynotohope, Ken dan Mar (Jirapah), Hara (Yogas), White Collar Boy (Wawan BOTC), dan Bing (Poppie Airil). Kami meminta mereka untuk menyumbangkan lagu, baru ataupun lama. Akhirnya, terkumpul 11 lagu dalam album kompilasi yang kami beri judul Cendera Telinga ini. Kami juga terlibat dalam proses pembuatan beberapa lagu. Seru sekali!

So cool! Senang sekali ya banyak dibantu teman untuk konsep pernikahan yang unik ini. Ada kesulitan-kesulitan tertentu kah dalam mempersiapkan pernikahan ini?

Kami merasakan kesulitan pada tahap perencanaan awal, karena kami harus mampu meyakinkan keluarga masing-masing mengenai konsep pernikahan dan pemilihan venue yang tidak biasa. Selain itu, kami cukup kesulitan membagi waktu dan pikiran antara bekerja dan mengurus pernikahan karena kami tidak menggunakan jasa WO, terlebih lagi kami harus berurusan dengan vendor satu per satu. Kami mencoba menikmati proses saja sih hehe. Untungnya, saat hari H kami dibantu beberapa teman dekat yang juga merupakan profesional dalam bidangnya masing-masing, seperti Yuri dari Yurai Entertainment dan Fendi dari Fendie Lifetime.

Selama mempersiapkan pernikahan ataupun pada hari H, ada momen-momen yang sangat berkesan kah bagi kamu? Apa yang menjadi highlight dari pernikahan kamu?

Bagi saya, hal yang berkesan dari pernikahan saya adalah melihat semua orang, baik muda ataupun tua, menikmati acara pernikahan saya, bahkan banyak yang menikmatinya hingga akhir. Saya juga merasa bahwa ada banyak highlight dalam pernikahan saya, misalnya saat sesi open mic yang diisi oleh penampilan dari teman-teman musisi dan sesi karaoke dari Oomleo Berkaraoke yang diikuti oleh tidak hanya teman-teman kami, tetapi juga keluarga kami.

Ada tips yang ingin kamu bagi dengan pembaca The Bride Dept yang juga akan menikah?

Tidak ada yang ideal, tetapi usahakanlah yang terbaik. Nikmati saja proses persiapan pernikahan yang berjalan. Stress itu biasa, toh nanti akan jadi cerita menarik saat sudah melewatinya. Jangan lupa bahwa yang paling penting adalah mengusahakan agar cinta selalu tumbuh selamanya, karena hari pernikahan hanyalah bagian kecil dari pernikahan itu sendiri. Semoga selalu kompak dan saling membantu dalam mempersiapkan pernikahan. Semoga lancar!

Top 3 vendors pilihan Abigail dan Dimas:

  1. Bantu Dekor

“Dekorasinya yang natural dan begitu indah benar-benar seperrti yang kami inginkan. Detail-detail dekorasinya juga manis sekali. Mereka juga mampu mengakomodir permintaan kami untuk tidak hanya menjadikan bunga sebagai bagian dari dekorasi, tetapi juga sayur mayur.”

  1. Asri Indo dan aneka jajanan pasar Mayestik

“Selain rasa makanan yang enak,  presentasi makanan Asri Indo juga ciamik dan sesuai dengan konsep. Aneka jajanan pasar Mayestik yang kami datangkan juga cocok sebagai pelengkap hidangan dari Asri Indo.”

  1. BeachLab, Irockumentary dan Skyboxphoto

“Kami sangat memercayai teman-teman dekat kami yang juga pekerja profesional dalam bidang dokumentasi visual, karena kami tinggal mengutarakan apa yang kami mau dan mereka mampu memberikan apa yang kami inginkan.”

×